Apa Fungsi Skrotum dalam Sistem Reproduksi Pria?


Skrotum adalah kulit yang menggantung di luar tubuh, tepatnya di bawah pangkal penis. Fungsi utama skrotum adalah untuk membungkus testis atau 'buah zakar'.

(0)
28 Feb 2021|Rhandy Verizarie
anatomi dan fungsi skrotumSelain membungkus testis, skrotum juga berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu testis
Sistem reproduksi pria tersusun dari sejumlah organ beserta komponen-komponen di dalamnya. Salah satu bagian dari alat reproduksi pria adalah skrotum. Apa itu skrotum? Bagaimana anatomi dan fungsinya? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apa itu skrotum?

Skrotum (scrotum) adalah kantong kulit yang menggantung di luar tubuh, letak tepatnya berada di bawah pangkal penis.Fungsi skrotum, alias kantong buah zakar, adalah pembungkus testis. Testis atau buah zakar sendiri merupakan kelenjar berbentuk oval yang bertugas untuk memproduksi dan menyimpan sperma. Selain memproduksi dan menyimpan sperma, fungsi testis juga menghasilkan beberapa hormon, termasuk testosteron alias hormon seks pria.Letak skrotum berada di luar tubuh karena perlu menjaga suhu sedikit lebih rendah—sekitar 2 derajat Celcius—daripada bagian tubuh lainnya. Suhu yang lebih rendah atau dingin bertujuan untuk membantu menjaga produksi sperma. 

Anatomi skrotum

Skrotum dibagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh raphe perineum, yakni garis yang berada di tengah kantong buah zakar ini.Raphe bergabung dengan septum internal. Septum membagi kantong  buah zakar menjadi dua sisi dengan anatomi yang mirip.Setiap sisi skrotum idealnya terdiri atas:

1.Testis

Testis atau ‘buah zakar’ menghasilkan hormon testosteron. Testis juga mengandung tubulus dan sel yang menghasilkan sel sperma (spermatozoa). Sperma dipindahkan dari testis ke epididimis melalui vas deferens.

2. Epididimis

Epididimis terletak di atas setiap testis. Epididimis adalah tabung yang melingkar rapat untuk menyimpan sperma sampai matang, biasanya sekitar 60-80 hari. Epididimis juga menyerap cairan ekstra yang dikeluarkan oleh testis untuk membantu menggerakkan sperma melalui saluran reproduksi.

3. Tali sperma 

Tali sperma atau korda spermatika mengandung pembuluh darah, saraf, kelenjar getah bening, dan tabung yang disebut vas deferens. Tabung ini mengeluarkan sperma dari epididimis ke saluran ejakulasi. 

4. Otot kremaster

Setiap otot kremaster mengelilingi testis dan korda spermatiknya. Otot ini membantu menggerakkan testis ke arah luar dan menjauh dari tubuh untuk menjaga suhu ideal. Inilah sebabnya  kantong buah zakar menggantung lebih rendah dalam kondisi hangat dan lebih dekat ke tubuh saat cuaca dingin.Semua struktur tersebut terbungkus oleh lapisan dinding kulit yang terdiri atas sejumlah komponen, yaitu:
  • Kulit tipis berisi kelenjar keringat
  • Otot halus (dartos fascia)
  • Membran dasar dinding skrotum (membran serous)
Otot halus (dartos fascia), bersama dengan otot kremaster, bertugas untuk melebarkan atau mengencangkan kulit kantong zakar saat bergerak ke atas dan ke bawah.Sementara itu, suplai darah dan sistem saraf berasal dari pembuluh darah dan saraf-saraf yang ada di sekitarnya.

Fungsi skrotum

Skrotum berguna untuk membungkus organ reproduksi pria yang ada di dalamnya, yakni testis beserta komponen-komponen lainnya sebagaimana tadi disebutkan.Selain itu, fungsi skrotum juga bertugas untuk menjaga suhu testis agar produksi hormon dan pematangan sel sperma berjalan baik.Guna menunjang kestabilan suhu testis tersebut, skrotum memiliki otot yang bernama tunica dartos. Otot ini akan mengendur saat terpapar panas, kemudian mengencang (kontraksi) saat terpapar dingin. Mekanisme tersebutlah yang membuat suhu testis tetap stabil.

Macam-macam gangguan kesehatan pada skrotum

Sebagai bagian dari sistem reproduksi pria, peran kantong buah zakar sangatlah penting. Sayangnya, kantong kulit ini—beserta organ dan jaringan di dalamnya—tidak lepas dari risiko penyakit.Oleh karena kantong zakar membungkus testis, berikut ini adalah beberapa risiko penyakit yang mungkin terjadi pada kedua bagian tersebut
  • Hidrokel
  • Varikokel
  • Hernia inguinalis
  • Torsio testis
  • Epididimitis
  • Orkitis
  • Kanker 
Mengingat pentingnya fungsi dari organ reproduksi pria yang satu ini, maka menjaganya agar tetap sehat menjadi suatu keharusan. Selain menerapkan gaya hidup sehat, melakukan pemeriksaan medis secara berkala sebaiknya juga dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan skrotum dan alat kelamin Anda.Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan organ intim pria, jangan ragu untuk bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang juga.
kesehatan organ intimkelamin laki-lakianatomi manusiareproduksi pria
Healthline. https://www.healthline.com/health/human-body-maps/scrotum#anatomy-and-function Diakses pada 14 Februari 2021John Hopkins Medicine. https://www.healthline.com/health/human-body-maps/scrotum#anatomy-and-function Diakses pada 14 Februari 2021Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/scrotum#:~:text=Intimately%20adherent%20to%20the%20scrotal,involuntary%20muscle%2C%20the%20tunica%20dartos.&text=This%20muscle%20relaxes%20with%20heat,the%20size%20of%20the%20scrotum. Diakses pada 14 Februari 2021Teach Me Anatomy. https://teachmeanatomy.info/pelvis/the-male-reproductive-system/scrotum/ Diakses pada 14 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait