logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Segala Hal Mengenai Sistem Saraf Manusia yang Perlu Anda Ketahui

open-summary

Sistem saraf adalah sistem organ yang berperan mengatur dan mengoordinasikan seluruh aktivitas tubuh. Sistem saraf manusia terbagi menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi


close-summary

13 Des 2019

| Atifa Adlina

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sistem saraf manusia terbagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan perifer

Sistem saraf manusia terdiri dari miliaran sel saraf yang saling terhubung

Table of Content

  • Apa itu sistem saraf?
  • Fungsi sistem saraf
  • Bagian dan struktur sistem saraf manusia
  • Macam-macam gangguan pada sistem saraf
  • Cara menjaga kesehatan sistem saraf

Tahukah Anda di dalam tubuh manusia terdapat sekitar 10 miliar sel saraf yang bekerja setiap saat? Semuanya merupakan bagian dari sistem saraf yang menjadi pusat komando tubuh.

Advertisement

Fungsi utama dari sistem saraf manusia adalah agar semua bagian tubuh bisa berkomunikasi satu sama lain. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai fungsi, jenis, cara kerja, hingga gangguan sistem saraf manusia.

Apa itu sistem saraf?

Gambar sistem saraf manusia
Gambar sistem saraf manusia

Sistem saraf adalah sistem organ yang mengatur aktivitas seluruh bagian tubuh. Sistem ini mengoordinasikan semua kegiatan anggota gerak tubuh, seperti berjalan, berbicara, menggenggam, dan menelan, fungsi kognitif otak untuk berpikir dan mengingat.

Lalu, sistem saraf juga mengatur aktivitas organ dalam tubuh yang tidak kita sadari seperti pencernaan, pernapasan, dan sebagainya. Sistem saraf manusia juga membantu mengatur bagaimana tubuh bereaksi dalam keadaan darurat.

Bagaimana cara kerja sistem saraf? Jaringan saraf manusia bekerja dibantu oleh sel saraf khusus yang disebut neuron.

Ketika tubuh menerima rangsangan, sel reseptor akan mengirim informasi ini dalam bentuk impuls berupa arus listrik untuk diteruskan ke saraf sensorik. 

Setelah itu, sinyal pesan tersebut akan dibawa ke otak untuk diproses dan diartikan. Otak kemudian akan memerintahkan anggota gerak atau organ tubuh untuk merespon sesuai dengan pesan tersebut.

Setiap saraf memiliki lapisan luar pelindung, yaitu mielin. Fungsinya adalah untuk menyekat saraf dan membantu menyampaikan pesan.

Fungsi sistem saraf

Fungsi utama sistem saraf adalah untuk membantu semua bagian tubuh agar bisa beroperasi dengan semestinya dan berkomunikasi satu sama lain.

Jadi sederhananya, sistem saraf adalah pusat kendali tubuh yang berfungsi menerima dan menafsirkan informasi, dan kemudian mengatur bagaimana tubuh menafsirkan informasi, dan juga mengontrol respon. 

Jaringan saraf akan mengumpulkan informasi dari dalam dan luar tubuh untuk kemudian diteruskan ke sumsum tulang belakang dan otak. Setelahnya otak akan mengirimkan sinyal ke otot, kelenjar, organ, maupun anggota gerak tubuh untuk merespon dengan tepat.

Mengutip dari Cleveland Clinic, sistem saraf berfungsi memengaruhi setiap aspek fungsi tubuh, seperti:

  • Fungsi kognitif: pikiran, ingatan, pembelajaran, dan perasaan.
  • Fungsi motorik: gerakan, seperti keseimbangan dan koordinasi.
  • Proses sensoris indrawi: melihat, menyentuh, mendengar, mencicipi, dan merasakan.
  • Fungsi sistem kardiovaskular dan pernapasan, termasuk ritme jantung dan frekuensi napas.
  • Respon terhadap situasi mendesak, stres, dan nyeri/sakit.
  • Fungsi pencernaan: menjalankan proses pencernaan, termasuk merasakan lapar, haus, dan kapan kita kenyang.
  • Proses tubuh lainnya, seperti pubertas dan produksi hormon dalam sistem endokrin.

Baca Juga

  • Kenali Manfaat Bayam yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
  • Tak Selalu Buruk, Negative Thinking Juga Ada Manfaatnya
  • Daftar Makanan yang Mengandung Kalium untuk Penuhi Kebutuhan Harian

Bagian dan struktur sistem saraf manusia

Sistem saraf manusia terdiri dari serabut saraf yang tersusun atas miliaran sel-sel saraf (neuron) yang saling terhubung. Jaringan saraf ini juga menghubungkan otak, sumsum tulang belakang, organ sensorik (mata, telinga, hidung, kulit, dan organ lainnya) dengan seluruh tubuh.

Dalam menjalankan fungsinya, jaringan saraf terbagi menjadi dua struktur, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang sebagai pusat komando utama.

Saraf tepi terdiri dari sistem saraf somatik dan otonom yang menghubungkan saraf pusat ke seluruh tubuh. Berikut adalah penjelasannya.

Sistem saraf pusat

Otak dan sumsum tulang belakang adalah bagian dari anatomi manusia yang membentuk sistem saraf pusat.

Dapat dikatakan, sistem saraf pusat adalah sistem yang menjadi peran utama dalam menerima informasi. Ini karena otak menggunakan jaringan saraf dan bantuan neuron (sel saraf) untuk mengirim pesan ke seluruh tubuh.

Pusat kendali utama ini memiliki fungsi untuk menerima informasi atau rangsangan dari semua bagian tubuh. Kemudian menerjemahkan dan mengendalikan informasi tersebut untuk menghasilkan respons tubuh.

Informasi yang diterima otak dan tulang belakang termasuk yang berkaitan dengan gerakan seperti menggenggam dan berjalan serta gerakan tak sadar, seperti berkedip dan bernapas. 

Otak juga memproses bentuk informasi lain yang abstrak, seperti pikiran, persepsi, dan emosi.

1. Otak

Otak manusia  berfungsi untuk mengontrol sensasi, pikiran, gerakan, kesadaran, dan juga sebagai pengingat (memori).

Permukaan otak dikenal sebagai korteks serebral. Sedangkan bagian terbesar otak, yaitu otak besar (serebrum) berperan dalam hal-hal seperti ucapan, memori, perilaku yang disengaja, dan juga pemikiran.

2. Sumsum tulang belakang

Sumsum tulang belakang terhubung melalui batang otak dan membentang sepanjang tubuh. Bagian sistem saraf pusat ini terlindungi oleh tulang belakang.

Fungsi sumsum tulang belakang adalah untuk membawa informasi dari berbagai bagian tubuh ke dan dari otak. Ada pula fungsi lainnya yang mengontrol gerak refleks atau gerakan tidak sadar.

3. Neuron

Dalam tubuh manusia diperkirakan terdapat 86 miliar neuron yang berada di seluruh bagian otak dan tubuh. Fungsinya adalah untuk berkomunikasi, menghasilkan respon, dan tindakan fisik lainnya.

Setiap neuron (sel saraf) memiliki lapisan luar pelindung, yaitu mielin. Fungsinya adalah untuk menyekat saraf dan membantu menyampaikan pesan.

4. Saraf kranial

Saraf kranial adalah 12 pasang saraf yang berasal dari otak dan melewati lubang di tengkorak.

Fungsinya adalah untuk mengumpulkan informasi antara otak dan bagian tubuh, seperti leher dan kepala. Saraf penciuman dan penglihatan dianggap sebagai bagian dari sistem saraf pusat. 

Sistem saraf tepi

Fungsi saraf tepi atau saraf perifer adalah mengirimkan informasi dari dan ke otak serta sumsum tulang belakang.

Saraf perifer memungkinkan Anda untuk bereaksi terhadap rangsangan dari lingkungan sekitar. Fungsi saraf tepi adalah untuk mengatur sensasi, pergerakan, dan juga koordinasi motorik. 

Jaringan saraf tepi menyebar dari saraf pusat ke area terluar tubuh, seperti kulit, untuk menjadi jalur penerimaan dan pengiriman rangsangan dari dan ke otak.

Sistem saraf tepi terdiri dari:

1. Sistem saraf somatik

Fungsi sistem saraf somatik adalah untuk menyampaikan informasi saraf sensorik dan motorik dari mata, telinga, kulit, dan otot ke saraf pusat.

Cara kerjanya adalah membuat otot berkontraksi, rileks, sehingga memungkinkan tubuh bergerak.

2. Sistem saraf otonom

Peran utamanya adalah untuk mengatur kelenjar dan organ tubuh tanpa usaha dan tidak disengaja. Sebagai contoh, aliran darah, detak jantung, pencernaan, dan juga pernapasan.

Jadi, saraf otonom dapat mengontrol aktivitas yang Anda lakukan tanpa harus memikirkannya. Ada dua cabang sistem saraf ini, yaitu:

  • Sistem simpatik, yang mempersiapkan tubuh untuk merespon dan mengeluarkan energi saat terjadi ancaman. Contohnya, mengaktifkan kelenjar keringat, meningkatkan aliran darah ke otot, meningkatkan laju pernapasan, dan lain-lainnya.
  • Sistem parasimpatis, yang membantu menjaga fungsi tubuh agar tetap normal. Sebagai contoh, setelah ancaman berlalu, sistem ini memperlambat detak jantung dan menjaga pernapasan.

Macam-macam gangguan pada sistem saraf

Layaknya bagian tubuh lain, gangguan atau penyakit tertentu dapat memengaruhi fungsi sistem saraf Anda. Kerusakan atau penyakit pada  saraf bisa menyulitkan proses  mengirim dan menerima pesan.

Sebagai contoh cedera pada saraf bisa membuat Anda merasakan nyeri kronis ataupun sebaliknya, mengalami mati rasa sehingga tidak bisa merasakan sensasi nyeri.

Cedera saraf juga bisa menyebabkan sensasi kesemutan yang memunculkan rasa kebas dan seperti tertusuk jarum.

Berikut adalah beberapa penyebab paling umum gangguan atau kerusakan saraf:

1. Infeksi dan peradangan

Ada beberapa penyakit yang bisa menjadi penyebab gangguan saraf. Sebagai contoh, infeksi, kanker, diabetes, lupus, hingga rematik.

Diabetes dapat menyebabkan neuropati diabetik, sehingga membuat Anda merasa kesemutan dan nyeri pada area kaki.

2. Stroke

Penyebab stroke adalah ketika salah satu pembuluh darah pada otak tersumbat dan pecah. Produksi darah yang kurang bisa menyebabkan sebagian otak mati.

Maka dari itu, tubuh tidak dapat mengirim pesan melalui saraf. Stroke dapat menyebabkan kerusakan saraf yang ringan hingga parah.

3. Cedera

Gangguan sistem saraf juga bisa terjadi karena cedera kecelakaan, sehingga mengakibatkan saraf terjepit, tegang, atau bahkan terpotong. Selain itu, tabrakan dan jatuh juga bisa merusak sistem saraf pada semua bagian tubuh tanpa terkecuali.

4. Tekanan

Jaringan saraf yang terjepit atau tertekan mengakibatkan sirkulasi darah tidak lancar. Untuk itu, cara kerja saraf pun terganggu. Biasanya, penyebabnya adalah penggunaan berlebihan, tumor, hingga masalah pada area panggul.

5. Paparan Zat beracun

Obat kemoterapi, obat terlarang, alkohol, dan zat beracun juga bisa menyebabkan neuropati perifer atau kerusakan jaringan saraf manusia.

Apabila Anda mempunyai riwayat penyakit ginjal, ini meningkatkan kemungkinan kerusakan saraf karena ginjal sulit menyaring racun.

6. Penuaan

Usia bertambah menyebabkan sinyal neuron tidak lagi secepat dulu. Jadi, mungkin Anda bisa merasakan gerak refleks melambat. Sebagian orang juga bisa mengalami mati rasa pada area tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya. 

Cara menjaga kesehatan sistem saraf

Agar tubuh berfungsi dengan baik, Anda perlu memastikan  jaringan sistem saraf bekerja seperti yang seharusnya. 

Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, makan makanan bergizi, mengonsumsi vitamin neurotropik, mendapatkan asupan vitamin B12, dan hindari obat-obatan terlarang.

Salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan sistem saraf adalah menghindari penyakit yang menjadi faktor risiko kerusakan jaringan saraf.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai jaringan dan fungsi sistem saraf manusia, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

masalah sarafsistem sarafhidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved