Manfaat Kunyit Tak Hanya Bumbu Dapur, Ia Juga Baik untuk Tubuh

(0)
13 Jan 2020|Anita Djie
Manfaat kunyit salah satunya adalah menjaga fungsi hatiAnda dapat memanfaatkan turmeric dalam bentuk bubuk sebagai campuran dalam makanan
Turmeric sekilas terdengar seperti merek tas ataupun baju tertentu yang berasal dari luar negeri. Faktanya, turmeric adalah salah satu bumbu dapur Indonesia yang sangat sering ditemui atau bahkan digunakan saat memasak.Turmeric adalah rempah yang memiliki berbagai nutrisi dan manfaat bagi kesehatan, serta mudah dipadukan ke dalam berbagai jenis hidangan. Penasaran? Baca artikel ini untuk mengetahui jawaban selengkapnya!

Apa itu kunyit?

Kunyit adalah bumbu dapur yang sering digunakan oleh orang Indonesia dalam hidangan seperti gulai. Kunyit atau turmeric berasal dari tanaman turmeric dan tumbuh di negara Asia serta Amerika Tengah.Umumnya, turmeric adalah rempah utama dalam kari dan memiliki rasa yang pahit dan hangat. Selain meningkatkan cita rasa makanan, kunyit juga digunakan untuk memberikan warna kuning dalam hidangan. Tidak hanya itu, turmeric adalah salah satu obat tradisional India yang sering digunakan untuk penyakit tertentu karena memiliki senyawa curcumin yang dapat meringankan peradangan dalam tubuh.Menurut Departemen Agrikultur Amerika Serikat, satu sendok makan bubuk kunyit mengandung kalori dan nutrisi berupa:
  • 29 kalori
  • 6,31 gram karbohidrat
  • 2,1 gram serat
  • 0,91 gram protein
  • 0,31 gram lemak
  • 0,3 gram gula
Satu sendok makan kunyit mampu memenuhi 26% asupan harian mangan, 16% asupan harian zat besi, lima persen asupan harian potasium, dan tiga persen asupan harian vitamin C dalam tubuh.

Apa saja manfaat kunyit bagi kesehatan?

Turmeric adalah salah satu obat tradisional yang tidak boleh diremehkan karena terdapat segudang manfaat kunyit bagi kesehatan yang sayang jika Anda lewatkan. Berikut adalah beberapa khasiat turmeric yang patut untuk dipertimbangkan.
  • Mengatasi peradangan: Menurut ahli, kandungan curcumin dalam kunyit mampu mengurangi peradangan dan mengatasi penyakit yang diakibatkan oleh peradangan berlebih, seperti radang sendi.
  • Menjaga fungsi hati: senyawa antioksidan di turmeric mampu menghentikan kerusakan pada organ hati akibat racun.
  • Mengurangi risiko penyakit jantung: curcumin yang terdapat dalam turmeric dapat meningkatkan fungsi dinding pembuluh darah dan mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung.
  • Mengurangi rasa nyeri: turmeric adalah salah satu obat tradisional antinyeri yang mampu mengurangi rasa sakit di lutut akibat radang sendi dan memiliki efektivitas setara dengan obat ibuprofen.
  • Baik untuk pencernaan: turmeric memiliki kandungan antiradang dan antioksidan yang baik untuk kesehatan pencernaan 
  • Meningkatkan fungsi otak: curcumin dalam kunyit dapat meningkatkan hormon BDNF dalam otak yang berperan dalam perkembangan fungsi otak
  • Berpotensi memperlambat dan mencegah kanker: meskipun masih memerlukan riset lebih lanjut, kandungan curcumin dalam kunyit berpeluang untuk mengatasi kanker prostat, pankreas, dan mieloma multipel.
  • Dapat mencegah vitiligo: Dalam beberapa kasus, curcumin dapat mencegah stres oksidatif pada sel-sel kulit epidermis yang bertanggung jawab untuk memproduksi melanin.
  • Mengurangi jerawat: Krim kulit yang mengandung curcumin dipercaya dapat mengatur produksi sebum untuk mengurangi dan mencegah berjerawat.

Apakah ada efek samping dari kunyit?

Meskipun turmeric adalah obat tradisional yang telah digunakan ribuan tahun yang lalu dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tetapi terdapat efek samping yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi kunyit.Konsumsi kunyit secara berlebih dapat mengiritasi organ pencernaan dan meningkatkan produksi asam lambung sehingga perut terasa begah, mual, atau nyeri. Orang yang sedang hamil atau yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin, tidak disarankan untuk mengonsumsi turmeric dalam jumlah banyak.Hal ini karena turmeric dapat mengencerkan darah dan membuat Anda lebih cepat mengalami pendarahan. Namun, Anda tidak perlu khawatir bila mengonsumsinya dalam porsi yang kecil atau secukupnya.

Bagaimana mengolah kunyit?

Turmeric tidak sulit untuk dipadukan dalam makanan Anda, Anda bisa mencampurkan kunyit saat sedang memasak hidangan ataupun memasukkannya ke dalam jus yang akan diminum. Anda juga bisa membuat turmeric menjadi salah satu bahan untuk saus pelengkap makanan yang akan dikonsumsi.Beberapa ide yang dapat dilakukan dengan turmeric atau kunyit adalah dengan mengolahnya menjadi beberapa hal berikut.
  • Teh kunyit. Anda dapat memadukan teh, madu, kunyit, jahe, dan jeruk nipis atau lemon untuk campuran minuman satu ini.
  • Golden milk. Golden milk adalah minuman berbahan dasar susu yang dicampur dengan kunyit.
  • Salad sayuran dengan bumbu kunyit. Jika salad biasa menggunakan mayonaise atau minyak zaitun, Anda dapat mencoba mengkreasikan salad dengan kunyit juga untuk kesehatan.
  • Sup wortel, jahe, dan kunyit. Sup ini dapat dibuat hingga membentuk krim dan sangat bermanfaat untuk kesehatan.
  • Kari ayam. Kunyit menjadi salah satu bahan rempah utama dalam membuat kari. Anda dapat membuat kari yang dipadukan dengan ayam sehingga mengenyangkan dan baik untuk meningkatkan kemampuan anti-inflamasi tubuh.
Bila tidak ingin repot, Anda dapat membeli jus atau jamu siap jadi yang berbahan dasar kunyit, ataupun membeli suplemen yang mengandung kunyit dalam bentuk bubuk, cair, tablet, ekstrak, dan sebagainya.Selalu ikuti aturan pakai yang tertera dalam label suplemen sebelum mengonsumsi turmeric dalam kemasan.
makanan sehatsuperfoodherbal
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/top-10-evidence-based-health-benefits-of-turmeric#section10
Diakses pada 13 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/306981.php
Diakses pada 13 Januari 2020
https://www.medicalnewstoday.com/articles/325902
Diakses pada 6 Mei 2020
WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-662/turmeric
Diakses pada 13 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319553#what-are-the-potential-benefits-for-the-skin
Diakses 19 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait