Siap Mental Hingga Lokasi Parkir, Ini 7 Persiapan Melahirkan Caesar yang Penting

Persiapan melahirkan caesar perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya komplikasi persalinan
Sebelum akhirnya bertemu dengan sang buah hati, ibu harus melewati proses persalinan

Terkadang ada persalinan dengan metode operasi C-section atau caesar yang terencana, ada pula yang tidak. Bagi yang memang sudah merencanakan lahiran dengan operasi, penting tahu apa saja persiapan melahirkan caesar. Semakin matang persiapannya, kemungkinan merasa trauma dan cemas semakin kecil.

Selain itu, persiapan melahirkan caesar juga penting untuk mempercepat proses pemulihan, bukan hanya soal menangani bekas jahitan caesar saja. Terlebih, proses pemulihan operasi caesar lebih lama ketimbang persalinan normal.

Dalam setiap prosedur operasi – tak hanya operasi caesar saja – risiko komplikasi itu ada. Contohnya seperti infeksi, penggumpalan darah, atau perdarahan berlebihan. Meski demikian, risiko operasi caesar tergolong rendah.

Persiapan melahirkan caesar

Baik itu persalinan C-section yang direncanakan atau mendadak, persiapan melahirkan caesar tetap perlu diantisipasi. Saat mempersiapkan hospital bag, tambahkan beberapa benda yang mungkin diperlukan jika operasi caesar terjadi.

Proses persalinan caesar berlangsung bervariasi mulai dari 20-60 menit, bergantung pada kondisi yang dihadapi tim dokter. Bagi ibu hamil, berikut ini persiapan melahirkan caesar yang penting dilakukan:

1. Siapkan mental

Memang ada banyak ibu hamil yang melakukan persalinan dengan metode operasi caesar. Meski demikian, siapkan mental bahwa operasi C-section termasuk operasi besar.

Tak kalah penting, tanyakan kepada mereka yang sudah pernah mengalaminya. Riset sebanyak-banyaknya. Bekali diri dengan pemahaman tentang apa yang terjadi sebelum, sedang, dan setelah operasi caesar dilakukan.

Satu lagi yang tak kalah penting adalah berdamai dengan perasaan bersalah yang mungkin muncul setelah melakukan operasi caesar. Wajar jika menyesal tak bisa melahirkan secara normal, terutama apabila operasi caesar tidak diantisipasi sebelumnya. Entah itu normal atau caesar, Anda telah berkorban demi kehidupan sang buah hati.

2. Waktu yang tepat

Jika memungkinkan dan memang sudah menjadwalkan operasi caesar, tunggu hingga kehamilan menginjak usia 39 minggu. Tentunya, momen ini menjamin bayi berada dalam kondisi yang paling sehat. Meski demikian, tetap konsultasikan kepada dokter kandungan sesuai dengan kondisi medis masing-masing.

3. Mandi dengan sabun antibakteri

Sebelum menjalani operasi caesar, mandilah dengan sabun antibakteri untuk mengurangi jumlah bakteri yang ada di area insisi (bawah pusar). Tujuannya adalah untuk menekan risiko terjadinya infeksi pada bekas jahitan caesar.

4. Tak ragu minta bantuan

Biasanya, ibu hamil yang menjalani operasi caesar butuh waktu pemulihan lebih lama, setidaknya 3 hari di rumah sakit. Apabila ini adalah persalinan kedua dan seterusnya dan Anda perlu bantuan untuk mengurus anak selama di rumah sakit, persiapkan sejak sebelum tanggal operasi caesar dilakukan.

Memastikan anak-anak berada di tangan yang tepat akan mengurangi pikiran Anda. Dengan demikian, Anda bisa fokus pada proses pemulihan dan si Kecil yang baru lahir.

5. Pilih pakaian yang tepat

Saat mempersiapkan hospital bag, pilih atasan dan bawahan yang tidak akan mengganggu bekas jahitan caesar Anda. Hindari celana dengan bahan keras dan ketat yang berada tepat di garis bawah pusar dan pilih celana high waist. Atau, pilih dress yang nyaman dan memudahkan menyusui.

6. Pilih area parkir atau tempat penyimpanan barang

Kerap luput dilakukan adalah memilih area parkir kendaraan di rumah sakit. Biasanya, hospital bag diletakkan di mobil sampai saat Anda benar-benar memerlukannya. Lebih baik memastikan hospital bag aman di mobil ketimbang harus membawanya selama prosedur dilakukan.

Atau jika tidak mengendarai mobil sendiri ke rumah sakit, pastikan barang-barang penting seperti hospital bag berada di tempat yang mudah diakses. Tak hanya aman, tapi juga pastikan semua orang yang menunggui Anda tahu di mana lokasi barang tersebut jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

7. Jangan konsumsi makanan jelang operasi

Setidaknya 8 jam sebelum operasi caesar dilakukan, hindari mengonsumsi makanan untuk menghindari risiko komplikasi paru atau muntah. Tanyakan kepada dokter kandungan apa saja yang masih aman dikonsumsi menjelang proses operasi caesar.

Ibu dan bayi yang sehat adalah hal paling penting, di atas segala-galanya. Untuk itu, pastikan telah merancang bagaimana rencana persalinan atau birth plan Anda, baik itu rencana utama maupun cadangannya.

Melahirkan dengan operasi caesar bukan berarti tidak berkorban seperti halnya persalinan normal. Metode persalinan tidaklah menentukan bagaimana peran Anda sebagai seorang ibu.

Untuk mengurangi masalah yang mungkin muncul setelah operasi caesar, pastikan persiapan melahirkan caesar Anda benar-benar lengkap. Setelah itu, Anda bisa fokus mengurus bayi Anda, dan tentunya berterima kasih dan merawat diri sendiri. You did great!

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/c-section/about/pac-20393655
Diakses 18 Desember 2019

Parents. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/cesarean/all-about-c-sections-before-during-and-after/
Diakses 18 Desember 2019

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/tips-for-a-safer-c-section-2758499
Diakses 18 Desember 2019

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/what-happens-before-a-scheduled-c-section-2759910
Diakses 18 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed