Si Kecil “Betah” di Perut, Coba 5 Tips Agar Cepat Melahirkan Ini

Melakukan hubungan seksual dan stimulasi puting merupakan cara yang bisa dilakukan agar cepat melahirkan
Agar cepat melahirkan, ibu hamil bisa mencoba untuk berolahraga ringan atau makan makanan pedas

Hari perkiraan lahir (HPL) telah tiba, dan Anda sudah tidak sabar untuk bertemu Si Kecil secara langsung. Namun ternyata, beberapa hari atau bahkan minggu kemudian, ia masih “betah” di dalam. Sehingga, Anda mulai mencari berbagai cara agar cepat melahirkan.

Secara medis, cara agar cepat melahirkan disebut sebagai metode induksi. Ada beberapa jenis induksi yang bisa dilakukan oleh dokter kandungan. Di samping induksi, ada juga beberapa cara alami yang bisa Anda coba.

Meski penelitian mengenai cara alami tersebut belum banyak dilakukan, selama dokter kandungan sudah memberi lampu hijau untuk mencobanya, maka Anda dapat memulainya dengan berhati-hati.

Cara yang bisa Anda lakukan agar cepat melahirkan

Secara alami, beberapa cara di bawah ini dinilai dapat memicu proses persalinan. Namun perlu diingat, setiap metode yang Anda lakukan, harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari dokter kandungan.

1. Melakukan hubungan intim

Berhubungan intim dinilai berpotensi sebagai salah satu cara agar cepat melahirkan. Sebab, sperma mengandung prostaglandin yang berperan dalam menyiapkan leher rahim untuk proses persalinan. Selain itu, orgasme juga dipercaya dapat memicu rasa sakit perut atau kontraksi.

2. Stimulasi puting payudara

Menstimulasi puting payudara, dapat memicu keluarnya hormon oksitosin. Hormon ini beperan dalam memicu kontraksi di ibu hamil, serta keluarnya ASI. Stimulasi bisa dilakukan Anda sendiri dan pasangan..

3. Mengonsumsi makanan pedas

Menyantap makanan pedas dianggap efektif sebagai salah satu cara agar cepat melahirkan. Sebab, mengonsumsi makanan pedas bisa menstimulasi otot di pencernaan, memicu keluarnya prostaglandin, dan mempersiapkan uterus untuk persalinan.

Hingga sekarang, cara ini belum terbukti kebenarannya secara ilmiah, meski tidak sedikit yang sudah mencobanya. Jika Anda ingin tetap mencobanya, memang tidak ada salahnya. Namun, yang harus diperhatikan adalah jangan sampai menyebabkan perut Anda terasa mulas, bahkan diare.

4. Berolahraga ringan

Sejauh ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa olahraga ringan benar-benar efektif untuk mempercepat persalinan. Namun, tidak ada ruginya jika Anda berolahraga ringan, seperti berjalan kaki secara rutin selama masa kehamilan, untuk meredakan stres dan mempersiapkan tubuh agar lebih kuat dan siap menghadapi persalinan.

Selain jalan santai secara rutin, senam hamil memiliki berbagai manfaat, seperti merangsang agar posisi bayi lebih dekat ke jalan lahir, melemaskan otot jalan lahir, dan Anda akan mengalami kontraksi.

5. Akupuntur dan akupresur

Agar cepat melahirkan, Anda juga dapat mencoba metode akupuntur dan akupresur. Sebab, akupuntur dinilai dapat melepaskan hormon oksitosin di dalam tubuh.

Akupuntur adalah terapi menusukkan jarum tipis ke titik-titik tertentu pada tubuh yang bertujuan untuk merangsang energi dalam tubuh agar bertindak atas fungsi sistem atau organ tertentu. Akupuntur bisa merangsang aktivitas rahim dan memicu bayi untuk melakukan pergerakan. 

Kemudian, akupresur juga disebut dapat membuat Anda mengalami kontraksi sebelum persalinan. 

Meski belum pasti bisa merasakan kontraksi, kedua metode ini juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri, dan membuat Anda lebih nyaman menuju proses persalinan.

Mengapa cara agar cepat melahirkan perlu dilakukan?

Memasuki trimester akhir, usia kandungan dibagi menjadi empat kategori berdasarkan waktu lahirnya bayi, yaitu:

  • Persalinan awal (early term): bayi lahir saat usia kandungan baru memasuki 37 minggu hingga 38 minggu lebih 6 hari.
  • Persalinan tepat waktu (full term): bayi lahir saat usia kandungan telah memasuki usia 39 minggu, tapi belum sampai 40 minggu lebih 6 hari.
  • Persalinan melewati HPL (later term): bayi lahir pada usia 41 minggu hingga usia 41 minggu lebih 6 hari.
  • Post-term: bayi baru lahir setelah kandungan memasuki usia 42 minggu.

Bayi yang lahir pada kategori post-term, berisiko mengalami beberapa komplikasi, seperti:

  • Meningkatnya ukuran bayi, yang dapat menyebabkan risiko cedera pada bayi saat proses persalinan, semakin tinggi.
  • Bayi berisiko menghirup kotoran dari tubuhnya sendiri, yang bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru.
  • Kondisi plasenta sudah tidak baik, dan menurunnya pH di tali pusat yang bisa menyebabkan terjadinya neonatal acidemia, atau tingginya kadar keasaman dalam darah.
  • Bayi bisa mengalami hambatan pertumbuhan karena rahim yang sempit, dan berisiko mengalami kulit keriput, mengelupas, atau tubuh bayi menjadi kurus karena malnutrisi.

Sementara itu, kandungan ibu yang sudah masuk masa post-term, juga bisa memberikan dampak, seperti:

  • Kemungkinan proses melahirkannya dilalui dengan operasi Caesar semakin tinggi
  • Risiko jaringan sobek saat persalinan menjadi meningkat
  • Proses persalinan yang lama dan sulit
  • Gangguan kecemasan

Selain karena telah melewati waktu HPL, cara agar cepat melahirkan juga dilakukan dengan alasan sebagai berikut:

  • Air ketuban sudah pecah, namun kontraksi belum terjadi
  • Ada infeksi di uterus atau rahim atau yang disebut chorioamnionitis
  • Anda memiliki faktor risiko yang berbahaya untuk kandungan, seperti diabetes gestational dan tekanan darah tinggi
  • Volume air ketuban di perut sedikit
  • Ada kelainan plasenta
  • Ada kelainan pertumbuhan janin

Namun, pada kondisi percepatan tanggal persalinan yang disebabkan karena hal-hal di atas, tentu tidak bisa dilakukan dengan cara yang alami. Semua itu harus dilakukan dengan prosedur medis yang dilakukan oleh dokter.

Apabila Anda belum juga merasakan tanda-tanda ingin melahirkan, meski sudah memasuki HPL, berkonsultasilah dengan dokter kandungan. Dokter akan menentukan cara agar cepat melahirkan yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Jangan merasa harus melakukan cara agar cepat melahirkan apabila sudah lewat HPL. Dokter bisa menginstruksikan Anda untuk menunggu terlebih dahulu sebelum melakukan metode apapun untuk memicu kontraksi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/natural-ways-to-induce-labor
Diakses pada 3 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314027.php
Diakses pada 3 November 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_inducing-labor_173.bc
Diakses pada 3 November 2019

Parents. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/labor-and-delivery/home-remedies-for-inducing-labor/
Diakses pada 3 November 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/inductions.html
Diakses pada 21 Januari 2020

Artikel Terkait