Memahami Kondisi Skoliosis Ringan dan Risiko Komplikasinya

Skoliosis ringan didefinisikan jika kelengkungan tulang belakang kurang dari 20 derajat, namun lebih dari 10 derajat
Skoliosis ringan sering terjadi pada usia 10-15 tahun

Skoliosis didefinisikan sebagai kelainan pada lengkung tulang belakang (kurvatura) yang melengkung ke samping lebih dari 10 derajat. Hingga saat ini, penyebab skoliosis seringkali tidak dapat ditemukan. Pada umumnya, skoliosis yang sering adalah skoliosis ringan yang tidak menimbulkan gejala. Namun pada beberapa kasus tertentu, deformitas tulang belakang yang terjadi dapat mempersempit volume rongga dada, sehingga mengganggu pernapasan

Skoliosis Ringan, Bagaimana Kondisinya?

Jika tulang belakang Anda melengkung ke samping sebesar 10 derajat, Anda dapat dikatakan menderita skoliosis. Akan tetapi, sudut lengkung kecil pada skoliosis ringan mungkin belum menimbulkan tanda ataupun gejala. Skoliosis ringan didefinisikan jika kelengkungan tulang belakang kurang dari 20 derajat, tetapi lebih dari 10 derajat.

Secara kasat mata, mungkin postur tubuh Anda belum menunjukkan adanya kelainan. Tetapi jika kelainan muncul, dan sudut lengkung tulang belakang mencapai lebih dari 20 derajat, tubuh Anda mungkin mulai terlihat tidak simetris. Misalnya ketika Anda menggunakan pakaian, sisi kanan dan kiri pakaian tampak tidak sama panjang.

Skoliosis ringan paling sering terjadi dalam masa percepatan pertumbuhan yang terjadi sebelum pubertas, yaitu ketika anak berusia 10-15 tahun. Anak laki-laki dan perempuan sama-sama dapat menderita skoliosis, namun pada anak perempuan, skoliosis yang ringan seringkali menjadi bertambah berat dan membutuhkan penanganan khusus. Skoliosis juga cenderung muncul dalam keluarga, walaupun hingga saat ini belum ditemukan adanya kelainan genetik yang dianggap menjadi penyebab skoliosis.

Gejala Skoliosis Ringan

Tanda dan gejala skoliosis ringan seringkali tidak disadari. Jika ditemukan biasanya secara tidak sengaja. Beberapa tanda dan gejala skoliosis ringan yang dapat diidentifikasi:

  • Bahu kanan dan kiri tampak tidak simetris
  • Tulang belikat yang tampak lebih menonjol dibandingkan tulang belikat sisi yang lain
  • Pinggang tampak asimetris
  • Satu sisi pinggul tampak lebih tinggi dari sisi lainnya
  • Remaja perempuan mungkin merasa ukuran payudara yang berbeda
  • Nyeri punggung

Komplikasi Skoliosis

Walaupun sebagian besar orang mengalami skoliosis ringan, pada kasus tertentu skoliosis dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Kerusakan jantung dan paru. Pada skoliosis berat, rongga dada berubah bentuk dan menekan jantung serta paru, menyebabkan seseak napas dan kesulitan jantung dalam memompa darah.
  • Masalah pada punggung. Orang dewasa yang menderita skoliosis sejak kecil lebih berisiko untuk mengalami nyeri punggung kronis dibandingkan mereka yang tidak mengalami skoliosis.
  • Derajat skoliosis yang bertambah berat, sehingga menyebabkan perubahan postur tubuh, seperti bahu asimetris, rongga dada yang tampak menonjol, pinggul asimetris, atau pinggang dan batang tubuh yang miring. Orang-orang dengan skoliosis seringkali merasa tidak percaya diri dengan penampilan mereka.

Meski skoliosis ringan lebih banyak ditemukan daripada skoliosis berat, jika Anda atau anak Anda terlihat memiliki postur tubuh yang tidak simetris, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. Skoliosis lebih mudah untuk ditangani jika ditemukan sedini mungkin.

Walaupun sebagian besar kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter agar menemukan adanya penyebab lain yang mungkin mendasari, karena hal ini akan sangat berpengaruh pada keberhasilan pengobatan.

Derajat kemiringan tulang belakang pada pasien dengan skoliosis idiopatik ringan biasanya tidak bertambah berat. Berikut beberapa hal berkenaan dengan skoliosis yang dapat menjadi pertimbangan pengobatan:

  • Usia pertama gejala muncul
  • Ada tidaknya nyeri punggung
  • Tanda pubertas, pertambahan tinggi badan
  • Kelainan saraf yang menyertai
  • Bentuk punggung dan keluhan Anda mengenai kelainan yang terjadi
  • Riwayat keluarga.

Spine-health. https://www.spine-health.com/conditions/scoliosis/scoliosis-what-you-need-know
Diakses pada April 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scoliosis/symptoms-causes/syc-20350716
Diakses pada April 2019

Janicki JA, Alman B. Scoliosis: Review of diagnosis and treatment. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2532872/
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed