logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Masalah Tidur

Sleep Texting, Mengirim Pesan Singkat secara Tidak Sengaja saat Tidur Pulas

19 Apr 2021

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sleep texting dapat membuat penderitanya mengirim pesan secara tak sengaja saat sedang tidur.

Sleep texting termasuk dalam gangguan tidur parasomnia.

Table of Content

  • Apa itu sleep texting?
  • Penyebab sleep texting
  • Cara mencegah sleep texting agar tidak terjadi pada Anda
  • Catatan dari SehatQ

Mungkin Anda pernah mendengar fenomena berjalan atau berbicara sambil tidur. Namun, pernahkah Anda mendengar fenomena membalas pesan singkat lewat ponsel saat sedang tertidur? Kondisi ini dikenal dengan sebutan sleep texting. Untuk memahami apa itu sleep texting, mari kenali penyebab dan cara mencegahnya.

Advertisement

Apa itu sleep texting?

Sebagian orang mungkin tidak percaya dengan fenomena sleep texting. Bagaimana bisa seseorang yang sedang tertidur pulas membuka ponselnya untuk membalas pesan singkat?

Meski sulit dipercaya, kebiasaan membalas pesan singkat saat sedang tertidur ini tergolong sebagai gangguan tidur bernama parasomnia. 

Parasomnia adalah gangguan tidur yang terjadi selama fase tidur rapid eye movement (REM) atau non-rapid eye movement (NREM). Gangguan tidur ini dapat membuat seseorang melakukan kegiatan fisik atau verbal yang tak diinginkan saat sedang tertidur, misalnya berjalan atau berbicara.

Di dalam kasus sleep texting, penderitanya akan membuka ponselnya kemudian membalas pesan singkat dari kekasih, kerabat, atau anggota keluarganya tanpa ia sadari.

Meskipun penderita sleep texting mampu membuka ponselnya untuk mengetik pesan singkat, isi pesan yang diketik itu akan sulit untuk dipahami oleh penerimanya.

Sleep texting umumnya terjadi pada orang yang tidur terlalu dekat dengan ponselnya tanpa menyalakan mode silent atau getar.

Penyebab sleep texting

Terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab sleep texting, di antaranya:

  • Merasa stres
  • Kurang tidur
  • Kualitas tidur yang buruk (tidurnya sering terganggu)
  • Perubahan pada jadwal tidur
  • Sedang mengidap demam.

Di samping itu, faktor genetik bisa menjadi penyebab sleep texting. Itu artinya, jika Anda memiliki orangtua, kakak, atau adik yang mengidap parasomnia, maka Anda juga bisa menderitanya.

Parasomnia seperti sleep texting dapat terjadi pada setiap kalangan usia. Namun, menurut sebuah studi, parasomnia paling sering dialami oleh anak-anak.

Jika sleep texting terjadi pada orang dewasa, biasanya ada kondisi medis yang menyebabkannya, seperti:

  • Gangguan pernapasan saat tidur, seperti sleep apnea obstruktif
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antidepresan dan antipsikotik
  • Penyalahgunaan zat, seperti alkohol
  • Kondisi medis, seperti restless leg syndrome dan juga gastroesophageal reflux disorder (GERD) atau penyakit asam lambung.

Cara mencegah sleep texting agar tidak terjadi pada Anda

Kabar baiknya, sleep texting adalah gangguan tidur yang dapat dicegah dengan berbagai cara, di antaranya:

  • Matikan ponsel Anda

Salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk mencegah sleep texting adalaj mematikan ponsel Anda saat sedang tidur.

Namun, sebagian orang mungkin tidak bisa mematikan ponselnya karena urusan pekerjaan. Jika ini kasusnya, taruh ponsel Anda jauh dari kasur atau jangkauan tangan. Jika memang ponsel Anda berdering, maka Anda harus bangun dari kasur untuk mengambilnya.

  • Atur ponsel ke dalam mode sunyi (silent)

Untuk mencegah tubuh Anda terbangun untuk mengetik pesan singkat di ponsel, cobalah atur ponsel Anda ke dalam mode sunyi atau silent.

Hal ini dipercaya dapat membuat tidur Anda tidak terganggu walau ponsel sedang berdering di malam hari.

  • Perbaiki pola tidur

Parasomnia seperti sleep texting dapat terjadi jika Anda kekurangan tidur. Maka dari itu, cobalah untuk memperbaiki pola tidur Anda dan dapatkan jam tidur yang cukup yaitu 7-9 jam setiap harinya.

  • Jangan terburu-buru membalas pesan

Di tengah kesibukan Anda, sulit rasanya untuk tidak membalas pesan singkat dengan cepat. Apalagi ada pesan dari atasan.

Namun, cobalah untuk tidak terlalu terburu-buru dalam membalas pesan singkat, terutama jika pesan yang diterima tidak terlalu penting.

Dengan tidak membalas pesan terlalu cepat, hal ini dipercaya dapat mengurangi risiko sleep texting saat Anda sedang tertidur.

Baca Juga

  • Memahami Ritme Sirkadian untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
  • Tidur dengan Mata Terbuka, Apakah Bisa?
  • Sering Terbangun Tengah Malam, Apa Penyebabnya?

Catatan dari SehatQ

Sleep texting dianggap sebagai gangguan tidur yang tidak membahayakan kesehatan. Meski begitu, sebaiknya Anda tetap memeriksakan diri ke dokter untuk berkonsultasi dan mencari pengobatan terbaiknya.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

gangguan tidurmasalah tidurinsomnia

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved