Sifat Pesimis Punya Kekurangan dan Kelebihan, Ini Cirinya


Pesimis adalah sikat selalu memikirkan kemungkinan terburuk akan suatu hal. Perilaku ini membuat seseorang selalu melihat sisi negatif dalam hidup.

0,0
29 Dec 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pesimis adalah sifat yang membuat Anda selalu memikirkan kemungkinan terburukPesimis adalah lawan dari sifat optimis
Pesimis adalah sikap yang membuat seseorang cenderung memikirkan kemungkinan terburuk dari suatu hal. Orang dengan sudut pandang pesimis, lebih banyak melihat dunia dari sisi negatif atau yang oleh kebanyakan orang sebenarnya dianggap sebagai realistis.Pesimis adalah kebalikan dari sifat optimis. Orang yang pesimis, lebih sering menganggap diri sendiri gagal dan justru curiga saat hal dikerjakan berjalan dengan baik. Sebaliknya, orang yang optimis selalu berharap yang terbaik dari yang dikerjakan dan lebih bisa mengambil hikmah ketika hal tidak berjalan sesuai harapan.

Pesimis adalah perilaku dengan ciri-ciri ini

Apakah Anda termasuk orang yang pesimis? Berikut ini ciri-ciri yang sering muncul pada orang yang memiliki sifat ini.
  • Tidak mengejar sesuatu yang diinginkan karena merasa pasti akan gagal
  • Selalu berpikir akan ada yang salah dalam setiap situasi
  • Merasa kaget saat sesuatu yang dilakukan berjalan mulus tanpa hambatan
  • Selalu berpikir risiko yang ada lebih besar dari manfaat yang didapatkan
  • Merasa lebih nyaman berada di kehidupan monoton dibanding dengan menantang diri sendiri untuk berubah demi mendapatkan yang lebih baik
  • Terlalu fokus pada kekurangan dibandingkan kelebihan diri sendiri
  • Merendahkan kemampuan diri sendiri dan mengalami imposter syndrome
  • Merasa terganggu dengan sikap optimis orang lain
  • Sering mensugesti hal-hal negatif kepada diri sendiri
  • Beranggapan segala sesuatu yang baik pasti akan berakhir, sehingga tidak bisa benar-benar menikmati momen
Anda tidak perlu memiliki semua ciri di atas untuk bisa disebut sebagai orang yang pesimis. Namun jika pada sebagian besar waktu dihabiskan melakukan hal-hal di atas, maka ada kemungkinan Anda memiliki sifat pesimis.

Kerugian menjadi orang yang pesimis

Sesekali memandang hidup dengan pesimis adalah hal yang wajar. Setiap manusia pasti memiliki masa yang membuat sulit melihat sisi baik dari kehidupan. Namun jika cara pandang ini terus-menerus tertanam, ada berbagai kerugian yang bisa Anda rasakan, seperti:

1. Hidup terasa lebih gelap

Menjadi orang yang pesimis akan membuat hidup lebih sulit. Anda akan lebih banyak memberikan sugesti negatif kepada diri sendiri, sangat sulit untuk merasa senang atau bahagia, dan senantiasa mencari kesalahan diri sendiri.

2. Lebih mudah depresi

Beberapa ciri pesimis seperti kecemasan berlebihan, berkata buruk kepada diri sendiri, dan selalu memikirkan skenario terburuk akan suatu hal merupakan pemicu depresi.

3. Kesehatan fisik menurun

Orang yang pesimis memiliki risiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Selain itu, orang yang memiliki sifat ini, usia harapan hidupnya juga lebih rendah.

4. Semakin rentan stres

Dengan segala hal negatif yang menyelimuti pikirannya, orang-orang yang pesimis jadi lebih mudah stres. Mereka gagal melihat hal-hal indah yang pernah dan bisa terjadi dalam hidup. Orang yang pesimis biasanya selalu tidak puas terhadap hidupnya karena selalu memandang segala sesuatunya dari sisi negatif.Baca Juga: Cara Menumbuhkan Mental yang Kuat dari Diri Sendiri

Memiliki sifat pesimis juga punya keuntungan

Meski secara umum pesimis dianggap sebagai sesuatu yang negatif, tapi sikap ini juga punya kelebihan, seperti:

• Membuat seseorang menjadi pemimpin yang baik

Dalam kadar tertentu, menjadi seorang pesimis bisa membuat Anda menjadi pemimpin yang lebih baik. Sebab, sifat ini akan membuat skeptis, sehingga lebih mudah mengenali propaganda dan kebohongan yang bisa menghancurkan suatu tim.

• Menjadi lebih siap menerima hasil

Orang yang pesimis tidak berharap banyak pada hasil yang akan didapatkan saat mengerjakan suatu hal. Di sisi lain, orang dengan sikap ini juga akan lebih total dalam bekerja karena beranggapan hal negatif akan lebih mudah terjadi.

• Membuat diri lebih waspada

Sedikit rasa pesimis yang mampir ke dalam diri juga bisa membuat diri lebih waspada. Sebab, perilaku ini akan membuat Anda lebih realistis dalam melihat dunia.Sikap pesimis dalam jumlah yang terkontrol akan membuat Anda menyadari masalah-masalah yang terjadi dalam hidup dan kemudian terpicu untuk memperbaikinya.Baca Juga: Toxic Positivity, Saat Menjadi Positif Tidak Selalu Baik

Cara menghilangkan sikap pesimis yang berlebihan

Jika sikap pesimis sudah mulai menghambat hal-hal di kehidupan Anda, maka sudah saatnya Anda mencoba menguranginya. Berikut ini beberapa tipsnya.

• Mengubah perspektif

Orang yang pesimis memang cenderung lebih realistis. Namun jika sudah berlebihan, sikap ini justru biasanya akan membuat orang jauh dari kenyataan. Berpikir bahwa Anda tidak mungkin bisa menyelesaikan suatu pekerjaan yang sangat mudah atau menganggap tidak ada orang yang mengerti padahal ada sahabat dan pasangan yang selalu menemani, adalah contoh dari pemikiran tidak realistis yang dapat mampir di benak orang-orang pesimis.Mereka terlalu fokus terhadap ketakutan atau hal-hal negatif ini. Oleh karena itu untuk menghilangkannya, cobalah kembali berpikir mengenai tingkat realistis dari ketakutan yang dirasakan.

• Membuat daftar kelebihan dan kekurangan

Hampir semua hal dalam hidup memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terkadang, kita kesulitan untuk melihat kelebihan tersebut. Dengan menuliskan kelebihan dan kekurangan suatu hal, Anda akan bisa membandingkannya dan mengubah pikiran bahwa tidak semua hal harus berjalan atau berakhir negatif.

• Mencari teman yang optimis

Berkumpul bersama teman-teman yang optimis akan memberikan sudut pandang baru dalam hidup. Mereka juga akan membantu Anda mendapatkan kesempatan yang sebelumnya tersingkir karena sifat pesimis.

• Belajar dari pengalaman

Cobalah kembali ingat masa lalu. Tentu, dari semua yang Anda lakukan, ada yang berakhir bahagia. Ini artinya, pemikiran pesimis yang selama ini ada, tidak selalu terbukti. Menyadari bahwa sesuatu juga bisa berakhir baik, bisa sedikit menyingkirkan perasaan negatif dalam diri.
Memiliki sifat pesimis bisa memberikan manfaat maupun kerugian. Kuncinya, selama tidak berlebihan, Anda bisa mengambil sisi baik dari sifat pesimis yang cenderung negatif.
kesehatan mentalstresgangguan psikologis
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/is-it-safer-to-be-a-pessimist-3144874
Diakses pada 16 Desember 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/basics/pessimism
Diakses pada 16 Desember 2020
Good Therapy. https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/pessimism
Diakses pada 16 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait