logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Manfaat Zinc untuk Anak dan Dosis Kebutuhannya

open-summary

Zinc untuk anak harus diberikan sesuai dosis yang dibutuhkannya. Mineral ini dapat membantu meningkatkan sistem imun, mengatasi diare, mengasah daya ingat, hingga mengobati luka.


close-summary

5

(8)

24 Mei 2022

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Memberikan vitamin zinc untuk anak dapat membantu tumbuh kembangnya

Zinc untuk anak dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan

Table of Content

  • Manfaat zinc untuk anak
  • Gejala kekurangan zinc
  • Dosis zinc untuk anak dan sumbernya 
  • Pemberian suplemen zinc pada anak

Berbeda usia anak, berbeda pula kebutuhan zinc mereka. Namun, satu hal tetap sama: zinc adalah mineral yang sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme tubuh anak. Maka dari tu, Anda perlu harus memenuhi kebutuhan zinc untuk anak.

Advertisement

Banyak penelitian menyebutkan bahwa jika kebutuhan zinc tercukupi, maka anak bisa mencapai berat dan tinggi badan ideal. Secara alami, mineral ini bisa ditemukan dari daging merah, roti dan sereal gandum, atau makanan laut. 

Sejumlah kondisi tertentu bahkan membutuhkan tambahan suplemen zinc. Namun, pastikan dosis zinc anak diberikan sesuai dengan kebutuhan hariannya.

Manfaat zinc untuk anak

Zinc adalah salah satu nutrisi anak yang penting. Sebenarnya tidak hanya anak-anak saja, ibu hamil dan menyusui juga memerlukan tambahan zinc untuk menjamin kecukupan asupan nutrisi bagi janin dan bayinya.

Apa saja manfaat zinc untuk anak itu?

1. Mengendalikan sistem imun

Tubuh manusia memerlukan zinc untuk mengaktifkan sel T limfosit. Jika nutrisi ini terpenuhi dengan baik, maka respons kekebalan tubuh bisa berjalan dengan optimal sekaligus menghalau sel yang bersifat kanker. 

Hal ini didukung oleh sebuah penelitian yang menyatakan pentingnya menjaga kadar zinc dalam tubuh untuk melawan penyakit yang menyerang.

Selain itu, zinc juga disebut sebagai penjaga gerbang sistem kekebalan tubuh. Maka, apabila seorang anak mengalami defisiensi zinc, fungsi sistem kekebalan tubuhnya bisa saja terganggu.

2. Mengatasi diare 

WHO mencatat kematian anak berusia di bawah 5 tahun akibat diare mencapai 1,6 juta kasus setiap tahunnya.

Masalah kesehatan tersebut bisa menjadi tanda defisiensi zinc. Maka dari itu, pemberian zinc untuk diare anak bisa membantu meredakannya. 

Terdapat banyak penelitian mengenai fungsi zinc untuk diare. Dalam penelitian di Bangladesh terhadap anak-anak yang menderita diare, kondisi mereka membaik setelah mengonsumsi vitamin zinc untuk anak (tablet) selama 10 hari. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun menyebutkan bahwa untuk menangani anak diare salah satunya adalah dengan memberikan tablet zinc selama 10 hari berturut-turut.

Bukan hanya untuk mengobati, langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi wabah diare ke depannya. Namun, pastikan pemberian zinc pada diare anak dilakukan sesuai dengan dosis yang tepat.

3. Baik untuk kemampuan belajar dan daya ingat

anak belajar
Zinc baik untuk kemampuan belajar dan daya ingat anak

Penelitian tentang manfaat zinc untuk anak dari University of Toronto menyebut bahwa mineral yang satu ini juga penting untuk daya ingat. 

Zinc dinilai membantu mengendalikan komunikasi antar sel saraf sehingga daya ingat menjadi lebih tajam dan membantu anak belajar dengan lebih optimal.

4. Mengobati demam

Penyakit yang paling sering dialami anak-anak adalah demam atau gejala yang berkaitan dengan flu atau common cold. 

Menurut penelitian yang diunggah di Open Respiratory Medicine Journal, vitamin zinc untuk anak bisa mempersingkat durasi demam hingga 40 persen.

Akan tetapi, perlu adanya penelitian lanjut mengenai hal ini.

5. Mengobati luka

Zinc juga membantu menjaga struktur kulit dan memperbaiki lapisan kulit, termasuk saat anak mengalami luka. 

Selain itu, apabila kekurangan zinc yang parah dapat menyebabkan gangguan kulit seperti pellagra dan Necrolytic migratory erythema

Itulah sebabnya salep untuk mengatasi ruam atau luka biasanya mengandung nutrisi ini di dalamnya. Lebih jauh lagi, zinc juga membantu menurunkan risiko tumbuhnya bakteri.

6. Pertumbuhan anak optimal

Zinc adalah mineral yang memungkinkan pertumbuhan optimal pada tinggi dan berat badan anak. Terlebih, isu anak stunting merupakan salah satu masalah yang mengancam masa depan bangsa. 

Di negara-negara berkembang, defisiensi zinc diketahui sebagai salah satu penyebab anak kekurangan nutrisi. Jika tidak bisa memenuhinya dengan makanan, Anda dapat memberi suplemen zinc sirup anak.

7. Mengurangi peradangan

Manfaat zinc untuk anak selanjutnya adalah mengurangi peradangan di dalam tubuh. Mineral yang satu ini dinilai mampu meredakan stres oksidatif dan mengurangi berbagai protein radang di dalam tubuhnya.

Perlu dipahami, stres oksidatif dapat mengakibatkan peradangan kronis sehingga meningkatkan risiko kanker hingga penyakit jantung.

Baca Juga

  • Beda dengan Stunting, Ini Penyebab Anak Pendek
  • Mengenal Peran Dokter Spesialis Anak Ahli Tumbuh Kembang dan Masalah yang Ditangani
  • Apa Saja Syarat Jajanan Sehat untuk Anak?

Gejala kekurangan zinc

Anak yang mengalami defisiensi zinc tak hanya dilihat dari pertumbuhan tinggi dan berat badan yang tidak sesuai usianya. Ada beberapa gejala kekurangan zinc lainnya, seperti:

1. Mudah sakit

Kekurangan zinc dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, anak menjadi lebih mudah terserang sakit, misalnya pilek atau flu. Hal ini juga dapat berpengaruh pada aktivitas anak.

2. Hilang nafsu makan

Defisiensi zinc bisa menyebabkan anak hilang nafsu makan. Kurangnya asupan nutrisi tersebut dapat memicu berat badan anak menjadi turun.

Selain itu, anak juga bisa mengalami perubahan suasana hati, mudah marah, atau depresi.

3. Kerontokan rambut

Jika anak kekurangan zinc, ia juga bisa mengalami kerontokan rambut.

Masalah ini dikarenakan rendahnya kadar zinc dapat memicu hipotiroidisme, yang merupakan salah satu penyebab rambut rontok.

4. Luka lama sembuh

Zinc berperan dalam mendukung kesehatan kulit dan pembekuan darah. Defisiensi zinc bisa menyebabkan luka lama sembuh, bahkan hingga memakan waktu 2-3 minggu sehingga orangtua harus waspada.

5. Diare

anak diare
Kekurangan zinc pada anak dapat ditandai dengan diare

Salah satu gejala kekurangan zinc yang umum adalah diare. Hal itu terjadi karena menurunnya sistem imun bisa menyebabkan anak lebih rentan terinfeksi bakteri E.coli yang jadi penyebab diare.

6. Tidak mampu merasakan makanan dengan baik

Menurunnya indra penciuman dan rasa juga bisa menjadi gejala kekurangan zinc pada anak. 

Sebab, salah satu enzim yang dibutuhkan untuk mengenal rasa dan bau dengan benar bergantung pada zinc. Akibatnya, anak tidak mampu merasakan makanan dengan baik.

7. Kabut otak

Zinc berperan dalam mengatur bagaimana neuron di otak berkomunikasi. Akibatnya, kekurangan zinc untuk anak bisa menyebabkan terjadinya kabut otak (brain fog). Kondisi ini membuat anak sulit berkonsentrasi dan tidak bisa fokus saat memikirkan sesuatu.

Jika ada beberapa gejala di atas terjadi pada anak, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dosis zinc untuk anak dan sumbernya 

Asupan dosis zinc anak setiap harinya bisa berbeda, bergantung pada usia mereka. Berikut adalah kebutuhan zinc per hari berdasarkan usia anak.

  • Bayi usia 0-6 bulan: 2 mg
  • Bayi usia 7-12 bulan: 3 mg
  • Balita usia 1-3 tahun: 3 mg
  • Anak usia 4-8 tahun: 5 mg
  • Anak usia 9-13 tahun: 8 mg
  • Remaja perempuan usia 14-18 tahun 9 mg
  • Remaja laki-laki usia 14-18 tahun: 11 mg
  • >19 tahun: 8-11 mg.

Rata-rata, anak laki-laki membutuhkan lebih banyak zinc ketimbang perempuan. Sementara itu, ibu hamil dan menyusui disarankan mendapat asupan 12-13 mg zinc setiap harinya.

Sumber-sumber alami zinc yang berasal dari makanan bisa diperoleh melalui:

  • Daging merah
  • Kerang
  • Kacang polong
  • Produk olahan susu
  • Telur
  • Gandum utuh
  • Kentang
  • Cokelat hitam.

Di sisi lain, kebutuhan zinc untuk bayi usia 0-6 bulan bisa diperoleh dari ASI. Ketika anak tidak bisa mendapatkan zinc yang cukup, tidak ada salahnya untuk memberikan suplemen zinc

Sesuaikan dosis zinc anak dengan usia dan kebutuhan harian mereka. Namun, pastikan Anda telah berkonsultasi pada dokter dan mewaspadai efek samping yang mungkin terjadi.

Pemberian suplemen zinc pada anak

Suplemen zinc tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, atau sirup dengan berbagai dosis. Dua jenis utama suplemen zinc adalah zinc sulfate dan zinc glukonat.

Zinc sulfate mengandung konsentrasi zinc yang lebih tinggi (23 persen per 100 mg) dibandingkan zinc glukonat (14,3 persen per 100 mg). 

Jika digunakan sesuai petunjuk, suplemen zinc sirup ataupun tablet dapat membantu memenuhi kebutuhan zinc yang diperlukan dan meningkatkan beberapa aspek kesehatan anak.

Akan tetapi, terdapat beberapa efek samping yang harus dipertimbangkan, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut pada sebagian anak.

Selain itu, kelebihan dosis suplemen zinc sekitar 40 mg per hari dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan flu, di antaranya demam, batuk, sakit kepala, dan kelelahan. 

Zinc juga dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap tembaga. Untuk mengurangi risiko efek samping, gunakan suplemen sesuai dosis zinc untuk anak.

Sementara itu, jika saat mengonsumsi suplemen zinc timbul efek samping pada anak. Sebaiknya hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.

Jika Anda ingin bertanya mengenai vitamin zinc untuk anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

tumbuh kembang anakvitamin anakstuntingdiarenutrisi anak

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved