Sifat Temperamental Bisa Jadi Bumerang bagi Kesehatan Anda

Sifat temperamental bisa menyebabkan penyakit
Seorang wanita yang sedang marah

Setiap orang memiliki temperamen yang berbeda. Ada yang sehari-harinya tenang dan mudah berdaptasi, ada yang mudah bersedih, dan ada pula yang mudah marah. Dalam psikologi, temperamen adalah gaya perilaku dan karakteristik seorang individu dalam merespons sesuatu. Temperamen seseorang biasanya sudah terlihat sejak bayi.

Di Indonesia, seseorang yang punya temperamen mudah marah atau tersinggung sering kali disebut sebagai temperamental. Lebih lanjut lagi, mudah marah atau temperamental adalah kondisi di mana amarah seseorang sering meningkat dengan cepat. Jika dibiarkan terus menerus, maka hal ini dapat mengganggu mereka dalam bersosialisasi dan beraktivitas.

Bahaya sifat temperamental bagi kesehatan

Memiliki sifat temperamental dapat diibaratkan seperti menyimpan bom waktu. Kondisi emosional seseorang yang mudah dan terus-menerus marah, berpotensi mengundang berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.

Berikut adalah beberapa bahaya kesehatan dari sifat temperamental yang perlu Anda ketahui.

1. Meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung

Sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki sifat temperamental, memiliki risiko dua kali lebih besar terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang jarang marah.

Bahkan, risiko seseorang mengalami serangan jantung bisa naik sebanyak dua kali lipat pada dua jam setelah ledakan amarah.

Guna menjaga kesehatan tubuh Anda, cobalah untuk mengenali dan mencari cara untuk meredakan emosi Anda sebelum meledak karena hal ini tidak baik jika terus-menerus terjadi.

2. Melemahkan sistem kekebalan tubuh

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hanya dengan mengingat pengalaman yang memicu amarah, seseorang yang sehat dapat mengalami enam jam penurunan tingkat antibodi immunoglobulin A. Antibodi ini merupakan garda terdepan pertahanan sel terhadap infeksi.

Oleh karena itu, ketika sifat temperamental ini tidak diatasi dengan baik, Anda akan lebih berisiko terhadap berbagai penyakit.

3. Meningkatkan risiko gangguan kesehatan paru-paru

Bukan hanya merokok atau polusi, sifat temperamental juga dapat meningkatkan risiko masalah pada paru-paru Anda. Studi yang dilakukan pada sekitar 600 pria selama delapan tahun menunjukkan bahwa responden yang amarahnya berubah secara terus menerus, memiliki kapasitas paru-paru yang lebih buruk dan mengalami peningkatan risiko masalah pernapasan.

Studi ini memercayai adanya peningkatan hormon stres pada saat seseorang merasa marah sehingga bisa menyebabkan peradangan pada saluran udara manusia.

Selain itu, peningkatan hormon stres juga dapat memicu beragam penyakit lainnya, seperti perubahan metabolisme tubuh, insomnia, depresi, eksim, meningkatnya rasa cemas, sakit perut, atau bahkan stroke.  

Cara mengatasi sifat temperamental

Untuk menghindari beberapa risiko di atas, berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan guna meredakan sifat temperamental Anda.

1. Kenali penyebab sifat temperamental Anda

Cara pertama mengatasi sifat temperamental adalah dengan mengetahui penyebabnya. Dengan begini, Anda akan lebih mudah berdamai dengan diri sendiri. Pasalnya, disadari atau tidak, mudah marah atau tersinggung pada hal kecil bisa disebabkan oleh masalah yang pernah Anda hadapi di masa lalu.

Misalnya saja, kenangan masa kecil yang masih belum bisa Anda maafkan atau trauma. Amarah kerap menjadi topeng untuk menutupi rasa cemas, sedih, lemah, atau sakit hati.

Selain itu, sebagian orang juga mengalami kesulitan untuk mengungkapkan emosinya selain marah. Bisa jadi karena mereka beranggapan bahwa rasa takut, malu, bersalah tidak membuatnya nampak kuat.

Jika Anda termasuk ke dalam kategori ini, cobalah untuk kembali berhubungan dengan ragam perasaan dalam diri Anda. Salah satunya dengan melatih kecerdasan emosional.

Jadi, ketika Anda mudah marah dan tersinggung, cobalah untuk menanyakan kepada diri Anda apa yang membuat Anda emosi, bahkan terhadap masalah kecil sekalipun.

2. Praktikan mindfulness

Mindfulness dapat membantu Anda untuk lebih mengendalikan respons terhadap hal yang dapat memicu amarah. Anda bisa mempraktikkannya dengan melakukan beberapa hal ketika marah.

Misalnya, pergi ke ruang yang sepi dan duduk, lalu tutup mata Anda dan rasakan sensasi fisik ketika Anda marah, seperti detak jantung yang cepat atau rahang yang terkatup.

Cobalah menenangkan diri Anda dengan menarik napas dalam-dalam, lalu hembus napas perlahan. Ulangi beberapa kali hingga amarah Anda mulai mereda.

3. Mulailah rutin berolahraga

Tak hanya baik untuk kesehatan tubuh, olahraga juga dapat membantu Anda meningkatkan kontrol diri, termasuk amarah. Pasalnya, olahraga mengeluarkan hormon endorfin yang dapat membuat Anda merasa lebih baik dan memberikan efek menenangkan.

Jadi, mulailah menyertakan olahraga ke dalam jadwal mingguan Anda. Olahraga juga bisa dilakukan secara sederhana di rumah dan dalam waktu singkat, misalnya 30 menit selama lima hari.

Sifat temperamental atau mudah marah tidak boleh dibiarkan terlalu lama, agar tidak membahayakan kesehatan Anda. Ada baiknya Anda segera melakukan beberapa cara di atas untuk segera mengatasinya sebelum amarah meledak. Apabila Anda kesulitan untuk membendung kemarahan Anda, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan penanganan.

Healthline
https://www.healthline.com/health/short-temper
Diakses 28 Mei

Everydayhealth
https://www.everydayhealth.com/news/ways-anger-ruining-your-health/
Diakses 28 Mei

Better health
https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/anger-how-it-affects-people
Diakses 28 Mei

Helpguide
https://www.helpguide.org/articles/relationships-communication/anger-management.htm
Diakses 28 Mei

Psychology today
https://www.psychologytoday.com/us/blog/mindful-anger/201407/7-things-you-need-learn-about-your-temper

Mayoclinic
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/anger-management/art-20045434
Diakses 28 Mei

Artikel Terkait