Skizoid Adalah Bentuk Gangguan Kepribadian, Kenali Tanda-tandanya

(0)
23 Sep 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Skizoid adalah gangguan kepribadian yang penderitanya tidak mampu membentuk hubungan sosialPenderita skizoid sulit mengekspresikan emosi dan senang menyendiri
Skizoid adalah gangguan kepribadian di mana penderitanya mengalami ketidakmampuan dalam membentuk hubungan sosial. Orang dengan gangguan ini secara konsisten menghindari interaksi dengan orang lain dan enggan terlibat dalam aktivitas sosial.Sebuah studi menunjukkan bahwa gangguan skizoid memiliki prevalensi kurang dari 1 persen. Penderita gangguan ini memiliki ekspresi emosional yang terbatas. Kurangnya interaksi sosial yang terjadi bisa mengacaukan hidup penderitanya. 

Tanda-tanda gangguan skizoid

Gangguan skizoid umumnya dimulai pada awal fase dewasa, tapi beberapa ciri mungkin sudah terlihat sejak masa kanak-kanak. Berikut tanda-tanda yang dapat ditunjukkan seseorang yang memiliki gangguan kepribadian skizoid:
  • Lebih suka menyendiri
  • Memilih melakukan aktivitas sendiri
  • Tidak menginginkan atau tidak menikmati hubungan yang dekat
  • Seperti tidak merasakan kesenangan
  • Mengalami kesulitan mengekspresikan emosi dan bereaksi dengan tepat terhadap suatu situasi
  • Tampak tidak memiliki selera humor
  • Bersikap acuh tak acuh atau dingin pada orang lain
  • Tampak kurang motivasi dan tujuan
  • Tidak bereaksi terhadap pujian atau komentar kritis dari orang lain
  • Seringkali tidak menikah
  • Tidak tertarik pada hubungan seksual
  • Tidak memiliki teman dekat
  • Sering melamun.
Berbeda dengan gangguan skizotipal dan skizofrenia, gangguan skizoid tidak mengalami paranoid, halusinasi, serta tidak memiliki pola percakapan yang aneh sehingga masih masuk akal ketika berbicara. Orang dengan gangguan ini juga dapat bekerja lebih baik dalam pekerjaan yang mengharuskannya bekerja sendiri. Akan tetapi, gangguan skizoid dapat menyulitkan penderitanya untuk berfungsi dengan baik di sekolah, pekerjaan, sosial, atau bidang lainnya yang membutuhkan interaksi sosial

Penyebab gangguan skizoid

Penyebab pasti gangguan kepribadian skizoid belum diketahui, tetapi perpaduan faktor genetik dan lingkungan, terutama pada anak usia dini, dapat berperan dalam mengembangkan gangguan tersebut. Adapun faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan skizoid, yaitu:
  • Memiliki orangtua atau kerabat dengan gangguan kepribadian skizoid, skizotipal, atau skizofrenia.
  • Memiliki orangtua yang dingin, lalai, atau tidak responsif terhadap kebutuhan emosional anaknya.
  • Masa kanak-kanak yang suram di mana tidak ada kehangatan dan emosi yang didapatkan.
Jika tidak segera diatasi, penderita gangguan skizoid dapat mengalami gangguan kepribadian lainnya, depresi mayor, atau gangguan kecemasan yang dapat memperburuk kehidupannya. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk berkonsultasi pada psikolog atau psikiater supaya segera mendapat penanganan yang tepat.

Cara mengatasi gangguan skizoid

Orang yang menderita gangguan kepribadian skizoid sering kali tidak mencari pengobatan karena isolasi sosial yang dilakukannya. Ia juga mungkin kesulitan dalam mengembangkan interaksi bersama terapis.Padahal mengobati gangguan skizoid dapat memberi dampak positif bagi kualitas hidup penderitanya. Adapun pilihan pengobatan yang umumnya digunakan untuk mengatasi skizoid, antara lain:
  • Psikoterapi

Dalam psikoterapi, penderita gangguan skizoid akan bertemu dengan terapis dan membicarakan kesulitannya untuk terbuka secara emosi dan sosial. Terapi perilaku kognitif juga mungkin diperlukan guna mengubah keyakinan dan perilaku yang menjadi masalah Anda selama ini. Terapis akan senantiasa mendengarkan dan membimbing penderita gangguan skizoid tanpa memaksakan diri terlalu keras sehingga ia bisa nyaman mengikutinya.
  • Terapi berkelompok

Terapi berkelompok memungkinkan penderita skizoid berinteraksi dengan orang lain yang juga tengah mempraktikan keterampilan interpersonal baru. Selain itu, terapi ini dapat memberi dukungan dan meningkatkan keterampilan sosial penderita gangguan skizoid.
  • Obat-obatan

Meski tidak ada obat khusus untuk mengobati gangguan kepribadian skizoid, obat-obatan tertentu dapat membantu mengatasi masalah kecemasan atau depresi yang mungkin terjadi.Di samping itu, dukungan dari keluarga juga sangat diperlukan agar kondisi penderita skizoid segera teratasi. Dengan mendapat perawatan yang tepat, gangguan skizoid bisa dikendalikan sehingga kehidupan penderitanya menjadi lebih baik.
kesehatan mentalgangguan kepribadianskizofrenia
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559234/
Diakses pada 09 September 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2992453/
Diakses pada 09 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/schizoid-personality-disorder/symptoms-causes/syc-20354414
Diakses pada 09 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/schizoid-personality-disorder/diagnosis-treatment/drc-20354419
Diakses pada 09 September 2020
Web MD. https://www.webmd.com/mental-health/mental-health-schizoid-personality-disorder#1
Diakses pada 09 September 2020
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/schizoid-personality-disorder-2795450
Diakses pada 09 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait