Solusi Estetis Gigi Ompong Karena Kecelakaan atau Olahraga

Gigi ompong adalah gangguan gigi yang dapat ditangani dengan pemakaian gigi palsu
Gigi palsu dapat digunakan untuk menutupi gigi ompong

Masih ingat dengan mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson “Si Leher Beton”? Tahukah Anda, ada masanya Mike Tyson memakai gigi palsu emas pada gigi depannya karena gigi aslinya sudah rontok akibat bertinju selama belasan tahun. Sebagai petinju profesional, tentunya bagian wajah adalah sasaran empuk yang terkena tinju lawan. Oleh karena itu, gigi ompong karena pukulan keras sangat mungkin terjadi.

Tidak hanya tinju, kejadian gigi ompong juga dapat terjadi dalam olahraga lainnya yang memiliki risiko kecelakaan atau dengan kontak fisik yang intens, seperti sepakbola, basket, hingga bersepeda.

Pilihan Gigi Palsu untuk Menangani Gigi Ompong

Salah satu penanganan terbaik dari gigi ompong adalah pemakaian gigi palsu. Berikut pilihan gigi palsu yang dapat Anda pilih:

1. Denture

Denture adalah gigi palsu yang dapat dilepas untuk menggantikan gigi ompong dan jaringan sekitarnya. Cara ini juga bisa digunakan untuk menangani kasus gigi avulsi, yaitu gigi yang lepas sepenuhnya dari soketnya akibat kecelakaan. Terdapat dua tipe pada denture, yaitu utuh dan parsial.

  • Denture Utuh

Denture jenis ini merupakan tipe konvensional yang dipasang setelah semua gigi dicabut, dan jaringan sekitarnya sudah sembuh (kira-kira 8-12 minggu). Sedangkan tipe immediate dapat segera dipasang setelah gigi dicabut. Namun karena jaringan sekitar gigi dapat menyusut saat penyembuhan luka, tipe ini mungkin butuh penyesuaian agar pas di mulut Anda.

  • Denture Parsial

Pada denture parsial, gigi palsu ditempelkan di dasar berwarna seperti gusi yang terbuat dari bahan plastik. Tipe ini digunakan jika masih ada beberapa gigi sehat yang dapat dipertahankan.

2. Bridge

Prinsip pemasangan bridge adalah menutup ruang akibat gigi ompong dengan gigi palsu (pontic), yang akan ditopang oleh gigi di kiri dan kanannya. Gigi palsu tersebut dapat terbuat dari emas atau porselain. Ada empat jenis bridge yang tersedia, di antaranya:

  1. Bridge tipe ini adalah yang paling populer, terutama jika gigi di kiri dan kanan bagian yang ompong masih sehat. Dasar dari gigi palsu adalah crown gigi yang disemen ke gigi penyangga.
  2. Tipe ini mirip dengan tipe tradisional, bedanya adalah crown gigi terbuat dari logam, dan hanya disemen ke salah satu gigi penyangga, sehingga hanya dibutuhkan satu gigi penyangga yang sehat.
  3. Tipe ini juga mirip dengan tipe tradisional, bedanya tipe ini menggunakan semacam kerangka dari logam atau porselen yang ditempelkan ke bagian belakang gigi penyangga.
  4. Implant-supported dental bridge. Tipe ini tidak menggunakan crown ataupun kerangka, tapi menggunakan implan gigi sebagai dasar gigi palsu. Tipe ini dianggap gigi palsu yang paling kuat dan stabil, namun membutuhkan dua kali operasi.

3. Implan

Implan gigi adalah prosedur mengganti akar gigi dengan akar alternatif yang terbuat dari logam dan berbentuk ulur seperti sekrup sehingga menjadi pondasi yang kuat. Di atasnya dipasang gigi palsu yang terlihat dan berfungsi sama dengan gigi normal. Implan lebih baik daripada gigi palsu karena:

  • Memperbaiki penampilan. Implan tampak seperti gigi asli dan dirancang untuk menyatu dengan tulang.
  • Tidak mengganggu bicara. Implan tidak akan bergeser seperti gigi palsu yang tidak pas.
  • Lebih nyaman. Implan lebih nyaman daripada penggunaan dentur yang harus di lepas-pasang.
  • Lebih mudah untuk makan. Implan gigi tidak akan bergeser ketika Anda mengunyah, sehingga tetap nyaman untuk makan.
  • Tidak perlu mencabut gigi yang lain. Implan dapat dipasang tanpa membutuhkan penopang dari gigi sekitar. Selain itu, karena implan dipasang satuan, membersihkan sela-sela gigi menjadi lebih mudah.

Implan dapat menjadi pilihan Anda jika memenuhi kondisi-kondisi berikut:

  • Memiliki satu atau lebih gigi ompong
  • Pertumbuhan tulang rahang sudah berhenti
  • Tulang Anda cukup untuk penanaman implan dan untuk dilakukan graft tulang
  • Jaringan mulut sehat
  • Tidak mempunyai kondisi medis yang mempengaruhi penyembuhan tulang
  • Tidak merokok
  • Siap berkomitmen menjalani proses impan yang membutuhkan waktu beberapa bulan.

Artikel Terkait

Banner Telemed