Short Attention Span, saat Anak Sulit Fokus dan Mudah Terganggu


Short attention span adalah kondisi yang membuat anak atau orang dewasa sulit fokus dan mudah terdistraksi. Penyebabnya beragam, seperti depresi, cedera kepala, hingga autisme.

0,0
27 Aug 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
short attention spanShort attention span adalah kondisi yang dapat membuat anak sulit fokus dan mudah terdistraksi.
Pernahkah Anda melihat anak sulit fokus saat sedang melakukan sesuatu? Bisa jadi itu disebabkan oleh short attention span. Short attention span adalah kondisi yang dapat menyebabkan seseorang sulit fokus dan mudah terdistraksi saat sedang melakukan sesuatu dalam jangka waktu yang lama.Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada kehidupan si kecil. Maka dari itu, mari pahami penyebab, ciri-ciri, serta cara mengatasi short attention span.

Penyebab short attention span

Short attention span dapat disebabkan oleh sejumlah faktor psikologis dan fisik, di antaranya:

1. Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas

Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dapat menyebabkan short attention span.Dilansir dari Healthline, ADHD dapat menyebabkan penderitanya sulit fokus dan mengontrol hasrat mereka. Anak-anak yang menderita ADHD cenderung sering melamun, sulit mengatur waktu, gelisah, cemas, dan mudah lupa.

2. Depresi

Gangguan kesehatan mental seperti depresi juga bisa menyebabkan short attention span. Sebab, gangguan mood pada kondisi ini  dapat membuat penderitanya sulit berkonsentrasi atau fokus.

3. Cedera kepala

Dilansir dari sebuah studi yang jurnal Developmental Medicine & Child Neurology, cedera kepala adalah penyebab umum dari masalah perhatian seperti short attention span.Gejala lain dari cedera kepala, di antaranya sakit kepala, pusing, mual, merasa bingung, perubahan kepribadian, hilang ingatan, kejang, hingga gangguan penglihatan.

4. Gangguan belajar

Short attention span bisa disebabkan oleh gangguan belajar. Kondisi ini membuat keterampilan dasar anak dalam belajar, seperti membaca dan menghitung, menjadi terganggu.Beberapa jenis gangguan belajar yang paling umum, di antaranya disleksia, diskalkulia, hingga disgrafia. Selain itu, beberapa ciri umum dari gangguan belajar meliputi:
  • Sulit mengikuti arahan
  • Sulit untuk mengingat
  • Kemampuan membaca dan menulis yang buruk
  • Koordinasi mata dan tangan yang buruk
  • Mudah terganggu.

5. Autisme

Autism spectrum disorder (ASD) atau autisme juga bisa menyebabkan short attention span. Kondisi ini umumnya dapat dideteksi sejak masa kanak-kanak.Anak-anak yang mengidap autisme umumnya memiliki masalah dalam kemampuan sosial, emosional, dan komunikasinya.

Ciri-ciri short attention span

Ciri-ciri utama dari short attention span adalah sulit fokus saat melakukan sesuatu. Meski begitu, masih banyak gejala lain yang perlu diwaspadai, seperti:
  • Membuat kesalahan yang tak perlu (ceroboh)
  • Kesulitan membaca tulisan yang panjang
  • Terlihat seperti tidak mau mendengarkan
  • Berhenti mengerjakan sesuatu meski belum selesai
  • Sulit mengatur waktu
  • Melupakan aktivitas atau janji.

Dampak buruk dari short attention span

Terdapat beberapa dampak buruk dari short attention span yang dapat dirasakan oleh si kecil, di antaranya:
  • Performa akademis yang buruk di sekolah
  • Tidak mampu menyelesaikan aktivitas sehari-hari
  • Ketinggalan informasi atau detail penting
  • Gangguan komunikasi dalam sebuah hubungan
  • Kesehatan yang buruk karena mengabaikan atau tidak mampu mempraktikkan kebiasaan sehat.

Cara mengatasi short attention span

Cara mengatasi short attention span dilakukan berdasarkan kondisi medis yang menyebabkannya. Misalnya, jika penyebabnya adalah ADHD, kondisi ini akan ditangani dengan obat-obatan dan terapi perilaku.Selain itu, terdapat beberapa solusi yang dapat dilakukan di rumah untuk mengatasi short attention span.
  • Mengunyah permen karet

Berbagai studi yang dimuat di dalam jurnal BioMed Research International menyatakan bahwa mengunyah permen karet dapat meningkatkan fokus dan performa saat sedang bekerja.Tidak hanya itu, mengunyah permen karet juga dinilai ampuh meningkatkan kewaspadaan dan menurunkan stres.Meski begitu, perlu diingat bahwa mengunyah permen karet bukanlah solusi jangka panjang. Efeknya dalam meningkatkan konsentrasi juga tidak berlangsung lama.
  • Minum air putih

Menjaga hidrasi atau asupan cairan di dalam tubuh adalah hal yang penting. Sebab, si kecil dapat mengalami dehidrasi dan membuatnya semakin sulit untuk berpikir jika jarang minum air.
  • Olahraga

Berolahraga tidak hanya menyehatkan kesehatan fisik, tapi juga bisa mengasah kemampuan anak dalam berfokus.Bahkan, sejumlah studi di dalam jurnal HHS Public Access menyatakan bahwa berolahraga bisa meningkatkan perhatian dan fokus pada penderita ADHD.Bagi anak-anak, olahraga yang dapat dicoba adalah berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.
  • Terapi perilaku

Terapi perilaku dilakukan untuk mengatasi kondisi mental tertentu. Terapi ini dapat membantu anak untuk mengidentifikasi dan merubah perilaku yang tidak baik atau membahayakan dirinya sendiri.Ada pula bukti yang menyatakan bahwa terapi perilaku adalah cara efektif untuk mengatasi kurangnya kemampuan untuk memerhatikan pada pasien ADHD.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
tips parentinggaya parenting
Healthline. https://www.healthline.com/health/short-attention-span
Diakses pada 13 Agustus 2021
Web MD. https://www.webmd.com/add-adhd/short-attention-spans
Diakses pada 13 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait