SIKM DKI Jakarta Diganti dengan CLM, Ini Cara Membuatnya

Cara mengisi CLM dapat dilakukan di web Pemprov dan aplikasi JAKI
Ilustrasi pengisian formulir tes

Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta resmi diganti oleh Pemprov dengan sistem baru bernama Corona Likelihood Metric (CLM) per Rabu (14/7) kemarin. Dilansir dari Detik, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan perizinan keluar masuk Jakarta kini harus dilakukan dengan pengisian CLM.

Syafrin juga menambahkan bahwa dengan adanya CLM, masyarakat yang ingin keluar masuk wilayah DKI Jakarta tidak perlu lagi melampirkan hasil rapid test atau swab test. Tes CLM ini juga tidak dipungut biaya apa pun alias gratis.

Cara mengisi CLM dapat dilakukan melalui dua metode, yakni lewat aplikasi JAKI (Jakarta Kini) yang tersedia di Google Play Store dan Apple App Store, serta melalui situs resmi milik Pemprov DKI Jakarta. Di sana, Anda akan mendapatkan panduan untuk melakukan tes.

Apa itu CLM

Tampilan CLM di web
Tampilan beranda tes CLM dari web Pemprov DKI

Berdasarkan keterangan di situs resmi Pemprov DKI, CLM adalah tes kesehatan mandiri sebagai upaya seleksi massal tes PCR (Polymerase Chain Reaction) di Provinsi DKI Jakarta menggunakan teknologi machine learning.

Sederhananya begini, Anda akan menjalani tes kesehatan secara online untuk mengukur kemungkinan positif Covid-19 atau tidak. Anda akan dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan umum seputar gejala Covid-19 dan hanya perlu menjawab dengan mencetang gejala-gejala yang mungkin Anda alami.

Selain itu, Anda juga harus mengisi beberapa keterangan penting, seperti:

  • identitas diri
  • Kondisi kesehatan saat ini
  • Riwayat kontak dengan pasien positif atau suspek Covid-19
  • Riwayat bepergian.

Di akhir tes CLM, Anda akan diberikan skor berupa persentase dan dinyatakan aman atau tidak untuk keluar masuk wilayah DKI Jakarta. Selain itu, Anda akan mendapatkan rekomendasi-rekomendasi yang perlu dilakukan sesuai hasil tes tersebut.

Anda juga akan diberikan QR code dan pilihan untuk mengunduh hasil tes CLM. Unduh hasil tes ini dan cetaklah jika Anda memerlukan surat fisik. Anda juga bisa menyimpan QR code dengan melakukan screenshot di gawai Anda.

Apabila hasil tes CLM menunjukkan bahwa Anda diprioritaskan untuk melakukan tes PCR, maka sistem akan menjadwalkan tes PCR di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat sesuai dengan domisili yang tertera di kartu Identitas Anda.

Hal-hal yang harus diperhatikan

Hal paling penting yang perlu diperhatikan adalah Anda harus jujur dalam mengisi tes CLM ini. Apabila Anda tidak jujur dalam mengisi tes ini, Anda berpotensi membahayakan banyak orang lain, terutama mereka yang rentan terkena virus corona.

Tidak hanya itu, Anda pun akan terkena sanksi pidana yang telah diatur dalam ketentuan Pergub karena melanggar kewajiban dalam pemberian data, keterangan, dan informasi.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah masa berlaku hasil tes. Hasil tes CLM hanya berlaku selama 7 hari saja. Jika hasil tes sudah kadaluarsa, maka Anda dapat melakukan tes lagi. Selain itu, satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya diperbolehkan mengikuti sekali tes CLM dalam seminggu.

Terakhir, tes CLM tidak hanya diperuntukkan warga DKI Jakarta saja, warga dengan domisili lain yang ingin keluar masuk wilayah ibukota pun dapat melakukannya.

Pemprov DKI Jakarta
https://corona.jakarta.go.id/id/izin-keluar-masuk-jakarta
Diakses pada 16 Juli 2020

CLM Pemprov DKI
https://rapidtest-corona.jakarta.go.id/
Diakses pada 16 Juli 2020

Detik
https://news.detik.com/berita/d-5094448/sikm-dki-diganti-clm-begini-cara-urusnya
Diakses pada 16 Juli 2020

Artikel Terkait