Sindrom Mulut Terbakar, Rasa Panas di Mulut yang Perlu Diwaspadai


Sindrom mulut terbakar atau burning mouth syndrome ditandai dengan rasa panas di area rongga mulut seperti lidah, gusi, langit-langit mulut, hingga pipi bagian dalam. Orang yang mengalaminya akan merasa mulutnya seperti melepuh.

0,0
05 Dec 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sindrom mulut terbakar bisa muncul hingga berbulan-bulanSindrom mulut terbakar bisa disebabkan oleh kerusakan saraf
Sesuai namanya, sindrom mulut terbakar atau burning mouth syndrome adalah suatu kondisi kronis yang menyebabkan pengidapnya terus-menerus merasakan panas di area rongga mulutnya tanpa penyebab jelas. Rasa terbakar akibat kondisi ini bisa muncul di langit-langit mulut, lidah, gusi, bibir, pipi bagian dalam, ataupun secara merata di seluruh area rongga mulut. Beberapa orang dapat mengalami rasa panas yang sangat parah, hingga area rongga mulut terasa seperti melepuh. Burning mouth syndrome dapat muncul secara tiba-tiba dan seiring berjalannya waktu akan terus bertambah parah.

Ini penyebab sindrom mulut terbakar

Tergantung pemicunya, penyebab sindrom mulut terbakar dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut ini.

1. Penyebab sindrom mulut terbakar primer

Sindrom mulut terbakar disebut sebagai kelompok primer apabila kondisi ini tidak dipicu oleh penyakit lain yang sedang diderita pengidapnya. Biasanya, kondisi primer muncul saat seseorang mengalami kerusakan pada saraf yang mengontrol sensasi nyeri dan rasa di rongga mulut.

2. Penyebab sindrom mulut terbakar sekunder

Sementara itu sindrom mulut terbakar masuk ke dalam kelompok sekunder apabila ada penyakit lain yang memicu terjadinya kondisi ini. Contoh hal yang bisa menyebabkan burning mouht syndrome antara lain:
  • Perubahan hormon (seperti pada pengidap gangguan tiroid atau perempuan yang menopause)
  • Diabetes
  • Alergi terhadap bahan tambal gigi
  • Alergi makanan
  • Mulut kering karena penyakit Sjorgen Syndrome atau sebagai efek samping pengobatan, seperti terapi radiasi
  • Konsumsi obat-obatan, seperti obat penurun tekanan darah
  • Kekurangan nutrisi, seperti vitamin B12 dan zat besi
  • Infeksi jamur di rongga mulut
  • Refluks asam lambung
Selain itu, risiko terkena sindrom mulut terbakar juga akan meningkat apabila ada salah satu atau lebih dari kondisi-kondisi di bawah ini Anda alami.
  • Perempuan yang sudah masuk usia pramenopause atau sudah berusia di atas 50 tahun
  • Punya riwayat atau sedang mengalami penyakit autoimun, Parkinson, neuropati, maupun fibromyalgia
  • Pernah menerima perawatan gigi
  • Pernah mengalami alergi makanan
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Pernah mengalami kejadian hidup yang traumatis
  • Punya riwayat stres, gangguan kecemasan, dan depresi

Gejala sindrom mulut terbakar yang perlu Anda waspadai

Jika rongga mulut terasa nyeri dan panas seperti baru saja menenggak kopi atau kuah makanan yang mendidih padahal Anda tidak sebelumnya tidak melakukan apapun, maka bisa jadi ini adalah gejala sindrom mulut terbakar.Setiap orang yang mengalami kondisi ini, dapat merasakan gejala yang berbeda-beda, seperti:
  • Mulut terasa panas namun reda saat mulai makan atau minum
  • Rasa kebas atau kesemutan pada lidah yang hilang timbul
  • Sulit menelan
  • Mulut terasa kering
  • Sakit tenggorokan
  • Mulut jadi terasa tidak enak atau kesulitan untuk merasakan makanan
Gejala-gejala tersebut biasanya muncul dalam tiga pola, seperti berikut ini.
  • Muncul setiap hari dengan intensitas rendah saat pagi hari tapi semakin parah di sore dan malam hari
  • Gejala langsung muncul saat pagi hari dan bertahan pada intensitas yang sedang hingga parah sepanjang hari
  • Hilang dan muncul sepanjang hari
Apapun polanya, sindrom mulut terbakar bisa bertahan hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Meski mengganggu, gejala tersebut biasanya tidak menyebabkan perubahan bentuk di area rongga mulut.

Cara mengobati sindrom mulut terbakar

Pengobatan untuk meredakan sindrom mulut terbakar bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebab awalnya. Jika kondisi ini terjadi akibat kekurangan nutrisi tertentu, maka dokter akan meresepkan suplemen untuk memenuhi kekurangan tersebut.Sementara itu, jika penyebabnya adalah alergi bahan tambal gigi, maka dokter gigi akan membongkar tambalan yang ada dan menggantinya dengan bahan lain yang aman. Begitupun dengan sindrom mulut terbakar akibat infeksi jamur. Dokter akan memberikan obat antijamur untuk mengobatinya.Pada beberapa kasus, sindrom mulut terbakar juga bisa diobati dengan obat antidepresan dosis rendah atau langkah-langkah lain untuk meredakan stres, seperti yoga dan meditasi.Setelah penyebabnya diobati, maka rasa terbakar di rongga mulut akan berangsur-angsur pulih.
Anda juga bisa meredakan gejala yang dirasakan untuk sementara waktu dengan melakukan langkah-langkah sederhana, seperti:
  • Banyak minum air
  • Mengulum es batu yang sudah dihancurkan
  • Mengunyah permen karet bebas gula, sehingga produksi air liur meningkat dan mulut menjadi tidak kering
  • Mengurangi konsumsi makanan yang terlalu panas dan pedas
  • Tidak menggunakan obat kumur yang mengandung alkohol
  • Menghindari buah atau minuman yang terlalu asam
  • Tidak merokok atau mengonsumsi alkohol
Untuk Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang sindrom mulut terbakar maupun keluhan lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mulutmasalah sarafmulut kering
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/burning-mouth-syndrome/symptoms-causes/syc-20350911
Diakses pada 24 November 2020
National Institute of Dental and Craniofacial Research. https://www.nidcr.nih.gov/health-info/burning-mouth/more-info
Diakses pada 24 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/burning-mouth-syndrome-facts#1
Diakses pada 24 November 2020
Dental Health. https://www.dentalhealth.org/burning-mouth-syndrome
Diakses pada 24 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait