Si Kecil Betah di Perut? Coba 5 Tips Melahirkan Normal Lancar dan Cepat Ini


Ada cara yang bisa dilakukan agar cepat melahirkan, apabila usia kandungan sudah memasuki usia 39 minggu dan belum ada tanda-tanda kontraksi. Melakukan hubungan seksual dan mengonsumsi makanan pedas, bisa menjadi pilihan.

(0)
04 Nov 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Melakukan hubungan seksual dan stimulasi puting menjadi salah satu tips melahirkan normal lancar dan cepatsalah satu tips melahirkan normal lancar dan cepat adalah berhubungan intim
Hari perkiraan lahir (HPL) telah tiba, dan Anda sudah tidak sabar untuk bertemu Si Kecil secara langsung. Namun ternyata, beberapa hari atau bahkan minggu kemudian, ia masih “betah” di dalam. Sehingga, calon ibu mulai mencari berbagai tips melahirkan normal lancar dan cepat yang bisa diikuti.Secara medis, cara agar cepat melahirkan disebut sebagai metode induksi. Ada beberapa jenis induksi yang bisa dilakukan oleh dokter kandungan. Di samping induksi, ada juga beberapa cara alami yang bisa Anda coba untuk memancing kontraksi agar cepat melahirkan.Meski penelitian mengenai cara alami tersebut belum banyak dilakukan, selama dokter kandungan sudah memberi lampu hijau untuk mencobanya, maka Anda dapat memulainya dengan berhati-hati.

Tips melahirkan normal lancar dan cepat

Agar melahirkan normal lancar dan cepat, ibu hamil perlu memperhatikan banyak hal, salah satunya yaitu cara mempercepat induksi dan menjauhi hal-hal yang dilarang selama persalinan. Nah, beberapa cara di bawah ini dinilai dapat memancing kontraksi agar cepat melahirkan.Namun perlu diingat, setiap tips agar cepat melahirkan  yang Anda lakukan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari dokter kandungan.

1. Melakukan induksi alami

Salah satu tips melahirkan normal lancar dan cepat yang bisa Anda coba adalah melakukan induksi alami untuk memicu kontraksi jelang persalinan. Sejumlah cara yang bisa Anda lakukan sebagai upaya induksi alami adalah:
  • Melakukan hubungan intim
Tips melahirkan normal lancar dan cepat yang pertama adalah dengan melakukan hubungan intim. Berhubungan intim dinilai berpotensi sebagai salah satu cara agar cepat melahirkan. Sebab, sperma mengandung prostaglandin yang berperan dalam menyiapkan leher rahim untuk proses persalinan. Selain itu, orgasme juga dipercaya dapat memicu rasa sakit perut atau kontraksi.Baca juga: Kontraksi Setelah Berhubungan Intim Saat Hamil, Apakah Aman?
  • Stimulasi puting payudara
Tips melahirkan normal lancar dan cepat selanjutnya adalah dengan menstimulasi puting payudara. Menstimulasi puting payudara dapat memicu keluarnya hormon oksitosin. Hormon ini beperan dalam memicu kontraksi di ibu hamil, serta keluarnya ASI. Stimulasi bisa dilakukan Anda sendiri dan pasangan.
  • Mengonsumsi makanan pedas
Menyantap makanan pedas dianggap efektif sebagai salah satu cara memancing kontraksi agar cepat melahirkan. Sebab, mengonsumsi makanan pedas bisa menstimulasi otot di pencernaan, memicu keluarnya prostaglandin, dan mempersiapkan uterus untuk persalinan.Hingga sekarang, metode belum terbukti kebenarannya secara ilmiah, meski tidak sedikit yang sudah mencobanya.Jika Anda ingin tetap mencobanya, memang tidak ada salahnya. Namun, yang harus diperhatikan adalah jangan sampai menyebabkan perut Anda terasa mulas, bahkan diare.
  • Akupuntur dan akupresur
Agar cepat melahirkan, Anda juga dapat mencoba tips melahirkan normal lancar dan cepat dengan metode akupuntur dan akupresur. Sebab, akupuntur dinilai dapat melepaskan hormon oksitosin di dalam tubuh.Akupuntur adalah terapi menusukkan jarum tipis ke titik-titik tertentu pada tubuh yang bertujuan untuk merangsang energi dalam tubuh agar bertindak atas fungsi sistem atau organ tertentu. Akupuntur bisa merangsang aktivitas rahim dan memicu bayi untuk melakukan pergerakan. Kemudian, akupresur juga disebut dapat membuat Anda mengalami kontraksi sebelum persalinan. Meski belum pasti bisa merasakan kontraksi, kedua metode ini juga dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri, dan membuat Anda lebih nyaman menuju proses persalinan.

2. Melakukan induksi buatan

 Untuk memancing kontraksi agar cepat melahirkan, ada berbagai cara yang dapat dipilih oleh dokter. Metode yang diambil bergantung pada kondisi dan permasalahan yang dihadapi ibu hamil.Sejumlah metode induksi buatan yang bisa dipilih adalah:
  • Membrane sweep. Metode yang dilakukan dengan menyapukan jari dokter atau bidan di sekeliling leher rahim untuk memisahkan lapisan kantung ketuban dengan leher rahim.
  • Memberikan obat oral berisi hormon untuk mematangkan leher rahim.
  • Memasukkan kateter balon berisi hormon ke dalam leher rahim.
  • Memecahkan air ketuban (amniotomi). Metode ini dilakukan jika bayi telah sampai panggul bawah dan leher rahim telah setengah terbuka.
  • Menggunakan obat-obatan yang diinfuskan ke pembuluh darah seperti oksitosin untuk memicu kontraksi.
Baca juga: Bunda, Ini Tips Melahirkan Normal Tanpa Jahitan

3. Berolahraga ringan

Sejauh ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa olahraga ringan benar-benar efektif untuk mempercepat persalinan. Namun, tidak ada ruginya jika Anda berolahraga ringan, seperti berjalan kaki secara rutin selama masa kehamilan, untuk meredakan stres dan mempersiapkan tubuh agar lebih kuat dan siap menghadapi proses kelahiran. Anda bisa mengikuti berbagai olah raga ringan dengan mengikuti kelas kehamilan.Selain jalan santai secara rutin, senam hamil memiliki berbagai manfaat, seperti merangsang agar posisi bayi lebih dekat ke jalan lahir, melemaskan otot jalan lahir, dan Anda akan mengalami kontraksi.

4. Banyak minum dan makan camilan

Sebuah studi di Universitas California menyatakan bahwa, menambah cairan di pembuluh darah dapat mempercepat persalinan. Untuk itu, selama hamil dan menjelang persalinan, pastikan Anda cukup minum air putih dan makan makanan kecil yang rendah lemak untuk menambah energi. 

5. Dipijat

Salah satu tips melahirkan normal lancar dan cepat adalah menerima pijatan. Penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Medis Universitas Miami menyebutkan, memijat wanita selama proses kehamilan bisa menurunkan rasa sakit dan tingkat kegelisahan. 

Hal yang perlu dihindari agar melahirkan normal berjalan lancar dan cepat

Selain melakukan tips melahirkan normal lancar dan cepat di atas, agar persalinan dapat berjalan baik, sejumlah hal berikut perlu dihindari:

1. Stres dan memaksakan diri

Proses persalinan dapat terjadi dengan panjang dan melelahkan, terutama saat proses mengejan. Namun, ibu hamil sebaiknya membiarkan proses tersebut berjalan secara alami dan tidak memaksakan diri.Melawan dan terlalu memaksakan diri akan membuat Anda merasa lebih cepat lelah, dan proses persalinan normal pun dapat membuat Anda stres dan frustasi, sehingga akan kehabisan tenaga yang juga bisa berbahaya untuk janin.

2. Mengejan tidak teratur

Pastikan saat proses persalinan berlangsung, Anda mengikuti arahan dokter atau bidan ketika mengejan. Pasalnya, mengejan yang tidak teratur dapat membuat proses melahirkan bayi semakin sulit dan berbahaya.

3. Menahan napas

Selain mengejan, saat proses persalinan, Anda juga perlu bernapas dengan benar dan teratur. Hindari menahan napas atau bernapas pendek selama persalinan karena berisiko membuat Anda kekurangan oksigen yang bisa menyebabkan ibu hamil pingsan saat melahirkan.

Apa saja risiko jika bayi lahir terlambat atau bayi lahir terlalu cepat?

Memasuki trimester akhir, usia kandungan dibagi menjadi empat kategori berdasarkan waktu lahirnya bayi, yaitu:
  • Persalinan awal (early term): bayi lahir saat usia kandungan baru memasuki 37 minggu hingga 38 minggu lebih 6 hari.
  • Persalinan tepat waktu (full term): bayi lahir saat usia kandungan telah memasuki usia 39 minggu, tapi belum sampai 40 minggu lebih 6 hari.
  • Persalinan melewati HPL (later term): bayi lahir pada usia 41 minggu hingga usia 41 minggu lebih 6 hari.
  • Post-term: bayi baru lahir setelah kandungan memasuki usia 42 minggu.
Baca juga: Cara Mengurangi Rasa Sakit saat Melahirkan NormalBayi yang lahir pada kategori post-term, berisiko mengalami beberapa komplikasi, seperti:
  • Meningkatnya ukuran bayi, yang dapat menyebabkan risiko cedera pada bayi saat proses persalinan, semakin tinggi.
  • Bayi berisiko menghirup kotoran dari tubuhnya sendiri, yang bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru.
  • Kondisi plasenta sudah tidak baik, dan menurunnya pH di tali pusat yang bisa menyebabkan terjadinya neonatal acidemia, atau tingginya kadar keasaman dalam darah.
  • Bayi bisa mengalami hambatan pertumbuhan karena rahim yang sempit, dan berisiko mengalami kulit keriput, mengelupas, atau tubuh bayi menjadi kurus karena malnutrisi.
Sementara itu, kandungan ibu yang sudah masuk masa post-term, juga bisa memberikan dampak, seperti:
  • Kemungkinan proses melahirkannya dilalui dengan operasi Caesar semakin tinggi
  • Risiko jaringan sobek saat persalinan menjadi meningkat
  • Proses persalinan yang lama dan sulit
  • Gangguan kecemasan
Namun, pada kondisi percepatan tanggal persalinan yang disebabkan karena hal-hal di atas, tentu tidak bisa dilakukan dengan cara yang alami. Semua itu harus dilakukan dengan prosedur medis yang dilakukan oleh dokter.[[artikel-terkait]]Apabila Anda belum juga merasakan tanda-tanda ingin melahirkan, meski sudah memasuki HPL, berkonsultasilah dengan dokter kandungan. Dokter akan menentukan cara agar cepat melahirkan yang paling tepat untuk kondisi Anda salah satunya dengan induksi.Jangan merasa harus melakukan cara agar cepat melahirkan apabila sudah lewat HPL. Dokter bisa menginstruksikan Anda untuk menunggu terlebih dahulu sebelum melakukan metode apapun untuk memicu kontraksi.

Kapan induksi untuk memancing kontraksi agar cepat melahirkan perlu dilakukan?

Induksi adalah salah satu cara yang akan dilakukan dokter untuk memancing kontraksi dalam proses kelahiran. Namun, dikutip dari Kids Health, tindakan medis ini tidak bisa sembarangan dilakukan untuk ibu hamil atau hanya dapat diambil ketika:
  • Air ketuban sudah pecah, namun kontraksi belum terjadi
  • Ada infeksi di uterus atau rahim atau yang disebut chorioamnionitis
  • Anda memiliki faktor risiko yang berbahaya untuk kandungan, seperti diabetes gestational dan tekanan darah tinggi
  • Volume air ketuban di perut sedikit
  • Ada kelainan plasenta
  • Ada kelainan pertumbuhan janin
Tindakan medis induksi harus dilakukan dengan penuh pertimbangan untuk menghindari induksi persalinan dini karena kemungkinan tanggal kelahiran keliru atau karena serviks wanita mungkin belum siap.Jika Anda ingin berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan tips melahirkan normal lancar dan cepat selama menjalani persalinan, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQDownload aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
melahirkanpersalinanmelahirkan normal
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/natural-ways-to-induce-labor
Diakses pada 3 November 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314027.php
Diakses pada 3 November 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_inducing-labor_173.bc
Diakses pada 3 November 2019
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/labor-and-delivery/home-remedies-for-inducing-labor/
Diakses pada 3 November 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/inductions.html
Diakses pada 21 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait