Kasus Sindrom Putri Tidur di Indonesia, Penderitanya Tertidur Hampir 2 Minggu

Sindrom putri tidur membuat penderitanya tertidur dalam jangka waktu yang panjang
Kleine-Levin syndrome atau penyakit putri tidur sering menimbulkan berbagai permasalahan bagi penderitanya

Tidak seindah namanya, Kleine-Levin syndrome atau sindrom putri tidur memaksa pengidapnya untuk tertidur dalam jangka waktu yang sangat panjang. Bukannya terlihat cantik, penderitanya malah mendapatkan banyak efek negatif dari sindrom putri tidur.

Pekerjaan, kehidupan sosial, pelajaran sekolah, dan aktivitas normal lainnya menjadi sulit dilakukan dan bahkan terbengkalai. Gangguan tidur yang langka ini tidak hanya terjadi di luar negeri tetapi juga muncul di Indonesia.

[[artikel-terkait]]

Kisah sindrom putri tidur di Indonesia

Siti Raida Miranda atau yang biasa dipanggil oleh orang-orang sekitarnya sebagai Echa sudah tiga kali mengalami tidur yang berkepanjangan. Remaja perempuan berusia 13 tahun yang berasal dari Banjarmasin ini pernah tertidur selama hampir dua minggu.

Orangtua Echa dengan sabar memandikan dan menyuapinya makanan selama masa ia tertidur. Saat terbangun, remaja perempuan tersebut hanya diam dan tidak memberikan respons apapun. Tidur yang berkepanjangan juga membuat Echa ketinggalan banyak materi sekolah.

Pemeriksaan CT scan dan MRI sudah ditempuh untuk mengetahui keanehan yang terjadi, tetapi dari pemeriksaan yang dilakukan tidak terdapat kejanggalan pada otak Echa.

Dokter telah memberikan Echa beberapa obat stimulan untuk membantu mengatasi suasana hatinya. Meskipun demikian, sampai sekarang Echa masih dalam pemeriksaan lebih lanjut mengenai apa yang terjadi pada dirinya.

Namun, Echa diduga mengalami sindrom putri tidur yang membuatnya bisa terlelap dalam jangka panjang.

sindrom putri tidur

Bagaimana cara mengetahui sindrom putri tidur?

Sindrom putri tidur bukanlah gangguan yang mudah untuk diketahui karena terkadang tanda dari sindrom putri tidur hampir serupa dengan gejala gangguan mental lainnya. Bahkan terkadang dibutuhkan waktu kurang lebih empat tahun untuk mengetahuinya secara pasti.

Pemeriksaan sindrom putri tidur memerlukan banyak proses untuk mengeliminasi kemungkinan gangguan atau penyakit lainnya. Pemeriksaannya meliputi mempelajari pola tidur, tes MRI,  tes pencitraan, pemeriksaan kesehatan mental, CT scan, dan pemeriksaan darah.

Apakah ada cara untuk mengobati sindrom putri tidur?

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk menanggulangi sindrom putri tidur. Obat-obatan yang diberikan umumnya adalah obat-obat stimulan, seperti modafinil, amphetamin, dan metilfenidat.

Obat-obatan tersebut bertujuan untuk mengatasi rasa kantuk yang timbul akibat sindrom putri tidur. Namun, obat stimulan yang diberikan tidak mampu mengubah fungsi kognitif yang terjadi. Selain itu, terdapat juga efek samping dari obat yang dikonsumsi berupa lebih mudah kesal.

Terkadang, obat-obatan untuk mengatasi suasana hati, seperti carbamazepine dan litium juga diresepkan untuk mencegah kemunculan sindrom putri tidur.

Dampak sindrom putri tidur

Sindrom putri tidur berdampak terhadap kehidupan sehari-hari penderita, seperti kehidupan sosial, pekerjaan, sekolah, dan sebagainya. Kecemasan dan depresi adalah hal yang dapat dirasakan oleh penderita karena ketidakpastian akan waktu kemunculan sindrom putri tidur.

Penderita juga bisa mengalami kenaikan berat badan karena rasa lapar dan konsumsi makanan secara berlebih yang dilakukan.

Apakah ada cara untuk mengatasi sindrom putri tidur?

Meskipun sindrom putri tidur belum ada pengobatannya, tetapi sindrom putri tidur bisa diatasi dengan beberapa cara:

  • Menulis jurnal atau catatan harian mengenai apa yang terjadi bisa membantu penderita untuk memahami keadaannya.
  • Perasaan tidak berdaya adalah hal yang lumrah, tetapi penderita tidak boleh tenggelam di dalam emosi yang dirasakan.
  • Saat penderita mulai terbangun, penderita dan kerabat harus bersiap untuk menghadapi emosi marah, frustrasi, dan kesal yang dirasakan oleh penderita.
  • Mengajak penderita berkeliling di luar menggunakan mobil saat sudah mulai terbangun dapat membantu untuk membuat penderita merasa telah kembali ke kehidupan normalnya.
  • Kerabat perlu selalu siap untuk menghadapi kemunculan dari sindrom putri tidur yang bisa muncul kapan saja.
  • Tidak hanya asupan cairan, asupan makanan penderita juga perlu ditakar dan dijaga.
  • Jangan membangunkan penderita, kecuali jika Anda ingin memberikan cairan, air, ataupun minuman yang mengandung nutrisi kepada penderita melalui sedotan.
  • Selalu pastikan bahwa ada yang menjaga penderita di rumah dan jangan biarkan penderita pergi keluar rumah sendirian.
  • Penderita sebaiknya menghindari alkohol dan kontak dengan orang yang memiliki penyakit menular.
  • Jangan mengajak penderita berbicara ketika penderita tidak ingin berbicara atau memiliki kesulitan dalam berbicara, gunakan kata-kata yang sederhana saat berbicara dengan penderita.

Bila ada kerabat atau keluarga yang mengalami sindrom putri tidur, berikan dukungan dan bantuan moral padanya. Ajak keluarga atau kerabat untuk berkonsultasi ke dokter.

BBC. https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-41747459
Diakses pada 11 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/kleine-levin-syndrome
Diakses pada 11 Juni 2019

KLS Support UK. https://kls-support.org.uk/articles/18
Diakses pada 11 Juni 2019

Kompas.com. https://sains.kompas.com/read/2017/10/25/194612923/menalar-fenomena-tidur-13-hari-echa-apa-benar-sindrom-putri-tidur?page=all
Diakses pada 11 Juni 2019

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/kleine-levin_syndrome/article.htm#what_is_kleine-levin_syndrome
Diakses pada 11 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed