Mengenal Baby Blues Syndrome, Apa Bedanya dengan Depresi Pascamelahirkan?


Sindrom baby blues bisa menyerang perasaan sang ibu dalam kurun waktu satu hingga dua minggu. Kemudian mood dan perasaan ibu baru berangsur-angsur membaik. Namun, Anda perlu waspada jika sindrom baby blues berlangsung dalam waktu lama karena bisa jadi itu adalah depresi pascamelahirkan.

0,0
Gejala baby blues syndrome dan sindrom pascamelahirkan sangat mirip namun berbedaPerbedaan sindrom baby blues syndrome dan depresi pascamelahirkan tak hanya pada durasinya
Melahirkan bayi seharusnya menjadi momen yang membahagiakan bagi para orangtua baru. Namun tidak sedikit juga ibu yang mengalami baby blues syndrome. Kondisi ini ditandai dengan kehadiran buah hati yang justru membuat sang ibu sedih, frustrasi, hingga marah tanpa sebab.Merasa lelah ketika merawat bayi baru lahir sebetulnya merupakan perasaan yang lumrah bagi ibu baru. Sesaat setelah melahirkan, hormon ibu akan turun drastis. Belum lagi bayi baru lahir biasanya memaksa ibu tak tidur semalaman, sehingga energi ibu terkuras nyaris sepanjang hari.Rasa lelah itu seharusnya hilang ketika sang ibu beristirahat. Jika tidak, ada kemungkinan Anda mengalami sindrom baby blues.

Dikutip dari American Pregnancy, sindrom baby blues adalah gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu pascamelahirkan. Kondisi ini membuat ibu mengalami perasaan sedih, lelah, cepat marah, menangis tanpa sebab yang jelas hingga mudah gelisah dan sulit berkonsentrasi.Penyebab baby blues syndrome hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah kondisi berikut diduga kuat menjadi pemicunya:
  • Terjadinya perubahan hormon yang cukup drastis setelah melahirkan
  • Kesulitan beradaptasi menjadi seorang ibu dengan tanggung jawab baru untuk mengurus bayi
  • Kurang tidur dan kelelahan
  • Kurang dukungan dari orang terkasih
Sederet kondisi tersebut di atas dapat menyebabkan ibu yang baru melahirkan merasakan tekanan yang membuatnya mengalami sindrom baby blues. Untuk mengtasinya, Anda perlu memahami dengan baik gejala dan ciri-ciri umum yang menunjukkan gangguan ini.

Waspadai ciri-ciri baby blues syndrome

Sindrom ini biasanya muncul dari empat sampai lima hari setelah bayi lahir. Tapi tidak menutup kemungkinan ada sebagian ibu yang sudah memperlihatkan gejala baby blues sebelum memasuki masa persalinan.Berikut ciri-ciri baby blues syndrome yang perlu diwaspadai:
  • Merasa sedih atau menangis tanpa alasan yang jelas.
  • Uring-uringan atau mudah marah.
  • Tidak sabar.
  • Merasa lelah sepanjang hari.
  • Cemas berlebihan.
  • Gelisah.
  • Insomnia (misalnya, tidak bisa tidur, padahal Si Kecil sedang tertidur).
  • Kesedihan yang berlarut-larut.
  • Mood yang tidak stabil atau gampang berubah.
  • Sulit fokus atau berkonsentrasi.
Jika Anda merasakan tanda-tanda di atas, segera komunikasikan dengan pasangan, orang terdekat, atau berkonsultasi dengan dokter maupun tenaga medis lainnya.Yang perlu diingat adalah Anda bukan satu-satunya wanita yang pernah mengidap sindrom baby blues. Terdapat 70 hingga 80 persen ibu baru yang pernah mengalami perasaan yang sama.Baca juga: Stres Setelah Melahirkan Bisa Sebabkan Depresi dan Gangguan Kecemasan

Cara mengatasi baby blues syndrome

Umumnya, baby blues akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berlalunya waktu. Namun, jika Anda mengalaminya, Anda perlu mengelola kondisi ini dengan baik agar tidak menjadi semakin mengganggu atau menimbulkan depresi postpartum. Adapun sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi baby blues syndrome salah satunya adalah:
  • Tidak membebani diri sendiri saat mengurus bayi
  • Tidur yang cukup
  • Rutin olahraga dan makan makanan sehat
  • Meminta bantuan orang terdekat untuk mengurus anak bersama
  • Bercerita pada orang terdekat
  • Lakukan metime dengan melakukan hal yang Anda sukai
  • Berusaha untuk selalu berpikiran positif dan menjauhi hal-hal yang negatif
Jika Gejala sindrom kecemasan ini bisa diatasi dengan baik, Anda dapat terhindari dari kondisi yang lebih berbahaya, seperti depresi pascamelahirkan atau depresi postpartum.

Perbedaan baby blues syndrome dengan depresi postpartum

Sindrom baby blues bisa menyerang perasaan sang ibu dalam kurun waktu satu hingga dua minggu. Kemudian mood dan perasaan ibu baru berangsur-angsur membaik.Jika ibu merasa tetap sedih, cemas, marah, sampai ingin menyakiti Buah Hati maupun diri sendiri lebih lama dari kurun waktu tersebut, mungkin yang Anda rasakan adalah sesuatu yang lebih kompleks dari sindrom baby blues, yakni depresi pascamelahirkan.Diperkirakan ada sekitar 1 di antara 10 orang wanita di seluruh dunia yang pernah merasakan depresi postpartum. Anda juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami depresi ini jika pernah mengidap depresi jenis lain atau ada anggota keluarga yang pernah mengalami depresi.Pada umumnya, gejala sindrom baby blues dengan depresi pascamelahirkan amat mirip. Namun tetap ada beberapa perbedaan.Selain soal durasi gejala, berikut sederet perbedaan sindrom baby blues syndrome dan depresi postpartum:

1. Perubahan suasana hati

Jika mengidap sindrom baby blues, Anda akan merasakan perubahan suasana hati yang sangat drastis. Di satu waktu, Anda merasa sangat bangga bisa memandikan bayi baru lahir, namun satu menit kemudian Anda merasa sedih karena merasa tidak mampu memakaikan popok bayi dengan benar.Tetapi bila Anda mengidap depresi pascamelahirkan, Anda akan merasa stres, sedih, tidak berguna, merasa di luar kendali, dan bukan ibu yang baik bagi bayi Anda sepanjang hari. Bahkan tidak jarang Anda sering menangis karena merasa tidak berdaya.

2. Tidak nafsu makan

Jika Anda mengidap sindrom baby blues, Anda akan merasa tidak nafsu makan atau enggan merawat diri sendiri karena faktor kelelahan. Sedangkan pada ibu yang mengalami depresi pascamelahirkan, tidak nafsu makan juga akan dirasakan dan disertai kecenderungan mengucilkan diri sepanjang waktu karena merasa sangat putus asa.

3. Ikatan batin dengan bayi

Sindrom baby blues maupun depresi pascamelahirkan sama-sama menghasilkan bonding dengan bayi yang kurang kuat. Pasalnya, Anda cenderung menilai diri sendiri tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi buah hati.Perbedaannya adalah pada sindrom baby blues, ibu masih mau merawat bayi. Sementara ibu yang depresi pascamelahirkan cenderung menolak untuk mengemong bayinya karena kerap dihantui rasa bersalah maupun kepanikan yang datang tiba-tiba.Baca juga: Bonding Ibu dan Bayi, Bagaimana Cara Meningkatkannya?

Kapan harus ke dokter?

Jika keluhan yang Anda rasakan tidak semakin membaik selama lebih dari 2 minggu setelah melahirkan, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi ke psikolog agar keluhan tidak bertambah parah dan kondisi tersebut bisa segera teratasi.Mengakui bahwa Anda merasa tidak nyaman dengan kehadiran buah hati mungkin terasa janggal dilakukan oleh seorang ibu. Tetapi jangan pernah ragu untuk mencari bantuan ketika Anda merasakan ketidaknyamanan tersebut.Bantuan sekecil dan secepat apapun akan sangat berharga ketika Anda menderita sindrom baby blues apalagi depresi pascamelahirkan. Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
depresisindrom bayi birudepresi pascapersalinan
WebMD. https://www.webmd.com/depression/postpartum-depression/postpartum-depression-baby-blues#1
Diakses pada 7 Mei 2019
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/first-year-of-life/baby-blues/
Diakses pada 7 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait