Malas Stretching Bisa Sebabkan Sindrom Outlet Dada, Kenali Gejalanya


Sindrom outlet dada adalah kumpulan gejala yang muncul ketika saraf atau pembuluh darah di outlet (tempat keluar) dada tertekan. Lokasinya ada di ruang sempit antara tulang selangka dan rusuk paling atas.

0,0
22 May 2021|Azelia Trifiana
Kurang stretching bisa menjadi penyebabnyaKurang stretching bisa menjadi penyebabnya
Sindrom outlet dada adalah kumpulan gejala yang muncul ketika saraf atau pembuluh darah di outlet (tempat keluar) dada tertekan. Lokasinya ada di ruang sempit antara tulang selangka dan rusuk paling atas. Idealnya, pembuluh darah, saraf, dan otot memanjang dari punggung hingga lengan melewati area ini.Apabila ruang di outlet dada ini terlalu sempit, terjadilah thoracic outlet syndrome. Tekanan ini bisa menimbulkan nyeri di pundak, leher, dan juga lengan.

Gejala sindrom outlet dada

Bagaimana seseorang merasakan gejala sindrom outlet dada bergantung pada saraf dan pembuluh darah mana yang terdampak. Namun, gejala yang paling umum muncul ketika saraf tertekan adalah:
  • Nyeri di area leher, pundak, lengan, atau tangan
  • Sensasi kebas di lengan bagian bawah hingga jari
  • Tangan menjadi lemah
Sementara gejala ketika pembuluh darah tertekan yaitu:
  • Lengan membengkak
  • Lengan tampak merah
  • Tangan atau lengan terasa dingin saat disentuh
  • Tangan atau lengan mudah terasa lelah
Selain itu, penderita thoracic outlet syndrome juga bisa merasakan kesulitan mengangkat objek di atas kepala. Lingkup gerak di area pundak dan lengan juga menjadi terbatas.

Penyebab sindrom outlet dada

Penyebab paling umum terjadinya sindrom outlet dada adalah penyempitan outlet dada sehingga saraf dan pembuluh darah tertekan. Namun, tidak diketahui pasti apa penyebab terjadinya tekanan ini. Bisa saja, ini merupakan konsekuensi dari kondisi seperti:
  • Kelebihan tulang rusuk

Beberapa orang terlahir dengan tulang rusuk lebih banyak. Letaknya adalah di atas rusuk paling atas atau rusuk pertama. Tentunya, ini membuat ukuran outlet dada menjadi sempit sekaligus membuat saraf dan pembuluh darah tertekan.
  • Postur tubuh

Orang yang tidak bisa berdiri tegak atau memiliki kelebihan lemak akibat obesitas cenderung menekan area persendiannya. Konsekuensinya, outlet dada menjadi lebih sempit.
  • Cedera

Cedera akibat kejadian traumatis seperti kecelakaan mobil bisa membuat area outlet dada tertekan. Ini akan berdampak pula pada saraf dan pembuluh darah di area itu.
  • Aktivitas repetitif

Penggunaan pundak dan lengan berlebihan atau repetitif seperti mengangkat objek berat di atas kepala atau salah postur saat duduk di depan laptop bisa mengakibatkan kerusakan jaringan di outlet dada. Dalam jangka panjang, ukuran outlet dada kian menyusut dan tekanan pun membesar.

Diagnosis dan penanganan sindrom outlet dada

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan meninjau riwayat medis. Ada rangkaian tes provokasi dengan mereproduksi gejala seingga diagnosis lebih mudah ditegakkan. Contohnya, dokter akan meminta pasien menggerakkan leher, pundak, dan juga lengan dalam beberapa posisi berbeda.Selain itu, dokter juga bisa memberikan pemeriksaan lain seperti X-ray outlet dada, MRI, electromyography, hingga studi konduksi saraf. Tujuannya untuk mengetahui seberapa baik saraf mengirimkan sinyal ke berbagai otot di seluruh tubuh.Lalu, bagaimana penanganan thoracic outlet syndrome? Tentu bergantung pada penyebab dan seberapa parah kondisinya, seperti:
  • Pemberian obat

Langkah pertama adalah meresepkan obat seperti ibuprofen dan naproxen untuk meredakan peradangan dan nyeri. Terkadang, dokter juga bisa memberikan obat lewat pembuluh darah arteri atau vena untuk menghilangkan penyumbatan darah di outlet dada.
  • Terapi fisik

Sangat penting melakukan terapi fisik untuk memperkuat dan meregangkan otot sekitar pundak. Ini akan berdampak positif pada postur sekaligus lingkup gerak. Lewat terapi fisik ini pula, otot dan tulang selangka di sekitar outlet dada akan ditopang dengan baik.
  • Menurunkan berat badan

Apabila pemicu terjadinya sindrom outlet dada adalah obesitas atau kelebihan berat badan, dokter akan merancang program untuk menurunkan berat badan. Alternatif lainnya adalah menjalani diet spesifik untuk menjaga berat badan tetap stabil.
  • Operasi

Apabila gejala tidak kunjung membaik setelah mengonsumsi obat dan menjalani terapi fisik, dokter akan menyarankan operasi. Prosedurnya mulai dari mengangkat kelebihan tulang rusuk, mengangkat tulang rusuk pertama, hingga mengatur ulang rute pembuluh darah di sekitar outlet dada.Sementara jika pembuluh darah di outlet dada sangat menyempit, prosedur angioplasty dapat membantu membukanya. Saat prosedur ini dilakukan, dokter akan menggunakan balon berukuran kecil untuk mengembangkan pembuluh darah yang menyempit.Sebagian besar kasus sindrom outlet dada bisa sembuh lewat penanganan berupa konsumsi obat dan terapi fisik. Namun untuk prosedur operasi, ada kemungkinan gejala kembali muncul.Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:
  • Memastikan postur tepat saat duduk dan berdiri
  • Mengambil jeda untuk meregangkan otot dan bergerak saat bekerja
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Melakukan olahraga untuk memperkuat otot
  • Menghindari aktivitas yang memperburuk gejala
  • Menghindari mengangkat objek berat
  • Menghindari mengangkat tas berat di pundak
  • Menghindari gerakan repetitif di lengan dan pundak
Apabila terasa gejala kembali berulang, segera hubungi dokter. Sangat penting mendapatkan penanganan sesegera mungkin untuk menghindari komplikasi berupa kerusakan saraf dan otak permanen.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar postur yang tepat saat berdiri dan duduk demi menghindari sindrom outlet dada, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitnyeri dadaotot dada
Healthline. https://www.healthline.com/health/thoracic-outlet-syndrome
Diakses pada 9 Mei 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thoracic-outlet-syndrome/symptoms-causes/syc-20353988
Diakses pada 9 Mei 2021
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/thoracic-outlet-syndrome
Diakses pada 9 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait