7 Sifat Enzim yang Mendukung Kesehatan Tubuh


Sifat-sifat enzim yang berkaitan dengan metabolisme antara lain bekerja secara spesifik, aktif dalam jumlah sangat sedikit, serta sensitif terhadap kadar keasaman alias pH. Ada sejumlah enzim yang kinerjanya harus dihambat, agar tidak menghasilkan produk tertentu dari proses metabolisme.

(0)
05 Feb 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sifat-sifat enzim antara lain menjadi aktif dalam jumlah yang sangat sedikitSifat-sifat enzim antara lain sensitif terhadap asam atau pH
Untuk tumbuh, berkembang, hingga bereproduksi, di dalam tubuh manusia terjadi serangkaian reaksi metabolisme yang melibatkan bantuan enzim. Nah, apa saja sifat-sifat enzim dan bagaimana ia bekerja hingga tubuh Anda tetap dapat berfungsi secara normal serta sehat?Enzim adalah zat di dalam tubuh yang berperan dalam pembentukan mayoritas protein dan sebagian kecil asam ribonukleat (ribonucleid acid atau RNA). Fungsi utama enzim ialah sebagai katalis biologis, yakni mempercepat reaksi metabolisme tertentu di dalam tubuh.Ada banyak sekali jenis enzim di dalam tubuh yang berperan penting dalam ribuan aktivitas sel di dalam tubuh. Meskipun demikian, enzim-enzim tersebut memiliki benang merah karakteristik atau sifat biologisnya.

Sifat-sifat enzim

Enzim berperan dalam proses metabolisme di tubuh
Sifat-sifat enzim dengan keterkaitan peran sebagai pembantu proses metabolisme adalah sebagai berikut ini.

1. Biokatalisator

Dengan sifat sebagai biokatalisator, enzim mampu mempercepat proses reaksi metabolisme tertentu. Tanpa adanya enzim, metabolisme akan berlangsung sangat lambat. Kendati demikian, enzim tidak mempengaruhi keseimbangan reaksi tersebut.

2. Thermolabil

Kerja enzim pada dasarnya tidak terpengaruh oleh reaksi yang dikatalisnya pada kondisi stabil. Namun, enzim bisa rusak jika terpapar suhu tertentu, mengingat sifat protein dan enzim itu sendiri yang memang thermolabil (rentan bereaksi terhadap perubahan suhu).Mayoritas enzim di tubuh manusia dapat bekerja secara maksimal saat berada di suhu 37 derajat Celcius. Pada suhu di bawah itu, enzim masih bisa bekerja, tapi kurang maksimal dan cenderung lambat. Sementara pada suhu di atas 60 derajat, enzim akan rusak dan tidak bisa lagi melakukan fungsi katalisis.

3. Sensitif terhadap pH

Selain rentan terhadap suhu tertentu, enzim juga sangat sensitif terhadap kadar keasaman alias pH. Pada usus, enzim dapat bekerja maksimal saat pH mencapai 7,5 (basa), sedangkan enzim pada perut justru bisa berfungsi optimal jika berada pada pH 2 (asam).Ketika berada pada lingkungan yang terlalu asam atau terlalu basa, enzim akan berubah bentuk, sehingga tidak bisa lagi berperan sebagai katalisis.

4. Aktif dalam jumlah yang sangat sedikit

Dalam menjalankan fungsinya untuk mempercepat metabolisme, enzim hanya terlibat dalam jumlah yang sangat sedikit. Namun, jumlah enzim yang sedikit pun sudah cukup untuk mengubah sejumlah besar substrat menjadi produk hasil dan dapat digunakan berulang-ulang.

5. Bekerja secara spesifik

Enzim memiliki bekerja ciri khas dalam membantu menjalankan reaksi yang dikatalisnya. Artinya, enzim yang sudah membantu mengkatalisis satu reaksi tidak akan mengkatalis reaksi yang lain. Sebab, bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu.

6. Bisa bekerja satu arah maupun dua arah

Umumnya, enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. Meskipun demikian, ada juga enzim yang menjadi katalis reaksi dua arah, seperti enzim lipase yang mengkatalisis pembentukan sekaligus penguraian lemak itu sendiri.

7. Bisa bekerja di dalam ataupun di luar sel

Sifat enzim lainnya dapat berupa endoenzim (bekerja di dalam sel) ataupun ektoenzim (bekerja di luar sel). Contoh endoenzim adalah lisosom, sedangkan yang termasuk ektoenzim yaitu amilase dan maltase.Berdasarkan sifatnya, baik endoenzim maupun ektoenzim, enzim sendiri tidak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non-protein tambahan yang disebut kofaktor. Sebagai contoh, carbonic anhydrase (enzim yang membantu mempertahankan pH di dalam tubuh) tidak bisa berfungsi optimal tanpa bantuan dari zinc ion.

Beberapa enzim harus dihambat kerjanya

Ada sejumlah enzim yang kinerjanya harus ditahan
Kadang kala, kerja beberapa enzim justru harus diperlemah agar tidak terlalu cepat menghasilkan produk tertentu dari proses metabolisme itu sendiri. Ada beberapa cara untuk memperlambat kerja enzim, seperti:
  • Inhibitor kompetitif:

    Sebuah molekul memblokir situs aktif sehingga substrat harus bersaing dengan inhibitor untuk menempel pada enzim.
  • Inhibitor non-kompetitif:

    Sebuah molekul mengikat enzim di tempat lain selain situs aktif dan mengurangi efektivitas kerjanya
  • Inhibitor tidak kompetitif:

    Inhibitor mengikat enzim dan substrat setelah erikat satu sama lain. Produk tidak begitu mudah meninggalkan situs aktif, dan reaksinya melambat.
  • Inhibitor ireversibel:

    inhibitor ireversibel mengikat enzim dan menonaktifkannya secara permanen.
Mengetahui sifat enzim sangat vital bagi kesehatan secara keseluruhan. Tanpa enzim yang berfungsi secara optimal, kesehatan pencernaan, sistem saraf, otot, dan bagian-bagian lain di dalam tubuh bisa terganggu.
proteinpenyakit metaboliksindrom metabolik
Biology Libretexts. https://bio.libretexts.org/Bookshelves/Microbiology/Book%3A_Microbiology_(Kaiser)/Unit_7%3A_Microbial_Genetics_and_Microbial_Metabolism/19%3A_Review_of_Molecular_Genetics/19.2%3A_Enzymes
Diakses pada 24 Januari 2020
NIH. https://www.genome.gov/genetics-glossary/Enzyme
Diakses pada 24 Januari 2020
Universitas Negeri Medan. http://digilib.unimed.ac.id/1641/80/Bab%20VI.pdf
Diakses pada 24 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319704
Diakses pada 24 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait