Si Kecil Mengeluh Sakit Perut, Mungkinkah Usus Buntu pada Anak?

Usus buntu pada anak menyebabkan nyeri perut yang menjalar hingga ke kanan bawah
Saat berbaring dan merasa sakit perut, anak akan berbaring di satu sisi dan menekuk kaki ke arah perut

Keluhan apa yang paling sering terdengar dari Si Kecil? Bila ia mengeluhkan sakit perut, artinya beragam, mulai dari cemas mencoba hal baru, hingga yang lebih serius seperti usus buntu pada anak. Jika keluhan itu masih disertai keceriaan seperti biasanya, tak perlu terlalu khawatir.

Ketika terindikasi ada usus buntu pada anak, langkah selanjutnya bergantung pada seberapa parah rasa sakit yang Si Kecil rasakan. Apabila anak mengeluhkan rasa sakit di perutnya dan tidak lagi bisa bermain, makan, bahkan tertawa seperti biasanya, jangan tunda ke dokter.

Ciri-ciri usus buntu pada anak

Ada banyak penyebab anak merasakan nyeri di perutnya, namun beberapa hal ini bisa membantu orangtua dalam menentukan apakah terindikasi usus buntu pada anak atau tidak:

  • Titik nyeri

Apabila rasa nyeri muncul di dekat pusar dan melebar hingga perut kanan bawah, bisa jadi itu adalah usus buntu pada anak. Usus buntu terletak di perut kanan bawah, tempat bertemunya usus halus dan usus besar.

  • Muncul darah

Indikator lain usus buntu pada anak adalah munculnya darah di feses maupun muntah anak.

  • Muntah

Apabila terjadi usus buntu pada anak, ada kemungkinan muntah berupa cairan berwarna kehijauan. Ini merupakan indikator ada penyumbatan di perut atau usus. Ketika menemukan hal ini, segera bawa anak ke dokter.

  • Ukuran perut

Ketika perut anak lebih besar dari ukuran normal atau mengalami distensi atau perut yang tegang, artinya ada yang tidak beres di dalamnya. Masalah usus buntu pada anak adalah salah satunya.

  • Terjadi peradangan

Cara lain mengetahui apakah keluhan anak merupakan usus buntu atau bukan, coba tekan perlahan perut dan lepas secara tiba-tiba. Apabila terasa nyeri, bisa jadi membran yang melapisi rongga perut (peritoneal lining) sedang mengalami peradangan. Usus buntu pada anak bisa menyebabkan peradangan semacam ini.

  • Gerakan anak

Gerakan anak juga bisa menjadi indikator apakah mereka mengalami usus buntu atau tidak. Saat berbaring dan merasa sakit perut, anak akan berbaring di satu sisi dan menekuk kaki ke arah perut. Sementara saat berjalan, anak tidak akan berjalan tegak sepenuhnya. 

Pada anak berusia di bawah 2 tahun, gejala utama usus buntu pada anak adalah muntah-muntah dan ukuran perut yang lebih besar dari normal. Selain itu, anak juga bisa mengalami diare atau sebaliknya, konstipasi.

Lebih jauh lagi, anak juga bisa mengalami penurunan nafsu makan karena kecenderungan untuk memuntahkan isi perutnya. Terkadang, rasa nyeri di perut bagian kanan bawah ini juga disertai demam di atas 38 derajat Celsius.

Meski demikian, usus buntu pada anak lebih jarang terjadi terutama pada anak berusia di bawah 5 tahun. Biasanya, usus buntu pada anak terjadi pada mereka yang berusia 5-20 tahun.

Wajar jika orangtua merasa bingung menentukan apakah yang terjadi adalah usus buntu pada anak atau bukan karena gejalanya mirip seperti masalah lain seperti keracunan makanan atau gangguan pernapasan.

Cara mengatasi usus buntu pada anak

Saat memeriksa anak, dokter akan mengecek bagian perut, utamanya titik nyeri berasa. Selain itu, dokter juga akan meminta pemeriksaan darah dan urine. Pada beberapa kondisi, diperlukan juga X-ray bagian perut dan dada.

Bergantung pada seberapa parah usus buntu pada anak, dokter bisa memberikan pilihan pengobatan mulai dari antibiotik hingga operasi. Jika prosedur operasi yang dipilih, akan dilakukan operasi laparoskopi sehingga lukanya kecil dan pemulihannya cepat.

Umumnya, anak yang menjalani operasi laparoskopi untuk mengangkat usus buntu hanya perlu tinggal di rumah sakit selama satu hari. 

Hingga kini memang belum diketahui cara mencegah terjadinya masalah usus buntu pada anak, namun mendeteksinya sejak awal dapat membantu penanganan medis secara optimal dan minim komplikasi.

Stanford Children. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=could-that-stomachache-in-your-child-be-appendicitis--1-2167
Diakses 15 Maret 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/appendicitis.html
Diakses 15 Maret 2020

American Pediatric Surgical Association. https://eapsa.org/parents/learn-about-a-condition/a-e/acute-(early)-appendicitis/
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait