Gejala coronavirus pada orang yang rentan terinfeksi virus corona cenderung lebih berat, bahkan bisa menyebabkan kematian
Orang lanjut usia atau lansia adalah salah satu kelompok yang rentan terinfeksi virus corona

Jumlah penderita dan kasus kematian akibat terinfeksi virus corona terus meningkat setiap harinya. Sejauh ini, coronavirus memang lebih sering menyebabkan gejala berat, bahkan kematian, pada kelompok orang tertentu yang rentan terinfeksi virus corona.

Siapa saja orang yang rentan terinfeksi virus corona?

Sebagian penderita virus corona baru atau Covid-19 ada yang hanya mengalami gejala ringan. Bahkan, tak sedikit pula yang justru tidak mengalami gejala sama sekali walaupun sudah positif terinfeksi virus corona.

Akan tetapi, pada beberapa orang, Covid-19 cenderung dapat menimbulkan gejala dan komplikasi penyakit yang lebih berat. Kelompok tersebut diketahui lebih rentan terinfeksi virus corona. Lantas, siapa sajakah mereka?

1. Orang lanjut usia (lansia)

Salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi virus corona adalah orang lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun ke atas. Mengapa lansia lebih rentan terhadap paparan virus corona?

Seiring bertambahnya usia seseorang, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan. Mulai dari menurunnya produksi hormon, kekenyalan kulit, massa otot, kepadatan tulang, hingga kekuatan dan fungsi organ-organ tubuh.

Kemudian, sistem imun sebagai pelindung tubuh pada lansia pun tidak dapat bekerja dengan maksimal layaknya saat masih muda. Akibatnya, sulit bagi orang lansia untuk melawan berbagai macam bakteri atau virus penyebab penyakit, termasuk terinfeksi virus corona COVID-19.

2. Orang dengan riwayat penyakit tertentu

Gejala berat dan komplikasi serius akibat Covid-19 juga dialami oleh orang dengan riwayat penyakit tertentu, seperti orang-orang yang menderita penyakit tidak menular kronis. Risiko penyakit kronis dapat meningkat secara bertahap mulai dari usia 40 tahun.

Beberapa jenis penyakit tidak menular kronis yang mungkin diderita adalah diabetes, infeksi pernapasan akut, asma, penyakit jantung, hipertensi, kanker, serta kondisi medis lainnya yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Penyakit tidak menular sebagian besar bersifat kronis, artinya terjadi secara perlahan dan dapat menetap dalam jangka waktu yang lama. Tidak hanya berlangsung lama, penyakit kronis juga menyebabkan kondisi kesehatan penderitanya menurun secara bertahap sehingga rentan terinfeksi penyakit, termasuk virus corona.

Orang yang rentan terinfeksi Covid-19 dan memiliki penyakit penyerta kronis berisiko lebih tinggi untuk mengalami gejala berat, misalnya pada lansia.

Hal ini karena penyakit kronis menyebabkan sistem kekebalan tubuh penderitanya melemah dan lebih sulit melawan infeksi. Akibatnya, tubuh penderita penyakit kronis akan lebih mudah terserang penyakit, termasuk virus corona Covid-19.

Selain itu, perokok, penderita HIV atau AIDS, orang yang melakukan transplantasi organ atau sumsum tulang, serta orang yang mengonsumsi obat kortikosteroid dosis tinggi atau obat penekan kekebalan lainnya juga rentan terinfeksi virus corona.

3. Tenaga medis di rumah sakit

Kelompok orang yang rentan terinfeksi virus corona berikutnya adalah tenaga medis di rumah sakit, termasuk dokter dan perawat. Bagaimana tidak, mereka diharuskan untuk bersinggungan langsung dengan pasien yang terinfeksi virus corona.

Mengingat risikonya sangat tinggi, para tenaga medis perlu menerapkan prosedur, protokol, dan penggunaan alat pelindung diri tertentu guna mencegah penularan virus corona. 

4. Anak-anak

Orang lansia di atas usia 60 tahun dan orang-orang dengan riwayat penyakit penyerta memang tergolong rentan terinfeksi virus corona. Namun, di beberapa negara orang-orang berusia muda ada juga yang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19.

Meski kondisi mereka mungkin tidak terlalu parah seperti pada pasien orang dewasa, tetapi risiko anak-anak, terutama bayi, terinfeksi virus corona tetap tidak boleh disepelekan. Terlebih jika anak-anak tersebut sebelumnya mengidap pneumonia yang berisiko memperburuk infeksi Covid-19. 

Di Indonesia sendiri, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) mengungkapkan data anak-anak yang terkena Covid-19 di beberapa provinsi di Indonesia yang masuk dalam zona merah penyebaran virus corona.

Untuk data anak, sebanyak 6.744 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 991 Pasien dalam Pengawasan (PDP), 26 orang positif terinfeksi Covid-19, 9 orang sembuh, dan 6 orang anak meninggal dunia.

Covid-19 seringkali dikaitkan sebagai penyakit dengan sistem imun rendah sehingga anak-anak lebih rentan terkena wabah ini. Anak-anak yang terinfeksi positif COVID-19 biasanya mengalami gejala yang lebih ringan dibanding orang dewasa.

Para ahli kesehatan sendiri belum bisa menemukan efek tidak terlalu parahnya dampak penularan virus corona pada anak-anak. Akan tetapi, kemungkinan ada dua teori yang melandasi hal ini, yaitu:

  • Anak-anak yang masih negatif COVID-19 memang belum terekspos oleh virus ini, atau
  • Ada perbedaan sistem kerja antibodi dalam diri anak yang berbeda dengan orang dewasa.

Hingga kini, yang jelas, para dokter belum dapat mengambil kesimpulan mengenai dampak virus corona terhadap anak-anak. Maka dari itu, para orangtua tetap disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan agar anak-anak mereka terhindar dari infeksi virus ini.

Cara mencegah penularan virus corona pada kelompok orang yang rentan

Orang lanjut usia atau lansia dan orang dengan riwayat penyakit tertentu cenderung lebih rentan terinfeksi virus corona Covid-19 lantaran imunitas tubuh mereka yang tergolong rendah.

Kendati demikian, ada berbagai cara mencegah penularan virus pada kelompok orang yang rentan, yaitu:

1. Sering mencuci tangan

Orang yang rentan terkena virus corona wajib cuci tangan sesering mungkin
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan salah satu cara mencegah penularan virus corona

Salah satu cara pencegahan virus corona adalah dengan sering mencuci tangan. Ini berlaku bagi orang yang rentan terinfeksi virus corona dan anggota keluarga lainnya yang tinggal satu rumah dengan mereka.

Pastikan mencuci tangan setelah dari toilet, setelah batuk dan bersin, serta sebelum dan sesudah makan. Anda bisa mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

Namun, jika Anda sulit menemukan akses air mengalir, Anda bisa mencuci tangan dengan cairan pembersih yang mengandung alkohol 60%.

Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau cairan pembersih yang mengandung alkohol dapat membantu menyingkirkan dan membunuh virus yang mungkin terdapat pada permukaan tangan Anda. Pastikan Anda mencuci tangan dengan cara yang tepat selama minimal 20 detik.

2. Menyemprotkan cairan disinfektan

Minta pengasuh lansia atau anggota keluarga di rumah untuk rutin menyemprotkan cairan disinfektan pada permukaan benda yang paling sering disentuh oleh orang banyak. Misalnya, gagang pintu, meja, kursi, keran wastafel, lemari, dan lain-lain.

Cairan disinfektan dianggap lebih efektif dalam membunuh bakteri dan mikroorganisme pada permukaan benda mati apa pun, yang menjadi perantara paparan infeksi virus atau bakteri berbahaya bila dihirup atau disentuh manusia.

3. Menjaga sistem imunitas tubuh dengan pola hidup sehat

Cara mencegah penularan virus corona pada kelompok yang rentan berikutnya adalah menjaga sistem imunitas tubuh dengan melakukan pola hidup sehat.

Saat Anda merasa sudah menjaga kesehatan diri dengan cukup baik, maka risiko kekhawatiran atau ketakutan Anda akan tertular penyakit menjadi lebih kecil. Jadi, cobalah terapkan pola hidup sehat dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Makan makanan yang bergizi seimbang.
  • Minum air putih yang cukup, minimal 2 liter untuk orang dewasa.
  • Konsumsi suplemen vitamin, apabila diperlukan. 
  • Lakukan olahraga secara rutin di rumah.
  • Tidur yang cukup, minimal 7-9 jam untuk orang dewasa.
  • Hentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol.
  • Sempatkan waktu untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi. 

4. Jaga jarak dengan orang yang sedang sakit

Orang yang rentan terinfeksi virus corona sebaiknya menghindari orang yang sedang sakit
Sebisa mungkin, jaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga yang sedang sakit

Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit, termasuk orang yang mengalami gejala batuk atau bersin. Jika memungkinkan, jaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga yang tinggal satu rumah dan dalam kondisi sedang sakit. Atau gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya.

Pasalnya, saat seseorang batuk atau bersin, mereka akan mengeluarkan percikan cairan yang mengandung virus dari hidung atau mulutnya.

Jika jarak Anda terlalu dekat dengannya, Anda bisa menghirup percikan cairan sehingga menyebabkan Anda tertular penyakit yang dialami oleh orang tersebut, termasuk virus corona Covid-19.

5. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut

Cara mencegah penularan virus corona lainnya adalah dengan menghindari sentuh mata, hidung, dan mulut, sampai tangan sudah dalam kondisi bersih.

Pasalnya, sehari-hari Anda mungkin menyentuh benda apa pun yang berada di sekitar Anda. Disadari atau tidak, benda-benda tersebut dapat berisiko meningkatkan penyebaran virus di tangan Anda.

Saat tangan menyentuh mata, hidung, dan mulut maka virus dapat masuk ke dalam tubuh sehingga membuat Anda jatuh sakit.

6. Menjaga kebersihan saat batuk dan bersin

Orang yang rentan terinfeksi virus corona wajib menjaga kebersihaan saat batuk atau bersin
Tutup hidung dan mulut menggunakan tisu saat bersin atau batuk

Ketika Anda bersin dan batuk, pastikan Anda menutup hidung dan mulut dengan siku bagian dalam atau tisu. Setelah itu, langsung buang tisu di tempat sampah tertutup dan bersihkan tangan menggunakan air mengalir dan sabun, atau hand sanitizer

Dengan ini, Anda dapat melindungi orang lain di sekitar Anda, terutama orang lansia dan orang dengan riwayat penyakit kronis tertentu dari berbagai macam virus, seperti flu, pilek, hingga COVID-19, yang mungkin keluar melalui percikan cairan dari mulut dan hidung.

7. Ikuti protokol kedatangan sampai di rumah setelah bepergian

Jika ada anggota keluarga yang masih bepergian ke luar rumah di tengah wabah corona, pastikan untuk mengikuti protokol kedatangan sampai di rumah setelah bepergian berikut ini agar terhindar dari penularan virus corona:

  • Lepas sepatu di pintu, sebelum masuk ke rumah
  • Semprotkan cairan disinfektan pada barang yang dibawa bepergian
  • Membuang tanda terima yang tidak diperlukan
  • Jangan menyentuh barang apa pun dan jangan langsung beristirahat
  • Segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Buka pakaian
  • Mandi hingga bersih

8. Hubungi dokter atau rumah sakit jika mengalami gejala penyakit tertentu

Apabila kelompok orang rentan terinfeksi virus corona yang tinggal serumah dengan Anda mengalami gejala penyakit tertentu, terutama gejala coronavirus, hubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu guna mendapatkan pertolongan medis ke rumah sakit.

informasi selengkapnya mengenai virus corona

Sistem kekebalan tubuh yang sudah melemah ditambah adanya penyakit kronis yang diidap dapat meningkatkan risiko penularan virus corona COVID-19 pada lansia, orang dengan riwayat penyakit tertentu, hingga anak-anak.

Maka dari itu, penting untuk melakukan pencegahan penularan virus corona pada kelompok orang yang rentan terinfeksi virus corona.

World Health Organization. https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/20200311-sitrep-51-covid-19.pdf?sfvrsn=1ba62e57_4

Diakses pada 30 Maret 2020

World Health Organization. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public

Diakses pada 30 Maret 2020

World Health Organization. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses

Diakses pada 30 Maret 2020

Centers for Disease and Prevention Control. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/prevention-treatment.html

Diakses pada 30 Maret 2020

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/people-at-higher-risk.html?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Fcoronavirus%2F2019-ncov%2Fspecific-groups%2Fpeople-at-higher-risk.html

Diakses pada 30 Maret 2020

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/faq.html?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Fcoronavirus%2F2019-ncov%2Fprepare%2Fchildren-faq.html#anchor_1584387482747

Diakses pada 30 Maret 2020

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/faqs-what-you-should-know-about-covid-19-and-chronic-medical-conditions/

Diakses pada 30 Maret 2020

BBC Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/amp/indonesia-51850113

Diakses pada 30 Maret 2020

Okezone. https://nasional.okezone.com/read/2020/04/22/337/2203241/41-perempuan-6-anak-meninggal-dunia-akibat-covid-19

Diakses pada 24 April 2020

Artikel Terkait