Sinus Aritmia, Kondisi yang Sebabkan Jantung Berdetak Tidak Teratur

Gejala sinus aritmia
Ada tiga tipe sinus aritmia, yakni sinus takikardia, sinus bradikardia, dan aritmia sinus pernapasan.

Anda pernah merasa was-was, saat merasakan jantung yang berdetak terlalu cepat atau lambat? Sinus aritmia berpotensi menjadi penyebabnya. Kondisi medis ini membuat jantung berdetak tidak teratur.

Apa itu sinus aritmia?

Berbeda dari rongga sinus pada hidung, sinus aritmia tidak ada hubungannya sama sekali dengan organ tersebut. Sinus yang dimaksud dalam kondisi medis ini, merujuk pada simpul sinoatrial atau sinus di jantung, pada serambi di sisi kanan jantung.

Kondisi ini umumnya bukan kondisi yang berbahaya. Ini adalah variasi detak jantung yang terjadi secara alami, dan itu tidak berarti Anda memiliki kondisi jantung yang serius. Faktanya, kondisi ini umum terjadi pada orang dewasa muda dan anak-anak yang sehat.

Kadang-kadang, sinus aritmia terjadi dengan kondisi lain yang disebut sinus bradikardia. Bradycardia atau detak jantung yang lambat, didiagnosis ketika ritme alami jantung Anda di bawah 60 denyut per menit. Jika denyut jantung rendah menghasilkan jeda panjang antara denyut, Anda mungkin menderita sinus bradikardia dengan sinus aritmia.

Beragam jenis sinus aritmia

Sinus pada jantung, dikenal sebagai “pengatur tempo” detak jantung. Sinus aritmia adalah kondisi medis yang menyebabkan jantung tidak berdetak normal. Sinus aritmia memiliki tiga tipe, yakni:

  • Sinus takikardia

Sinus takikardia adalah tipe dari sinus aritmia, yang menyebabkan jantung Anda berdetak lebih cepat. Setidaknya, jantung bisa berdetak lebih dari 100 kali setiap menitnya.

  • Sinus bradikardia

Berbeda dari sinus takikardia, sinus bradikadia ini membuat jantung Anda berdebar lebih pelan. Jika dihitung, jantung berdetak kurang dari 60 kali setiap menitnya.

  • Aritmia sinus pernapasan

Aritmia sinus pernapasan dianggap tidak berbahaya. Sinus aritmia jenis ini muncul, dan mengubah detak jantung, saat Anda menarik napas dan mengembuskan napas.

Saat Anda bernapas, jantung akan berdebar lebih kencang. Sementara itu ketika menghela napas, jantung akan berdebar lebih pelan. Itulah yang dinamakan aritmia sinus pernapasan.

Kondisi aritmia sinus pernapasan lebih sering ditemukan pada anak kecil. Biasanya, aritmia sinus pernapasan akan hilang dengan sendirinya, seiring bertambahnya usia.

Kalaupun memang muncul pada orang dewasa atau lanjut usia (lansia), biasanya hal ini disebabkan oleh penyakit jantung.

Gejala sinus aritmia

Orang yang hidup dengan sinus aritmia tidak merasakan gejala-gejala kardiovaskular. bahkan, para penderitanya bisa saja tidak pernah merasakan gejala apapun, sehingga kondisi ini tidak pernah bisa didiagnosis.

Jika mengetahui cara mendeteksi denyut nadi, Anda mungkin bisa merasakan dan mendetksi gejala sinus aritmia, yakni dengan merasakan adanya sedikit perubahan pada denyut nadi, saat Anda menarik dan menghela napas. Akan tetapi, perbedaannya sangat sedikit, hanya mesin saja yang bisa merasakan variasinya.

Gejala yang ditimbulkan dari tipe sinus aritmia juga berbeda. Berikut ini penjelasannya:

  • Sinus bradikardia: Karena jantung berdetak lambat, gejala seperti pusing, sesak napas, dan pingsan bisa terjadi.
  • Sinus takikardia: Palpitasi jantung (jantung berdebar dengan cepat), sakit kepala ringan, dan nyeri dada bisa terjadi jika jantung berdetak cepat.

Apabila mengalami jantung berbedar dengan sangat cepat, mungkin itu bisa menjadi penanda bahwa Anda mengalami sinus aritmia. Langsung datang ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dan mengetahui penyebab pasti dari jantung berdebar dengan sangat cepat itu.

Rumah sakit biasanya memiliki mesin bernama elektrokardiogram atau EKG, yang bisa mengambil rekaman elektrik irama jantung, untuk mendiagnosis sinus aritmia. Dengan EKG, Anda bisa mengetahui kecepatan, irama, dan jarak (interval) antara detak jantung. Ini adalah prosedur yang direkomendasikan, untuk mengetahui masalah pada detak jantung Anda.

Apa penyebab dari sinus aritmia?

Sampai saat ini, masih belum ditemukan penjelasan pasti mengenai penyebab sinus aritmia. Para peneliti menduga, sinus aritmia berhubungan dengan gangguan pada jantung, paru-paru, dan sistem pembuluh darah.
Para peneliti juga menyebutkan, sinus aritmia adalah kondisi di yang terjadi karena jantung ingin meningkatkan efisiensi saat mempertahankan tingkat gas darah yang normal.

Selain itu, kerusakan pada simpul sinus, juga bisa menyebabkan sinyal listrik “terkurung” di dalamnya dan mengakibatkan detak jantung yang tidak normal. Jika memang itu penyebabnya, bisa jadi sinus aritmia diakibatkan oleh kerusakan jantung.

Segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan gambaran jelas, mengenai kesehatan jantung Anda, dan rekomendasi perawatan yang tepat.

Beberapa faktor di bawah ini sebaiknya dihindari, karena dapat meningkatkan risiko munculnya sinus aritmia:

Jika Anda menginginkan jantung yang sehat, serta jauh dari sinus aritmia, ada baiknya hindari beberapa faktor risiko di atas.

Apakah sinus aritmia perlu disembuhkan?

Jika sinus aritmia tidak disebabkan oleh penyakit jantung, maka tidak ada pengobatan untuk sinus aritmia. Sebab, kondisi ini dianggap sebagai hal yang normal, dan tidak mendatangkan penyakit berbahaya. Biasanya, sinus aritmia sering ditemukan pada anak-anak, tapi akan hilang sendirinya seiring bertambahnya usia.

Namun, jika sinus aritmia terjadi karena penyakit jantung lainnya, dokter akan langsung fokus untuk menyembuhkan penyakit jantung itu. Sebab, mengobati penyakit penyebabnya, bisa mencegah sinus aritmia agar tidak muncul lagi.

Para penderita sinus aritmia, bisa menjalani hidupnya dengan normal dan sehat. Bahkan, beberapa dari mereka mungkin tidak akan pernah mengetahui, keberadaan sinus aritmia pada jantung.

Namun, orang tua yang memiliki kondisi ini, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengidentifikasi penyebab dari sinus aritmia, dan juga pengobatannya. Sinus aritmia sendiri dianggap tidak berbahaya. Namun penyebabnya seperti penyakit jantung, bisa menjadi hal yang harus ditangani dengan serius.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319987.php#definition-and-types
Diakses pada 23 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/sinus-arrhythmia
Diakses pada 2 Juli 2020

Artikel Terkait