Sikap Vulnerable Bukan Berarti Lemah, Justru Jadi Pintu Kedekatan dengan Pasangan


Vulnerable adalah sikap terbuka dan menjadi diri sendiri ketika berada dalam situasi yang serba tak pasti. Ini berbeda jauh dengan sikap lemah. Dalam sebuah hubungan, hal ini adalah bentuk kejujuran yang dapat membangun ikatan dengan pasangan.

(0)
12 Nov 2020|Azelia Trifiana
Vulnerable adalah sikap keterbukaan yang dapat mendekatkan hubungan Anda dengan orang lainSikap vulnerable dapat membuat hubungan dua orang semakin dekat
Vulnerable adalah sikap terbuka dan menjadi diri sendiri ketika berada dalam situasi yang serba tak pasti. Ini berbeda jauh dengan sikap lemah. Dalam sebuah hubungan, hal ini adalah bentuk kejujuran yang dapat membangun ikatan dengan pasangan.Sikap vulnerable artinya berkaitan erat dengan rasa takut bahkan malu. Namun di sisi lain, dari sinilah muncul rasa cinta, empati, bahagia, saling memiliki, bahkan kreativitas.

Vulnerable, keberanian saat situasi di luar kendali

wanita sedang berbicara dengan pria
Sikap vulnerable bukanlah pertanda Anda lemah
Apabila situasi sedang berlangsung tak sesuai ekspektasi, bisa saja seseorang akan menghindari membicarakannya. Selain itu, ada juga kemungkinan menunjukkan sikap denial dengan berpura-pura sanggup menghadapinya.Padahal, tidak ada yang salah dengan menunjukkan sedang merasa vulnerable dalam kondisi tertentu. Ini bukan sebuah kelemahan, justru menunjukkan seberapa berani seseorang untuk bersikap jujur.Dalam sebuah hubungan, sikap ini justru dapat memperkuat ikatan dengan pasangan dengan cara:

1. Lebih mengenal diri sendiri

Sikap terbuka dengan emosi yang sedang dirasakan adalah hal yang sangat berani. Di situlah seseorang bisa lebih mengenal dirinya sendiri. Begitu pula ketika merasa vulnerable, seseorang akan belajar menghargai dirinya ketika situasi berjalan di luar kendali.Orang yang memiliki sikap terbuka terhadap kemampuan dirinya berarti berani menghadapi situasi yang tidak nyaman. Bukannya menutup diri atau mengelak dari realita, sikap ini justru mengajarkan untuk tetap tangguh dan percaya diri.Ketika sudah terbangun karakter semacam ini, maka seseorang bisa menjalani hubungan dengan positif. Membangun sebuah hubungan bisa jadi lebih bermakna tanpa harus ditutup-tutupi.

2. Membangun kepercayaan

Salah satu cara membangun kepercayaan dalam suatu hubungan adalah dengan tak segan bersikap vulnerable. Bicarakan secara terbuka apa yang dirasakan, dibutuhkan, dan diharapkan. Hal ini akan membuka peluang bagi pasangan untuk merespons dan perlahan membangun kepercayaan satu sama lain.Tentu, tak selamanya keterbukaan ini terasa nyaman. Terkadang bahkan jauh lebih mudah menutupi perasaan dan menganggap situasi baik-baik saja. Namun, konsekuensi dari hal ini jauh lebih besar karena menciptakan jarak antara satu sama lain.

3. Memberikan rasa aman

Pasangan yang tak segan menyampaikan apa yang mereka takutkan atau rasakan saat situasi sedang tak berjalan sebagaimana mestinya tentu punya kedekatan lebih. Setiap kali satu di antara mereka merasa vulnerable, maka pasangannya akan memberikan rasa aman. Begitu pula sebaliknya.Dengan demikian, akan terbentuk hubungan yang menjadi tempat mencari rasa aman ketika dibutuhkan. Rasa aman ini tak mengenal batas karena topik apapun bisa dibicarakan.

4. Lebih dekat dengan pasangan

Setelah kepercayaan terbangun, maka akan lebih mudah bagi semua pihak dalam sebuah hubungan untuk bekerja sama. Setiap individu akan merasa nyaman menunjukkan perasaannya tanpa takut merasa malu atau ditolak karena keduanya saling mendukung.Dengan demikian, akan terbentuk kedekatan dengan pasangan yang sangat kuat. Ketika situasi sedang tak sesuai harapan, akan ada yang saling menguatkan. Menghadapi konflik pun akan menjadi lebih mudah karena tidak dihadapi seorang diri.

Harus mulai dari mana?

berbicara dengan pasangan
Mulailah bersikap terbuka dari hal-hal yang kecil
Ketika masih awal menjalani hubungan dengan pasangan, umumnya keterbukaan hanya seputar hal-hal positif dan sederhana saja. Idealnya, tak ada lagi yang ditutupi termasuk ketika harus bersikap vulnerable.Bagaimana cara melakukannya?
  • Mulai dengan perlahan

Terkadang, perlu waktu cukup lama untuk bisa menunjukkan sisi vulnerable kepada pasangan. Hal ini wajar. Setiap orang punya waktu beradaptasi yang berbeda antara satu dan lainnya. Mulailah dengan terbuka akan hal kecil, baru perlahan jujur tentang hal yang lebih signifikan.
  • Pilih waktu yang tepat

Apabila akan menunjukkan sikap terbuka tentang hal yang di luar kendali, pilih waktu yang tepat. Buat pasangan tahu bahwa Anda akan membicarakan sesuatu yang penting. Pastikan tak ada hal yang mengalihkan perhatian. Setelah itu, mulailah bicarakan tentang emosi yang dirasakan.Jika masih merasa enggan untuk membuka diri kepada pasangan, cari tahu apa pemicunya. Apakah ada masa lalu atau trauma yang membayangi? Apakah belum merasa benar-benar percaya kepada pasangan? Mencari tahu akar masalahnya adalah kunci untuk bisa bersikap seperti diri sendiri.

Setiap individu punya kemampuan yang berbeda untuk bisa mengakui perasaan dengan terbuka. Perlahan namun pasti, mengakui sisi vulnerable akan lebih gampang saat rasa nyaman dirasakan dengan gamblang.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang hubungan antara masa lalu dengan kemampuan bersikap terbuka terhadap pasangan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hubungan sekshidup sehatmenjalin hubungan
Bustle. https://www.bustle.com/p/what-to-do-if-youre-having-a-hard-time-being-vulnerable-in-a-relationship-8830401
Diakses pada 31 Oktober 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/couples-thrive/202005/three-reasons-be-vulnerable-in-your-relationship
Diakses pada 31 Oktober 2020
Life Hack. https://www.lifehack.org/868297/vulnerability-in-relationships
Diakses pada 31 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait