Paparan sinar biru atau blue light pada malam hari dapat menyebabkan badan lemas dan ngantuk di pagi harinya.
Paparan sinar biru mempengaruhi kualitas tidur Anda.

Rasa kantuk disertai badan lemas bisa saja merupakan gejala dari hipersomnia. Salah satu penyebab hipersomnia yang umum ditemukan adalah kurangnya tidur. Mungkin jika dihitung-hitung, Anda sudah tidur dengan jumlah jam yang cukup. Namun, apabila Anda masih merasa mengantuk dan badan terasa tidak segar saat bangun, mungkin ada yang salah dengan kebiasaan tidur Anda.

Salah satu faktor yang sering memperburuk kualitas tidur adalah cahaya. Tidur menjadi lebih berkualitas apabila ruangan dikondisikan segelap mungkin. Hal itu disebabkan melatonin, hormon yang mengatur tidur, diproduksi dalam kondisi gelap. Paparan terhadap cahaya dapat menekan produksi hormon ini. Selain menyebabkan gangguan tidur, menurunnya produksi melatonin dihubungkan dengan depresi, obesitas, kanker, dan penyakit kardiovaskular.

Sinar biru atau blue light adalah sinar dengan panjang gelombang yang pendek, namun dengan kekuatan yang besar. Sinar matahari adalah sumber sinar biru yang paling besar. Sumber sinar biru lain yang banyak ditemukan dalam rumah adalah lampu LED, televisi layar datar, monitor komputer, ponsel, atau gawai lainnya.

Paparan sinar biru yang terkandung dalam sinar matahari di siang hari bisa memperbaiki mood dan menjaga agar Anda tetap aktif (sesuai dengan jam biologis tubuh). Akan tetapi, jika Anda terpapar sinar biru di malam hari, kemungkinan besar tidur Anda akan terganggu. Melatonin akan dikeluarkan oleh otak beberapa jam menjelang tidur dan jumlahnya meningkat pada tengah malam.

Jika terpapar sinar biru dari lampu LED atau dari gawai, Anda akan lebih sulit tidur dan badan lemas ngantuk di pagi harinya. Siklus REM (fase di mana mimpi muncul) juga berkurang sehingga Anda bangun dengan perasaan lemas dan masih merasa mengantuk. Karena energinya yang besar, efek penghambatan sinar biru terhadap melatonin juga sangat besar.

Cara Melindungi Diri dari Paparan Sinar Biru

Berikut beberapa cara untuk melindungi diri dari paparan sinar biru di malam hari:

  • Usahakan untuk tidur dengan ruangan dalam kondisi gelap. Semakin sedikit cahaya yang ada semakin baik.
  • Jika perlu, gunakan lampu dengan sinar merah yang tidak terlalu terang di malam hari. Sinar merah adalah sinar dengan panjang gelombang yang panjang sehingga energinya kecil. Efek supresinya terhadap melatonin juga kecil.
  • Sekitar 3 jam sebelum tidur, matikan televisi, ponsel, lampu LED, dan sumber sinar biru lainnya.
  • Jika Anda bekerja shift malam dan mengharuskan Anda untuk bekerja di depan komputer, gunakan kacamata khusus yang dapat memantulkan sinar biru.
  • Biarkan diri Anda terpapar sinar matahari sebanyak mungkin di siang hari. Hal ini dapat membantu Anda untuk tidur nyenyak di malam hari, serta dapat memperbaiki mood.
  • Jika Anda terbangun di malam hari dan harus pergi ke toilet, jaga ruangan tetap gelap dengan tidak menyalakan lampu yang terang.
  • Sebagian besar orang yang tidur malam dengan lampu menyala kemungkinan memiliki rasa takut terhadap gelap. Jika Anda takut terhadap gelap, coba atasi ketakutan Anda. Jika diperlukan, Anda dapat mencoba terapi kognitif atau terapi untuk mengatasi permasalahan mental, kecemasan, ketakutan dan depresi.

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/hypersomnia#1-2
Diakses pada Mei 2019

Harvard Medical School. http://healthysleep.med.harvard.edu/healthy/science/how/external-factors
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/news/20110119/light-exposure-may-cut-production-of-melatonin
Diakses pada Mei 2019

National Sleep Foundation. https://www.sleep.org/articles/how-lights-affect-sleep/
Diakses pada Mei 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/cvs/blue-light.htm
Diakses pada Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/block-blue-light-to-sleep-better#blue-light
Diakses pada Mei 2019

National Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/articles/how-blue-light-affects-kids-sleep
Diakses pada Mei 2019

Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/blue-light-has-a-dark-side
Diakses pada Mei 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/sleep/too-much-light-ruining-not-just-your-sleep-but-your-health-too.aspx
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed