Silikon Payudara Beserta Kelebihan dan Kekurangannya, Apa Saja?

(0)
01 Nov 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Silikon payudara memang bisa mengencangkan buah dada, tapi ada risikonyaSilikon payudara dapat membuat buah dada terlihat lebih padat
Silikon payudara yang digunakan pada operasi pembesaran buah dada kerap dipandang berbahaya karena maraknya kasus malpraktik. Padahal, salah satu pilihan dalam prosedur implan payudara ini relatif aman dan membawa hasil memuaskan bila dikerjakan oleh dokter yang kompeten.

Silikon payudara beserta kelebihan dan kekurangannya

Implan silikon payudara adalah operasi pembesaran buah dada dengan memasukkan semacam kantung berisi gel plastik (silikon). Dibanding menggunakan saline (larutan garam), prosedur ini memang lebih banyak dipilih oleh wanita yang ingin menambah ukuran payudaranya karena hasilnya lebih natural.Meskipun demikian, implan silikon payudara juga memiliki risiko, terutama jika bocor. Apabila Anda sedang mempertimbangkan untuk menjalani prosedur ini, sebaiknya ketahui fakta-fakta terkait implan silikon payudara berikut ini, terlebih dahulu. Tindakan ini akan dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik.
Silikon payudara bisa membuat buah dada tampak kencang

1. Silikon payudara aman digunakan untuk implan

Silikon payudara adalah produk kecantikan yang terdiri atas silikon, oksigen, hidrogen, dan karbon yang dibungkus dalam plastik lentur, juga terbuat dari silikon. Dalam dunia kecantikan, produk ini sudah banyak digunakan untuk memperbesar bagian-bagian tubuh, seperti payudara dan bokong, dan terbukti aman karena zat kimia di dalamnya cenderung stabil.Meskipun demikian, Anda tidak boleh menjalani implan payudara dengan silikon cair yang dimasukkan ke tubuh dengan cara injeksi. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), injeksi silikon payudara sangat tidak aman karena dapat menyumbat aliran darah ke otak, paru-paru, jantung, dan organ lain dan berisiko mengakibatkan kematian.Pastikan juga Anda memilih dokter dan rumah sakit yang kredibel untuk menjalani implan payudara demi menjamin keamanannya. Jangan tergiur dengan harga murah atau promo yang dilakukan oleh klinik abal-abal, karena kesehatan tubuh Anda adalah taruhannya.

2. Hanya boleh dilakukan oleh wanita berusia 22 tahun ke atas

Meski implan silikon payudara cenderung aman dilakukan, prosedur pembesaran ukuran buah dada ini hanya boleh dilakukan oleh wanita yang sudah berusia di atas 22 tahun. Pada remaja yang masih berusia 18-24 tahun, prosedur implan disarankan menggunakan cairan saline.

3. Hasilnya tidak permanen

Implan silikon payudara bisa menghasilkan bentuk payudara yang lebih besar dan penuh, tapi tidak bertahan seumur hidup. Bentuk payudara Anda bisa berubah karena banyak faktor, seperti bertambah atau berkurangnya berat badan dan usia.Implan silikon payudara juga tidak menjamin payudara Anda tidak mengendur. Jika ingin memiliki bentuk payudara kencang sekaligus penuh, Anda harus melakukan 2 prosedur berbeda, yakni implan dan operasi pengencangan payudara.

4. Berpengaruh pada proses menyusui dan mammogram

Pemasangan implan silikon payudara dapat mengganggu hasil pemindaian mammogram yang merupakan tes untuk mendiagnosis kanker payudara. Sementara itu pada beberapa ibu menyusui, pemasangan implan ini juga dapat mengganggu aliran ASI.

5. Harus kontrol rutin

Kendati Anda sudah menjalani pemasangan implan silikon payudara sesuai prosedur di dokter dan rumah sakit ternama, tetap ada kemungkinan kantung silikon ini robek dan gel di dalamnya bocor.Oleh karena itu itu, Anda sangat disarankan menjalani kontrol paling lama 5-6 tahun setelah operasi, dan 2-3 tahun sekali datang kembali untuk kontrol rutin.

6. Risiko di balik implan silikon payudara

Tidak ada tindakan medis yang tanpa risiko, termasuk pemasangan implan silikon payudara. Beberapa efek buruk yang mungkin terjadi pada pasien operasi pembesaran payudara ini adalah:
  • Rasa sakit di payudara atau sekitarnya
  • Munculnya jaringan parut atau luka di bekas sayatan tempat dokter memasukkan silikon payudara
  • Perubahan sensasi pada puting maupun payudara secara keseluruhan
  • Pendarahan dan infeksi pascaoperasi
  • Ukuran payudara tidak seperti yang diinginkan, termasuk bentuk kedua payudara yang tidak sama alias asimetris
Silikon payudara juga bisa robek sehingga cairan di dalamnya merembes ke pembuluh darah di sekitar payudara. Kondisi ini ditandai dengan berubahnya bentuk payudara, pembengkakan, dan nyeri, tapi bisa juga tidak bergejala atau disebut silent rupture.

Kapan implan silikon payudara harus dilepas?

Suntik saline bisa jadi pilihan jika silikon payudara robek
Kantung silikon yang sudah robek harus segera diangkat sebelum menimbulkan komplikasi, salah satunya benjolan di lengan, ketiak dan dada, yang disebut granuloma silikon. Pengangkatan implan silikon payudara dilakukan dengan jalan operasi.Jika Anda ingin kembali menjalani implan payudara, hal tersebut bisa dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kantung silikon yang bocor. Namun, dokter akan menyarankan Anda untuk mengganti metode implan dengan menggunakan bahan lain, seperti cairan saline atau gummy bear.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar implan silikon payudara dan risiko pemasangannya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kanker payudaratumor jinak payudarapayudaraabses payudara
WebMD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-breast-augmentation
Diakses pada 19 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/body-modification/is-silicone-toxic
Diakses pada 19 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/breast-implants/art-20045957
Diakses pada 19 Oktober 2020
Breast Cancer. https://www.breastcancer.org/treatment/surgery/reconstruction/corrective/implant-rupture
Diakses pada 19 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait