Sirosis Hati: Penyebab, Gejala, Serta Cara Menanganinya


Sirosis hati adalah kondisi terbentuknya jaringan parut atau scar di liver. Kondisi ini terjadi pada tahap penyakit liver kronis yang sangat parah.

(0)
17 Dec 2020|Azelia Trifiana
Sirosis hati merupakan kondisi ketika hati dipenuhi jaringan parutSirosis hati adalah kondisi ketika hati dipenuhi jaringan parut
Sirosis hati adalah kondisi terbentuknya jaringan parut atau scar di liver. Kondisi ini terjadi pada tahap penyakit liver kronis yang sangat parah. Umumnya, penyebabnya adalah paparan jangka panjang terhadap zat beracun seperti alkohol dan infeksi virus.Ketika sudah pada tahap sirosis, fungsi liver penderita kondisi ini sudah sangat menurun. Untuk mencegahnya, bisa dengan menghindari alkohol berlebih, makan bergizi, serta beraktivitas seksual yang aman.

Bagaimana sirosis hati terbentuk?

Hati atau liver adalah organ yang fungsinya memetabolisme berbagai hal yang masuk ke dalam tubuh. Sirosis terjadi ketika hati sudah kewalahan menangani kerusakan sel terus menerus dalam jangka panjang akibat konsumsi alkohol atau infeksi virus.Tumpukan sel rusak yang tak bisa diregenerasi menyebabkan luka dan timbulnya jaringan parut di liver.Sirosis mengakibatkan hati mengkerut dan mengeras. Akibatnya, aliran darah bernutrisi sulit mengalir ke liver.Ketika aliran darah dari organ pencernaan ke hati terhambat, ada kemungkinan hipertensi pada pembuluh darah dan membuatnya pecah.

Penyebab sirosis hati

bir dan hati
Konsumsi alkohol berlebih bisa memciu sirosis
Faktor risiko seperti obesitas dapat menjadi pemicu terjadinya sirosis hati, utamanya apabila terjadi bersamaan dengan penyebab utama seperti:
  • Infeksi virus

Paparan infeksi virus penyebab hepatitis yang paling berbahaya yaitu hepatitis C adalah penyebab terjadinya sirosis hati. Jenis hepatitis ini bersifat kronis sehingga bisa terjadi dalam jangka panjang.Virus hepatitis C bisa tertular lewat kontak langsung dari aktivitas seksual. selain itu, paparan terhadap darah yang telah terinfeksi virus juga bisa menyebabkan seseorang tertular.Ini juga berlaku pada penggunaan alat yang berhubungan dengan darah seperti jarum. Sangat mungkin seseorang terinfeksi hepatitis C karena menggunakan jarum tato atau tindik yang telah digunakan penderita hepatitis sebelumnya.
  • Konsumsi alkohol

Lebih banyak mendatangkan dampak negatif ketimbang positif, konsumsi alkohol berlebihan juga merupakan pemicu terjadinya sirosis hati. Kerusakan hati ini bisa terjadi pada perempuan yang mengonsumsi lebih dari 2 minuman beralkohol setiap harinya, serta 3 minuman untuk laki-laki. Ini bisa menjadi pemicu apabila terjadi selama bertahun-tahun.Meski demikian, kadar toleransi terhadap alkohol pada tiap individu berbeda-beda. Umumnya, sirosis hati yang dipicu konsumsi alkohol berlebih terjadi karena kebiasaan yang berlangsung selama 10-12 tahun.Selain kedua penyebab di atas, faktor lain yang juga bisa memicu sirosis hati adalah:
  • Hepatitis B
  • Hepatitis D berkaitan dengan hepatitis B
  • Penyakit autoimun
  • Kerusakan kantung empedu
  • Gangguan fungsi tubuh mengolah zat besi dan copper
  • Konsumsi obat seperti acetaminophen, antibiotik, dan antidepresan terutama jika dalam jangka waktu yang lama

Mengenali gejala sirosis hati

Gejala sirosis hati muncul karena organ ini tak lagi bisa menyaring darah, memecah racun, hingga membantu penyerapan lemak. Kerap kali, tidak ada gejala signifikan yang muncul hingga masalah sudah menjadi cukup parah.Beberapa gejala yang bisa terjadi adalah:
  • Nafsu makan turun drastis
  • Mimisan
  • Kulit berwarna kekuningan
  • Berat badan turun
  • Anoreksia
  • Tubuh terasa lesu
  • Kulit terasa gatal
  • Pembuluh darah berbentuk laba-laba di bawah kulit
Selain itu, beberapa gejala lain yang menunjukkan kondisinya sudah semakin serius adalah:
  • Kebingungan dan sulit fokus
  • Perut bengkak
  • Kaki bengkak
  • Impotensi
  • Tumbuh jaringan payudara pada laki-laki (gynecomastia)

Komplikasi dari sirosis hati

Komplikasi akibat sirosis hati sangat mungkin terjadi ketika darah sudah tak bisa lagi terdistribusi ke hati. Akibatnya, darah mencari jalur lewat pembuluh darah lain seperti pada esofagus. Kondisi ini disebut dengan varises esofagus. Sayangnya, pembuluh darah ini tidak didesain untuk menangani tekanan tinggi sehingga sangat mungkin bengkak hingga pecah.Beberapa komplikasi lain yang bisa terjadi di antaranya:
  • Kerap mengalami luka dan darah sulit berhenti
  • Sensitif terhadap konsumsi obat karena liver tak bisa menyaringnya
  • Gagal ginjal
  • Kanker hati
  • Resistensi insulin
  • Diabetes tipe 2
  • Batu empedu
  • Pembengkakan limfa
  • Edema
  • Kelainan kejiwaan akibat gangguan saraf seperti ensefalopati hepatik

Cara penanganan sirosis hati

Untuk mendiagnosis kondisi liver pasien, dokter akan melihat detail riwayat medis serta melakukan pemeriksaan fisik. Dengan cara ini, bisa diketahui apakah ada paparan alkohol, hepatitis C, atau penyakit autoimun.Penanganan sirosis hati bergantung pada penyebab serta seberapa parah kondisinya. Beberapa langkah yang akan dilakukan seperti:
  • Berhenti mengonsumsi alkohol
  • Pemberian obat penghambat beta untuk hipertensi pembuluh darah
  • Prosedur pengendali pendarahan
  • Antibiotik lewat cairan infus
  • Cuci darah
  • Diet rendah protein
Pilihan terakhir adalah transplantasi hati yang mungkin dilakukan apabila penanganan lain tidak berhasil. Selain itu, meski penyebab sirosis tidak ada hubungannya dengan konsumsi alkohol, seluruh pasien harus berhenti mengonsumsinya.

Pencegahan yang bisa dilakukan bisa dengan melakukan aktivitas seksual aman. Tujuannya untuk mencegah tertular virus hepatitis B atau C yang lebih berisiko menimbulkan sirosis. Imbangi pula dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar sirosis hati dan gaya hidup, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakithepatitis cpenyakit hati
Healthline. https://www.healthline.com/health/cirrhosis
Diakses pada 3 Desember 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cirrhosis/symptoms-causes/syc-20351487
Diakses pada 3 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/understanding-cirrhosis-basic-information
Diakses pada 3 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait