Mengenal Sistem Limbik pada Otak Manusia dan Penyakit yang Menyertainya


Sistem limbik bisa dibilang merupakan sistem utama yang mengatur fungsi otak. Dengan amigdala sebagai pusatnya, sistem limbik membantu mengatur emosi, memori (ingatan), dan perilaku seseorang.

0,0
sistem limbik adalahSistem limbik mengatur emosi, memori, dan perilaku
Otak merupakan organ yang sangat kompleks. Otak berperan mengontrol dan mengoordinasi segala gerakan, emosi, bahkan detak jantung Anda. Bagian utama otak yang berperan penting dalam mengatur emosi dan memori adalah sistem limbik. Kenali lebih jauh tentang sistem limbik pada otak manusia melalui penjelasan berikut ini.

Struktur sistem limbik dan fungsinya 

Sistem limbik bisa dibilang adalah bagian utama yang mengatur fungsi otak.Sistem limbik adalah sekelompok struktur yang saling berhubungan untuk mengatur emosi, memori, dan perilaku. Sistem limbik terletak di lobus temporal medial otak, dekat dengan pusat otak.Sistem limbik terdiri atas sejumlah struktur yang memiliki fungsinya masing-masing, yaitu.

1. Hipotalamus 

Hipotalamus adalah bagian dari sistem limbik yang mengendalikan respons emosional. Selain itu, hipotalamus juga terlibat dalam respons seksual, pelepasan hormon, dan pengaturan suhu tubuh.

2. Hipokampus

Hipokampus berperan dalam pembentukan dan penyimpanan ingatan atau memori jangka panjang. Hipokampus membantu melestarikan dan mengambil ingatan, yang mencakup semua pengetahuan dan pengalaman di masa lalu. Jika Anda kehilangan sebagian besar fungsi sistem limbik, tetapi masih memiliki hipokampus, Anda hanya akan memiliki memori jangka panjang dan tidak dapat merekam memori baru. Pada penyakit Alzheimer, hipokampus merupakan area pertama yang terdampak dan bisa meluas seiring berjalannya waktu.

3. Forniks

Forniks adalah sekelompok akson (bagian dari sel saraf) yang menghubungkan hipokampus ke bagian lain di sistem limbik. Forniks juga bertanggung jawab untuk mengantarkan sinyal antara badan mammillary (salah satu bagian otak), inti septum, dan hipokampus. 

4. Amigdala

Amigdala adalah pusat sistem limbik yang berperan dalam memori jangka panjang. Amigdala berbentuk oval dan terletak di dalam lobus temporal otak. Bagian ini berhubungan erat dengan hipotalamus, hipokampus, dan gyrus cingulate.Tak hanya memori jangka panjang, amigdala juga terlibat dalam berbagai fungsi otak, termasuk pembelajaran, emosi, dan memori. Amigdala membantu mengoordinasikan respons terhadap hal-hal yang berada di lingkungan Anda, terutama yang memicu respons emosi. Amigdala memproses emosi, seperti ketakutan, kecemasan, kemarahan, kesenangan, dan motivasi.Selain itu, amigdala juga terlibat dalam proses penciuman sebagai respons dari sistem dan indra penciumanKerusakan atau kerja abnormal pada amigdala bisa menyebabkan berbagai kondisi klinis, termasuk keterlambatan perkembangan, depresi, kecemasan, dan autisme. 

5. Korteks limbik

Korteks limbik adalah bagian dari sistem limbik yang memengaruhi suasana hati, motivasi, dan penilaian seseorang.Korteks limbik terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:
  • Gyrus cingulate, berperan dalam memproses pengalaman emosional yang disadari
  • Cingulate parahippocampal, berperan sebagai penghubung penting dari sistem limbik.

Gangguan pada sistem limbik, apa dampaknya bagi tubuh?

Sistem limbik sangat berperan dalam emosi, memori, dan perilaku seseorang. Masalah pada sistem limbik dapat mengganggu fungsi dari tiap strukturnya dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Menurut Indian Journal of Psychiatry, beberapa gangguan kesehatan atau penyakit yang mungkin terjadi akibat gangguan pada sistem limbik, antara lain:
  • Epilepsi lobus temporal, yakni penyakit yang disebabkan oleh sklerosis hipokampus.
  • Ensefalitis limbik, yakni sindrom paraneoplastik yang menyebabkan ataksia, gerakan tidak sadar, demensia, dan kehilangan memori.
  • Demensia, yakni sindrom menurunnya kemampuan kognitif akibat penyakit degeneratif, yang dapat berujung pada Alzheimer
  • Gangguan kecemasan, yakni gangguan akibat kegagalan cingulate anterior dan hipokampus untuk mengubah aktivitas amigdala
  • Skizofrenia, yakni gangguan mental berupa ketidakmampuan menafsirkan realitas, seperti halusinasi dan delusi 
  • Gangguan afektif, yakni gangguan kejiwaan yang memengaruhi suasana hati penderitanya, bipolar misalnya
  • Attention deficit disorder (ADD), yakni kondisi yang memengaruhi perilaku, seperti mudah gelisah dan kesulitan berkonsentrasi
  • Sindrom Kluver-Bucy, yakni penyakit yang menyebabkan penderitanya tidak bisa mengenal objek secara visual, memasukkan barang-barang tidak biasa ke mulut (hiperoralitas), dan hiperseksualitas
  • Psikosis Korsakoff, yakni sindrom yang menyebabkan masalah dalam mempelajari informasi baru, ketidakmampuan mengingat kejadian baru, dan kesenjangan memori jangka panjang.
  • Autisme, yakni gangguan kognisi sosial. 
Fungsi sistem limbik sangat penting dalam mengelola emosi, perilaku, dan memori manusia. Gangguan pada sistem limbik juga sangat mungkin terjadi dan mengakibatkan berbagai penyakit serius. Gangguan ini dapat terjadi sebagai kombinasi dari berbagai faktor, termasuk cedera, penuaan, maupun penyakit lain. Untuk itu, menjaga kesehatan otak dan mental menjadi sangat penting. Menjaga pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, dan menghindari stres bisa menjadi cara menjaga kesehatan otak dan mental.Jika masih ada pertanyaan seputar sistem limbik atau fungsi bagian otak lainnya, Anda juga bisa berkonsultasi secara online dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
kesehatan otakpenyakit otakfungsi otak kanan
BrightFocus Foundation. https://www.brightfocus.org/alzheimers/infographic/brain-anatomy-and-limbic-system
Diakses pada 12 Agustus 2021
Mediline Plus. https://medlineplus.gov/ency/imagepages/19244.htm
Diakses pada 12 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-part-of-the-brain-controls-emotions#the-limbic-system
Diakses pada 12 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/hippocampus#1
Diakses pada 12 Agustus 2021
The Indian Journal of Psychiatry. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2917081/
Diakses pada 12 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait