logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Mekanisme Sistem Imun (Daya Tahan Tubuh) dan Cara Meningkatkannya selama Pandemi

open-summary

Sistem imun adalah pertahanan tubuh dalam melawan patogen atau mikroorganisme jahat. Fungsinya adalah untuk mencegah terjadinya infeksi dan penyakit. Sangat penting untuk menjaga imunitas dengan berbagai cara yang ada di artikel ini.


close-summary

28 Jul 2021

| Yanita Nur Indah Sari

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

sistem imun dan kekebalan tubuh manusia

Sistem imun membantu tubuh melawan penyakit

Table of Content

  • Apa itu sistem imun?
  • Macam-macam sistem imun dalam tubuh
  • Bagian-bagian sistem imunitas alami
  • Bagaimana mekanisme kerja sistem imun?
  • Cara meningkatkan kekebalan tubuh
  • Catatan dari SehatQ

Di masa pandemi Covid-19, istilah sistem imun atau sistem kekebalan tubuh semakin familier di kalangan masyarakat. Namun, tahukah Anda bagaimana sebenarnya mekanisme, cara kerja, dan bagaimana meningkatkan sistem imun tubuh? Simak penjelasannya berikut ini!

Advertisement

Apa itu sistem imun?

Sel darah putih memiliki peranan penting dalam sistem imun manusia
Sel darah putih memiliki peranan penting dalam sistem imun manusia

Sistem imun atau kekebalan tubuh adalah serangkaian sel, jaringan, organ, dan protein. Komponen ini bekerja sama menyerang mikroorganisme asing yang dianggap berbahaya bagi tubuh.

Mikroorganisme atau patogen, antara lain bakteri, virus, jamur, serta racun yang dihasilkan oleh mikroba.

Mengutip Cleveland Clinic, sistem kekebalan tubuh ini berfungsi untuk membuat tubuh tetap sehat. Perannya adalah menjauhkan serta menghancurkan kuman, atau membatasi tingkat bahayanya.

Salah satu komponen penting dalam sistem imun adalah sel darah putih (leukosit). Jenis sel darah putih yang berperan dalam daya tahan tubuh, antara lain:

1. Fagosit

Fagosit berfungsi untuk “memakan” mikroorganisme berbahaya. Melansir dari laman National Cancer Institute, fagosit terdiri atas 3 jenis, yakni neutrofil, monosit, dan makrofag.

Salah satu jenis fagosit, yaitu neutrofil, bertugas melawan infeksi bakteri. Itu sebabnya, dokter kerap meminta pemeriksaan neutrofil, lewat tes darah lengkap untuk memastikan infeksi bakteri.

Infeksi bakteri membuat kadar neutrofil dalam tubuh melebihi batas normal. Sementara itu, yang lainnya bertugas memastikan tubuh memiliki respon menyerang.

2. Limfosit

Secara umum, fungsi limfosit adalah mengingat dan menghancurkan mikroorganisme berbahaya. Limfosit terdiri atas dua jenis, yakni limfosit B dan limfosit T.

Limfosit B terbentuk di sumsum tulang belakang. Sementara, limfosit T akan menuju kelenjar timus, untuk proses pematangan.

Dalam sistem imun, limfosit B berfungsi untuk menemukan patogen dan mengingatnya. Setelah itu, limfosit T akan bertugas menghancurkan penyebab penyakit tersebut. 

Baca Juga

  • Manfaat Jantung Pisang yang Terbukti Secara Ilmiah, Apa Saja?
  • Mengenal Manfaat Forest Bathing yang Baik Bagi Kesehatan Mental
  • Ini Cara Membesarkan Pinggul Secara Alami Lewat Olahraga

Macam-macam sistem imun dalam tubuh

Setiap orang mempunyai pertahanan tubuh yang berbeda-beda. Akan tetapi, umumnya daya tahan tubuh menjadi lebih kuat di usia dewasa.

Alasannya adalah karena tubuh telah terpapar berbagai macam patogen, sehingga kekebalan tubuh pun berkembang. Berikut adalah beberapa macam sistem imun, yaitu:

1. Imun aktif

Sistem kekebalan tubuh aktif atau adaptif ini terjadi secara alami dan juga mengalami perkembangan sepanjang hidup.

Anda bisa mendapatkannya melalui paparan penyakit atau vaksin. Jadi, penyakit bisa memicu sistem imun menghasilkan antibodi khusus. Nantinya, bermanfaat untuk melawan penyakit.

Kekebalan aktif atau adaptif ini bisa bertahan lama, kemungkinan bisa sampai seumur hidup.

Sebaiknya, perhatikan apakah Anda telah mendapatkan vaksin yang dibutuhkan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.

2. Innate immunity

Innate immunity atau sistem kekebalan bawaan adalah garis pertahanan pertama saat melawan patogen. Sebagai contoh, kulit, selaput lendir, hingga usus.

Apabila patogen berhasil menghindari sistem imun bawaan, barulah imun adaptif akan muncul.

3. Sistem imun pasif

Pertahanan tubuh ini diberikan untuk seseorang dan hanya mempunyai jangka waktu yang singkat. Sebagai contoh, antibodi dalam ASI yang diberikan ibu kepada bayi.

Selain itu, orang juga bisa mendapatkan kekebalan pasif melalui globulin imun (darah yang mengandung antibodi). Dapat dikatakan bahwa imun pasif mampu melindungi tubuh dengan cepat, sedangkan imun aktif membutuhkan waktu lebih lama.

Bagian-bagian sistem imunitas alami

Sistem imunitas manusia terdiri dari kumpulan sel dan organ yang kompleks. Berbagai komponen ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari partikel jahat serta mengurangi gejala dari penyakit.

Selain sel darah putih, ada bagian-bagian lainnya dari sistem kekebalan tubuh alami, yaitu:

1. Kelenjar getah bening

Ini adalah kelenjar kecil yang fungsinya adalah menyaring dan menghancurkan kuman agar tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Bagian dari sistem limfatik ini ada di seluruh tubuh termasuk leher, ketiak, dan selangkangan. Pembengkakan kelenjar getah bening adalah tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi.

2. Limpa

Organ limpa menyimpan sel darah putih sebagai bentuk pertahanan tubuh dari partikel asing. Bagian dari sistem imun ini juga berfungsi utnuk menyaring darah sekaligus menghancurkan sel darah merah tua dan rusak.

3. Amandel dan kelenjar gondok

Berada di area tenggorokan, kedua bagian sistem imun ini dapat menghasilkan antibodi untuk melindungi tubuh dari partikel asing. Ini bisa mencegah terjadinya infeksi tenggorokan dan paru-paru.

4. Timus

Timus adalah kelenjar kecil di dada bagian atas dan di bawah tulang dada. Ini berfungsi untuk mematangkan jenis sel darah putih dan mengenali mikroorganisme berbahaya, sehingga saat muncul kembali tubuh dapat mengatasinya.

5. Sumsum tulang

Sumsum tulang berfungsi untuk membuat miliaran sel darah baru setiap harinya, lalu melepaskannya ke dalam aliran darah.

Bagaimana mekanisme kerja sistem imun?

Demam dan peradangan merupakan tanda daya tahan tubuh sedang melawan penyakit
Demam dan peradangan merupakan tanda daya tahan tubuh sedang melawan penyakit

Sistem kekebalan tubuh akan mulai bekerja ketika ada mikroorganisme asing masuk ke dalam tubuh (patogen). Patogen asing ini kemudian masuk ke tubuh, dan tubuh mengenalinya sebagai antigen.

Saat antigen terdeteksi, limfosit B dari sumsum tulang belakang, membuat semacam protein yang disebut antibodi. Antibodi inilah yang akan mengenali dan mengunci antigen mikroorganisme berbahaya tersebut.

Selanjutnya, limfosit T dari kelenjar timus akan bekerja untuk menghancurkan antigen berbahaya. Itulah sebabnya, limfosit T (sel T) disebut juga sebagai sel pembunuh. 

Selain itu, sel T ini juga berperan memberi sinyal pada sel lainnya, seperti fagosit untuk melakukan tugasnya, yaitu melakukan perlawanan.

Beberapa respon sistem imun terhadap penyakit, antara lainnya peradangan, kelelahan, dan demam. Kemampuan dalam melindungi tubuh dari penyakit inilah yang disebut dengan imunitas tubuh. 

Ketika tubuh sudah membentuk antibodi terhadap mikroorganisme tertentu, antibodi ini akan berada dalam tubuh selama beberapa waktu.

Jika mikroorganisme yang sama kembali menyerang tubuh, antibodi sudah siap untuk melawannya.

Itulah sebabnya, Anda mungkin menjadi kebal terhadap suatu penyakit, jika pernah mengalaminya. Apabila terinfeksi kembali, kemungkinan hanya akan mengalami gejala ringan.

Cara meningkatkan kekebalan tubuh

Berfungsi menjaga tubuh dari serangan penyakit, Anda juga perlu memelihara sistem imun agar mampu menjalankan perannya dengan baik.

Pola makan dan gaya hidup sehat turut andil dalam memperkuat imunitas tubuh terhadap serangan mikroorganisme berbahaya. Berikut ini beberapa cara meningkatkan daya tahan tubuh, seperti:

1. Tidur cukup

Tidur cukup untuk meningkatkan imun tubuh
Tidur cukup membantu daya tahan tubuh tetap terjaga

Kualitas tidur juga berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian menyatakan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari 6 jam sehari, lebih rentan terhadap penyakit.

Istirahat yang cukup dapat memperkuat sistem imun secara alami. Untuk itu, Anda disarankan untuk tidur minimal 7 jam setiap malam. Apabila sakit, Anda juga disarankan tidur lebih lama sebagai cara untuk melawan penyakit.  

2. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Makanan dengan gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein nabati dan hewani, vitamin, dan mineral dibutuhkan untuk menjalankan fungsi tubuh dan menjaga kesehatan. 

Tidak hanya itu, untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, ada beberapa komponen nutrisi yang tidak boleh dilewatkan, seperti:

  • Antioksidan,mengurangi peradangan dan mencegah radikal bebas. Anda bisa mendapatkannya dari buah dan sayur.
  • Serat, dapat membantu pertumbuhan bakteri baik di usus dan bermanfaat bagi daya tahan tubuh.
  • Vitamin C, berasal dari buah dan sayur dapat memperkuat sistem imun. 
  • Lemak sehat, seperti omega-3, yang berasal dari minyak zaitun dan salmon.
  • Probiotik, berasal dari makanan fermentasi, seperti yogurt. 

3. Batasi konsumsi gula

Konsumsi gula atau karbohidrat secara berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah dan kelebihan berat badan. 

Hal ini dapat memicu diabetes dan obesitas yang membuat Anda rentan terhadap penyakit. 

Untuk itu, coba membatasi asupan gula untuk mengurangi risiko peradangan dan mengurangi risiko diabetes serta penyakit jantung.

4. Rutin berolahraga

Olahraga rutin tingkatkan daya tahan tubuh
Olahraga rutin tingkatkan imunitas tubuh

Rutin berolahraga dapat meningkatkan sistem imun. Selain itu, olahraga teratur juga dapat membantu mengurangi peradangan dan membantu sel kekebalan tubuh beregenerasi secara teratur. Berolahragalah setidaknya 20-30 menit setiap harinya.

5. Menjaga cairan tubuh

Jangan lupa untuk menjaga asupan cairan, seperti minum air mineral. Manfaatnya adalah mencegah dehidrasi dan menunjang kesehatan secara keseluruhan. Biasakan minum minimal dua liter air dalam sehari. 

6. Hindari stres

Stres dapat berisiko menurunkan sistem imun, meningkatkan peradangan, dan ketidakseimbangan fungsi sel kekebalan. Itu sebabnya, lakukan hal yang membuat Anda bahagia untuk menghindari stres dan kecemasan.

Catatan dari SehatQ

Perlu waktu untuk membangun sistem imun dalam tubuh. Itu sebabnya, Anda perlu rutin dan konsisten mempertahankan pola hidup sehat.

Konsumsi suplemen atau vitamin untuk daya tahan tubuh,juga dapat membantu. Akan tetapi, menjalani gaya hidup sehat akan jauh lebih baik dalam menjaga imunitas tubuh jangka panjang.

Di masa pandemi Covid-19, menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh menjadi hal penting. Tentunya, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.

Dengan imunitas yang baik, tubuh akan terhindar dari infeksi mikroorganisme berbahaya penyebab penyakit, termasuk virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19. 

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai cara kerja sistem imun dalam tubuh, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

kekebalan tubuhimunoglobulinhidup sehatimunitas turunpola hidup sehatpenyakit autoimun

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved