Mekanisme Sistem Imun (Daya Tahan Tubuh) dan Cara Meningkatkannya selama Pandemi


Sistem imun yang kuat membantu tubuh untuk terhindar dari berbagai penyakit. Daya tahan tubuh yang kuat perlu diusahakan. Artinya, Anda perlu menjalani pola hidup sehat, makan makanan bergizi, hingga minum suplemen bila perlu.

0,0
sistem imun dan kekebalan tubuh manusiaSistem imun membantu tubuh melawan penyakit
Di masa pandemi Covid-19 ini, istilah sistem imun atau sistem kekebalan tubuh tampaknya semakin familier di kalangan masyarakat. Namun, tahukah Anda bagaimana sebenarnya sistem kekebalan tubuh ini bekerja dan bagaimana cara meningkatkan sistem imun tubuh? Simak penjelasannya berikut ini!

Apa itu sistem imun?

Sel darah putih memiliki peranan penting dalam sistem imun manusia
Sel darah putih memiliki peranan penting dalam sistem imun manusia
Sistem imun (sistem kekebalan tubuh) adalah serangkaian komponen yang terdiri atas sel, jaringan, organ, dan protein yang bekerja sama menyerang mikroorganisme asing yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Mikroorganisme ini, atau disebut patogen, antara lain bakteri, virus, jamur, racun yang dihasilkan oleh mikroba.  Salah satu komponen penting dalam sistem imun adalah sel darah putih (leukosit). Jenis sel darah putih yang berperan dalam daya tahan tubuh, antara lain:

1. Fagosit

Fagosit berperan “memakan” mikroorganisme berbahaya. Melansir dari laman National Cancer Institute, fagosit terdiri atas 3 jenis, yakni neutrofil, monosit, dan makrofag.Salah satu jenis fagosit, yakni neutrofil, bertugas melawan infeksi bakteri. Itu sebabnya, dokter kerap meminta pemeriksaan neutrofil, lewat tes darah lengkap untuk memastikan infeksi bakteri.Infeksi bakteri membuat kadar neutrofil dalam tubuh melebihi batas normal. Sementara itu, yang lainnya bertugas memastikan tubuh memiliki respons menyerang yang baik. 

2. Limfosit

Secara umum, fungsi limfosit adalah mengingat dan menghancurkan mikroorganisme berbahaya. Limfosit terdiri atas dua jenis, yakni limfosit B dan limfosit T. Limfosit B terbentuk di sumsum tulang belakang. Sementara, limfosit T akan menuju kelenjar timus, untuk proses pematangan.Limfosit B bertugas untuk menemukan patogen dan mengingatnya. Setelah itu, limfosit T akan bertugas menghancurkan penyebab penyakit tersebut. 

Bagaimana mekanisme kerja sistem imun?

Demam dan peradangan merupakan tanda daya tahan tubuh sedang melawan penyakit
Demam dan peradangan merupakan tanda daya tahan tubuh sedang melawan penyakit
Sistem kekebalan tubuh akan mulai bekerja ketika ada mikroorganisme asing masuk ke dalam tubuh (patogen). Patogen asing ini kemudian masuk ke tubuh, dan tubuh mengenalinya sebagai antigen.Saat antigen terdeteksi, limfosit B dari sumsum tulang belakang akan membuat semacam protein yang disebut antibodi (imunoglobulin).Antibodi inilah yang akan mengenali dan mengunci antigen mikroorganisme berbahaya tersebut.Selanjutnya, limfosit T dari kelenjar timus akan bekerja untuk menghancurkan antigen berbahaya tersebut. Itulah sebabnya, limfosit T (sel T) disebut juga sebagai sel pembunuh. Selain itu, sel T ini juga berperan memberi sinyal pada sel lain, seperti fagosit untuk melakukan tugasnya, yakni melakukan perlawanan. Beberapa respons sistem imun terhadap penyakit, antara lain peradangan, kelelahan, dan demam.Kemampuan serangkaian sistem imun dalam melindungi tubuh dari penyakit inilah yang disebut dengan imunitas tubuh. Ketika tubuh sudah membentuk antibodi terhadap mikroorganisme tertentu, antibodi ini akan berada dalam tubuh selama beberapa waktu. Dengan begitu, jika mikroorganisme yang sama kembali menyerang tubuh, antibodi ini sudah siap untuk melawannya.Itulah sebabnya, Anda mungkin akan menjadi kebal terhadap suatu penyakit jika pernah mengalaminya. Artinya, Anda tidak terinfeksi dua kali. Atau, kalaupun terinfeksi gejalanya mungkin lebih ringan.Hal itu merupakan kerja dari sistem daya tahan tubuh Anda yang telah mengingat “musuh” dengan menciptakan antibodi.Mekanisme ini pulalah yang menjadi konsep dasar vaksin untuk mencegah penyakit. Vaksinasi atau imunisasi memperkenalkan tubuh pada antigen, tanpa harus melalui proses sakit.Vaksin yang masuk ke tubuh telah didesain sedemikian rupa, sehingga tubuh tetap membuat antibodi, sekalipun Anda tidak terkena virus atau penyebab penyakitnya secara langsung. Dengan demikian, daya tahan tubuh Anda siap untuk melindungi tubuh dari penyakit di waktu yang akan datang.

Cara meningkatkan daya tahan tubuh

Meskipun berperan menjaga tubuh dari serangan penyakit, sistem imun tubuh manusia perlu dipelihara dan diperkuat agar mampu menjalankan fungsinya dengan baik.Pola makan dan gaya hidup sehat turut andil dalam memperkuat imunitas tubuh terhadap serangan mikroorganisme berbahaya penyebab penyakit.Berikut ini beberapa cara meningkatkan daya tahan tubuh yang dapat Anda lakukan.

1. Tidur cukup

Tidur cukup untuk meningkatkan imun tubuh
Tidur cukup membantu daya tahan tubuh tetap terjaga
Kualitas tidur sering kali dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian menyatakan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari 6 jam sehari lebih rentan terhadap penyakit, termasuk flu. Istirahat yang cukup dapat memperkuat kekebalan tubuh secara alami. Untuk itu, Anda disarankan untuk tidur minimal 7 jam atau lebih setiap malam. Selain itu, ketika sakit Anda juga disarankan untuk tidur lebih banyak agar sistem kekebalan tubuh bisa fokus untuk melawan penyakit.  

2. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Makanan dengan gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein nabati dan hewani, vitamin, dan mineral dibutuhkan untuk menjalankan fungsi tubuh dan menunjang kesehatan. Tidak hanya itu, untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, beberapa komponen nutrisi yang tidak boleh dilewatkan.Beberapa nutrisi yang penting untuk meningkatkan sistem imun, antara lain:
  • Antioksidan berfungsi mengurangi peradangan dan mencegah radikal bebas penyebab penyakit. Anda bisa mendapatkannya dari buah dan sayur.
  • Serat dapat membantu pertumbuhan bakteri baik di usus, yang berguna bagi daya tahan tubuh.
  • Vitamin C yang berasal dari buah dan sayur dapat memperkuat tubuh dan mempercepat. 
  • Lemak sehat seperti omega-3, yang berasal dari minyak zaitun dan salmon.
  • Probiotik, yang berasal dari makanan fermentasi, seperti yogurt. 

3. Batasi konsumsi gula

Konsumsi gula tambahan maupun karbohidrat secara berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah dan kelebihan berat badan.  Hal ini dapat memicu diabetes dan obesitas yang semakin membuat Anda rentan terhadap serangan penyakit. Untuk itu, membatasi asupan gula dapat mengurangi risiko peradangan dan membantu penurunan berat badan hingga mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung.

4. Rutin berolahraga

Olahraga rutin tingkatkan daya tahan tubuh
Olahraga rutin tingkatkan imunitas tubuh
Rutin berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, olahraga teratur juga dapat membantu mengurangi peradangan dan membantu sel kekebalan tubuh beregenerasi secara teratur.Berolahragalah setidaknya 20-30 menit setiap harinya. 

5. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Minum yang cukup sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mencegah dehidrasi dan menunjang kesehatan secara keseluruhan.Biasakan minum minimal dua liter air dalam sehari. 

6. Hindari stres

Stres dapat berisiko menurunkan sistem imun tubuh Anda. Stres dapat meningkatkan peradangan dan ketidakseimbangan fungsi sel kekebalan tubuhItu sebabnya, menghindari stres dan kecemasan merupakan salah satu kunci hidup sehat. 

Catatan dari SehatQ

Konsumsi suplemen atau vitamin untuk daya tahan tubuh, jika dibutuhkan, juga dapat membantu. Akan tetapi, dibanding suplemen, menjalani gaya hidup sehat akan jauh lebih baik dalam menjaga imunitas tubuh untuk jangka panjang.Dibutuhkan waktu untuk membangun daya tahan tubuh yang baik. Itu sebabnya, Anda perlu rutin dan konsisten untuk mempertahankan pola hidup sehat yang Anda jalani. Di masa pandemi Covid-19, menjaga dan meningkatkan sistem imun menjadi hal penting yang harus diperhatikan, selain tetap menjalankan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.Dengan imunitas tubuh yang baik, tubuh akan terhindar dari infeksi berbagai mikroorganisme berbahaya penyebab penyakit, termasuk virus SARS-Cov-2 penyabab Covid-19. Jika Anda ingin berkonsultasi tentang sistem imun atau rekomendasi produk untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Anda bisa mengunjungi toko SehatQ atau berkonsultasi online menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
kekebalan tubuhimunoglobulinhidup sehatimunitas turunpola hidup sehat
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/immune.html
Diakses pada 28 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-to-boost-immune-health
Diakses pada 28 Juli 2021
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/the-immune-system
Diakses pada 28 Juli 2021
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/phagocyte
Diakses pada 28 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait