Sinusitis Maksilaris, Area Sekitar Hidung yang Paling Sering Bermasalah

Sinusitis terjadi ketika lubang yang disebut ostia menyebabkan sinus maksilaris tidak bisa mengalirkan cairan.
Sinus maksilaris adalah bagian yang sering terserang sinusitis

Salah satu jenis sinus paranasal atau sinus di rongga sekitar hidung adalah sinusitis maksilaris. Bedanya, dari seluruh sinus paranasal, sinusitis maksilaris memiliki area paling besar sekaligus paling rentan bermasalah. Masalah pada gigi juga bisa memicu keluhan pada sinusitis maksilaris.

Sinusitis terjadi ketika lubang yang disebut ostia menyebabkan sinus maksilaris tidak bisa mengalirkan cairan. Ostia yang berhubungan dengan sinusitis maksilaris kerap tersumbat karena lokasinya dekat dengan bagian atas sinusitis maksilaris sehingga proses pengeringannya lebih sulit.

Gejala masalah pada sinusitis maksillaris

Ciri utama seseorang menderita sinus kronis adalah ketika area di dalam hidung dan kepala membengkak dan meradang selama lebih dari 3 bulan. Bahkan, hal ini bisa terus berlangsung meski sudah diupayakan pengobatan.

Gejala yang terjadi ketika seseorang mengalami masalah dengan sinusitis maksilaris adalah:

  • Hidung tersumbat
  • Sulit bernapas lewat hidung
  • Area sekitar mata bengkak
  • Ada lendir kental di hidung
  • Nyeri di mata, pipi, hidung, dan dahi
  • Indera perasa dan penciuman berkurang
  • Nyeri telinga
  • Nyeri di gigi dan rahang atas
  • Napas berbau
  • Panas dalam

Faktor risiko pemicu masalah sinusitis maksilaris

Ada orang-orang yang lebih berisiko mengalami sinusitis maksilaris, seperti penderita:

  • Asma
  • Sensitif terhadap aspirin
  • Infeksi gigi
  • Masalah kekebalan tubuh
  • Alergi
  • Kerap terpapar polutan seperti asap rokok hingga thirdhand smoke
  • Polip hidung

Selain beberapa faktor risiko di atas, masalah pada sinusitis maksilaris juga bisa terjadi karena infeksi saluran napas, alergi, hingga masalah pada gigi. Ketika ada gigi yang bermasalah di dekat area sinus, bakteri atau jamur bisa masuk lewat rongga antara hidung dan mulut.

Masalah pada sinusitis maksilaris bisa menyebabkan komplikasi yang cukup serius. Meskipun langka, perlu diantisipasi kemungkinan komplikasi seperti:

  • Masalah penglihatan

Infeksi sinus yang menyebar hingga ke rongga sekitar mata bisa menyebabkan penglihatan kabur hingga kebutaan permanen

  • Infeksi

Meski lebih jarang, orang yang menderita masalah sinus kronis dapat mengalami peradangan membran dan cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meningitis). Tak hanya itu, risiko infeksi tulang atau infeksi kulit serius juga bisa terjadi.

Bisakah masalah sinusitis maksilaris dicegah?

Mengingat area sinusitis maksilaris paling rentan mengalami masalah ketimbang sinus lainnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan setidaknya untuk mengurangi risiko mengalami sinus kronis:

  • Hindari infeksi saluran pernapasan

Sebisa mungkin, hindari kontak dengan orang yang sedang sakit. Tak hanya itu, terapkan perilaku hidup bersih dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan.

  • Kelola alergi

Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter agar gejala sinusitis maksilaris yang dialami bisa terkendali. Apabila sudah tahu alergen apa yang memicu reaksi alergi, hindari semaksimal mungkin.

  • Hindari asap rokok dan polusi udara

Asap rokok dan polusi udara adalah hal yang harus dihindari orang yang bermasalah dengan sinusitis maksilaris. Tak hanya asap rokok sebagai perokok pasif saja, tapi juga residu asap rokok di perabotan hingga pakaian. Polusi udara bisa menyebabkan iritasi dan peradangan pada saluran pernapasan.

  • Gunakan humidifier

Apabila udara di rumah cenderung terlalu kering, gunakan humidifier agar kelembapan udara terjaga. Ketika udara lembap, maka sinusitis dapat dicegah. Ketika sudah menggunakan humidifier, pastikan selalu membersihkannya secara berkala.

Cara mengatasi masalah pada sinusitis maksilaris

Pengobatan untuk masalah pada sinusitis maksilaris bergantung pada gejala yang dialami penderitanya. Tidak perlu memberikan antibiotik kecuali hasil pemeriksaan menunjukkan ada infeksi akibat bakteri hingga perbatasan sinus dan area lainnya.

Umumnya, perawatan untuk masalah sinusitis maksilaris berupa pemberian dekongestan nasal hingga obat semprot untuk rongga hidung. Sekarang, sudah banyak tersedia obat dekongestan dalam bentuk semprot.

Sinusitis merupakan masalah pada sinusitis maksilaris yang paling sering terjadi. Untuk masalah ini, perlu ada pemberian antibiotik. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh bagi penderita sinusitis, termasuk mempertimbangkan riwayat medis selama ini.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-sinusitis/symptoms-causes/syc-20351661

Diakses 7 Mei 2020

Nature. https://www.nature.com/articles/sj.bdj.2011.47

Diakses 7 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-cure-sinus-permanently-2

Diakses 7 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/maxillary-sinus#1

Diakses 7 Mei 2020

Artikel Terkait