Sindrom Kaki Gelisah, Penyebab Di Balik Menggerakkan Kaki Secara Tak Sadar

Sindrom kaki gelisah membuat penderitanya sering menggerakkan kaki saat tidur atau duduk
Sering menggerakkan kaki saat tidur bisa mengindikasikan kondisi tertentu

Pernahkah Anda menggerakkan kaki tiba-tiba secara tidak sadar? Hal itu pasti sangat mengganggu dan membuat Anda tidak nyaman, kan? Apabila kondisi ini sering Anda alami, bisa jadi itu pertanda sindrom kaki gelisah.

Sindrom kaki gelisah, atau biasa disebut restless leg syndrome (RLS), adalah gangguan neurologis yang menyebabkan dorongan kuat yang tidak tertahankan untuk menggerakkan kaki, bahkan lengan atau bagian tubuh lain juga. Ini terjadi bersama dengan sensasi lain di anggota tubuh Anda, seperti kesemutan, berdenyut, gatal, sakit,  hingga rasa seperti terbakar.

Sensasi ini biasanya muncul ketika Anda sedang berbaring di tempat tidur atau ketika duduk untuk waktu yang lama. Sindrom kaki gelisah kerap terjadi di malam hari sehingga dapat mengganggu waktu istirahat Anda.

Sering kali orang dengan sindrom kaki gelisah ingin berjalan-jalan dan menggerakkan kaki atau lengan mereka untuk membantu meredakan sensasi yang tidak nyaman.

Gejala sindrom kaki gelisah

Orang-orang dari segala usia, termasuk anak-anak, dapat mengalami sindrom kaki gelisah. Gejala sindrom ini kemungkinan akan meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia, serta lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Adapun beberapa gejala sindrom kaki gelisah adalah sebagai berikut.

1. Ketidaknyamanan pada kaki atau lengan

Sensasi tidak nyaman ini sering dirasakan oleh orang dewasa, seperti sakit, gatal, kesemutan, berdenyut, terbakar, atau terkadang sulit untuk dijelaskan. Sensasi ini biasanya terjadi pada waktu tidur, tetapi juga dapat terjadi pada waktu-waktu lain ketika anggota badan tidak aktif.

Karena ketidaknyamanan tersebut, Anda mungkin perlu bangun dari tempat tidur untuk meregangkan anggota tubuh Anda agar menghilangkan rasa tidak nyaman yang dialami.

2. Ada dorongan untuk menggerakkan kaki atau lengan

Untuk menghilangkan rasa tidak nyaman pada anggota tubuh, Anda memiliki keinginan yang tidak terkendali untuk menggerakkan anggota tubuh terutama saat istirahat, seperti ketika duduk atau berbaring.

3. Sulit tidur

Orang dengan sindrom kaki gelisah cenderung mengalami kesulitan tidur karena gejalanya justru akan muncul dan memburuk di malam hari. Gejala tersebut dapat mereda sementara di pagi hari.

Oleh karena itu, penderitanya akan merasa ngantuk di siang hari, kelelahan, dan kurang tidur, yang dapat membahayakan kesehatan fisik dan emosional Anda.

Gejala sindrom kaki gelisah dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Dalam kasus yang parah, sindrom inibisa sangat menyusahkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

Penyebab sindrom kaki gelisah

Dalam banyak kasus, tidak diketahui pasti apa penyebab sindrom kaki gelisah, Tetapi gen Anda mungkin berperan besar. Hampir setengah dari orang-orang dengan sindrom kaki gelisah juga memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang serupa. Selain itu, berikut faktor risiko lainnya yang bisa menyebabkan sindrom ini.

1. Penyakit kronis

Kondisi medis yang kronis dan serius kadang muncul sebagai komplikasi dari sindrom kaki gelisah. Kondisi-kondisi tersebut meliputi kekurangan zat besi, penyakit Parkinson, gagal ginjal, diabetes, atau neuropati perifer.

2. Obat-obatan

Beberapa obat mungkin dapat memperburuk gejala, termasuk obat antimual, antipsikotik, beberapa antidepresan, dan obat flu atau alergi yang mengandung antihistamin. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter untuk memperoleh diagnosis dan pengobatan yang tepat.

3. Kehamilan

Beberapa wanita memiliki sindrom kaki gelisah selama kehamilan, terutama menjelang trimester terakhir. Gejala biasanya hilang dalam satu bulan setelah melahirkan.

4. Gaya hidup yang kurang sehat

Kurang tidur atau gangguan tidur lain seperti sleep apnea, dapat memicu gejala sindrom kaki gelisah. Begitu juga apabila Anda sering mengonsumsi alkohol, rokok, dan kafein, maka dapat memperburuk gejalanya.

5. Dopamin

Ada bukti yang menunjukkan sindrom kaki gelisah terkait dengan masalah bagian otak yang disebut ganglia basal. Bagian otak ini menggunakan bahan kimia (neurotransmitter) yang disebut dopamin untuk membantu mengontrol aktivitas dan pergerakan otot.

Dopamin bertindak sebagai pembawa pesan antara otak dan sistem saraf untuk membantu otak mengatur dan mengoordinasi gerakan. Jika sel-sel saraf rusak, jumlah dopamin di otak berkurang sehingga menyebabkan kejang otot dan gerakan tak terkendali. Kadar dopamin yang turun dapat memicu gejala sindrom kaki gelisah sering kali lebih buruk di malam hari.

Adakah cara untuk mengobati sindrom kaki gelisah?

Tidak ada obat untuk sindrom kaki gelisah, tetapi perawatan dapat membantu mengendalikannya sehingga Anda bisa tidur nyenyak. Tetapi, apabila sindrom kaki gelisah yang Anda alami disebabkan oleh kekurangan zat besi, atau gagal ginjal, maka dokter lah yang akan menangani.

Perawatan untuk sindrom kaki gelisah akan menyesuaikan dengan gejala Anda. Jika ringan atau sedang, beberapa perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari Anda mungkin dapat membantu, seperti berolahraga secara teratur, mengikuti jadwal tidur, serta menghindari kafein, alkohol, dan tembakau.

Selain itu, ada pula cara lain untuk meredakan sindrom kaki gelisah tanpa obat, di antaranya memijat kaki, mandi air panas, atau kompres es di kaki Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health/restless-leg-syndrome#related-conditions
Diakses pada 22 Mei 2020

My.clevelandclinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9497-restless-legs-syndrome
Diakses pada 22 Mei 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/conditions/restless-legs-syndrome/causes/
Diakses pada 22 Mei 2020.

Webmd. https://www.webmd.com/brain/restless-legs-syndrome/restless-legs-syndrome-rls#1
Diakses pada 22 Mei 2020

Artikel Terkait