Sklera Mata: Fungsi dan Penyakit yang Menyerang


Sklera mata atau bagian putih pada mata membentuk dinding pelindung bola mata. Sklera ditutupi oleh selaput lendir yang dapat melumasi mata.

(0)
15 Jul 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sklera mata atau bagian putih pada mata membentuk dinding pelindung bola mataSklera mata umumnya berwarna putih
Sklera mata atau bagian putih pada mata membentuk dinding pendukung bola mata. Bagian putih ini ditutupi oleh konjungtiva atau selaput lendir bening yang membantu melumasi mata. Sklera terdiri dari tiga bagian. Pertama yaitu episklera, sebuah jaringan ikat longgar tepat di bawah konjungtiva. Kedua yaitu proper sclera adalah jaringan putih padat yang memberi warna pada area tersebut. Terakhir, lamina fusca, atau zona terdalam yang terdiri dari serat elastis. 

Warna sklera

Sklera yang menguning menandakan terjadinya gagal hati
Bila sklera menguning, segera konsultasi ke dokter
Sklera umumnya berwarna putih. Jika Anda menemukan warna sklera menguning artinya orang tersebut mengalami gangguan pada organ hati seperti gagal hati. Kondisi ini disebut penyakit kuning dan menunjukkan bahwa hati tidak lagi dapat menyaring darah dengan baik.Dalam kasus yang jarang terjadi, sklera dapat membiru. Hal ini merupakan gejala penyakit osteogenesis imperfecta. Hal ini disebabkan oleh penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang. Jika Anda menemukan perubahan warna pada sklera, segera hubungi dokter.

Penyakit yang menyerang sklera

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang umum menyerang sklera mata:

1. Skleritis

Skleritis adalah peradangan di sekitar sklera yang menyebabkan mata menjadi merah. Skleritis diyakini sebagai hasil dari sistem kekebalan tubuh yang bereaksi berlebihan sehingga menyebabkan mata menjadi perih dan sakit.Beberapa gejala dari skleritis adalah mata berair, penurunan penglihatan, pandangan kabur, kepekaan terhadap cahaya, dan kemerahan pada sklera.

2. Episkleritis

Episkleritis adalah peradangan yang terjadi pada pelapis sklera mata. Peradangan ini menyebabkan mata terlihat merah dan iritasi. Episkleritis sering terlihat seperti mata merah atau konjungtivis, namun pada episkleritis tidak menyebabkan keluarnya kotoran mata, dan penyakit ini bisa hilang dengan sendirinya.

3. Alergi mata

Alergi dapat menimbulkan mata merah dan berair
Gejala alergi pada mata bisa disebabkan oleh kosmetik, obat, maupun debu
Alergi mata yang parah dapat menyebabkan kerusakan pada mata dan mengancam penglihatan. Alergi dapat menyebabkan peradangan kronis yang merusak kornea secara permanen. Penyebab alergi mata biasanya karena alergi musiman maupun sensitif terhadap kosmetik, obat-obatan, atau debu. Obat tetes mata yang dijual bebas mengandung antihistamin atau dekongestan yang dapat mengurangi gejalanya.

4. Kalazion (eyelid cyst)

Kalazion (kista meibom, kista tarsal, atau granuloma konjungtiva) adalah peradangan kelenjar kistik kecil di kelopak mata yang biasanya membengkak. Kalazion dapat menutupi sklera sehingga mengganggu aktivitas. Meskipun begitu, kalazion dapat diobati dengan kompres hangat hingga antibiotik. Jika kalazion semakin parah dan menyebabkan perubahan penglihatan secara terus-menerus, penyakit ini dapat diatasi melalui pembedahan.

5. Melanosis

Melanosis yaitu kelebihan deposit melanin (pigmen) pada permukaan sklera. Kondisi ini dapat menyebabkan sklera mata menjadi meradang dan tidak nyaman.

6. Scleral coloboma

Scleral coloboma adalah kondisi kelainan mata yang terjadi sejak bayi masih dalam kandungan. Penyakit ini disebabkan oleh hilangnya jaringan pada salah satu bagian mata, seperti iris, lensa, maupun kelopak mata.

7. Ectasia

Ectasia adalah penipisan dan penonjolan sklera. Ectasia timbul sebagai efek samping dari trauma atau peradangan.

8. Bintitan (eye stye)

Bintitan adalah infeksi kelenjar minyak di dasar bulu mata. Biasanya gejala yang timbul adalah jerawat merah menonjol di tepi kelopak mata sehingga menutupi area sklera. Kondisi ini menyebabkan nyeri, kemerahan, bengkak, dan bola mata terasa teriritasi atau seolah-olah ada yang menggoresnya akibat pembengkakan kelopak mata.Perawatan untuk bintitan adalah dengan kompres hangat yang diletakkan pada area mata selama 10 menit. Jika bintitan mengeluarkan nanah, bersihkan dengan sabun dan air. Pecahnya bintitan ini membuatnya menjadi kempes. Namun, jika bintitan membesar, sakit, dan memengaruhi penglihatan Anda, segera temui dokter.Jagalah penglihatan dan mata Anda dengan pelindung mata untuk menghindari cedera. Gunakan kacamata hitam untuk melindungi dari sinar UV. Orang di atas usia 40 tahun harus memeriksakan matanya setiap dua tahun. Sedangkan orang di atas usia 60 tahun harus memeriksakan matanya setiap tahun. Jika Anda mengalami gejala atau gangguan seperti di atas, segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang sklera mata, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan matapenyakit matamata merahmata iritasigangguan mata
Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/sclera#1
Diakses pada 5 Juli 2021.
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/eye_diseases_pictures_slideshow/article.htm
Diakses pada 5 Juli 2021.
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-sclera-3157156
Diakses pada 5 Juli 2021.
Healthline. https://www.healthline.com/health/episcleritis#symptoms
Diakses pada 5 Juli 2021.
Healthline. https://www.healthline.com/health/scleritis
Diakses pada 5 Juli 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait