Shisha Dianggap Lebih Bahaya Dibandingkan Rokok, Bagaimana Penjelasannya?

Meningkatkan risiko kanker menjadi salah satu bahaya shisha yang harus Anda waspadai.
Shisha seringkali dianggap aman daripada rokok. Nyatanya, shisha bisa memberikan kerugian yang lebih parah daripada rokok.

Shisha atau hookah adalah tabung berisikan air yang digunakan untuk merokok ala Timur Tengah. Sejak zaman dahulu kala, shisha telah populer di Persia dan India. Saat ini, shisha dinikmati banyak orang di kafe, restoran, ataupun rumahan.

Shisha seringkali dianggap tidak berbahaya. Padahal, ada banyak fakta mengerikan tentang shisha, yang membuatnya tak berbeda dari rokok biasa.

Kandungan shisha yang berbahaya

Berbeda dari rokok pada umumnya, tembakau yang digunakan shisha memiliki tekstur yang unik. Jika dihirup asapnya, ada rasa dan bau yang beragam, seperti buah-buahan.

Tanpa mengetahui kandungannya, mungkin Anda tidak percaya bahwa shisha berbahaya. Maka dari itu, pahamilah beberapa fakta tentang kandungan shisha ini:

  • Setidaknya ada 82 bahan kimia beracun dan karsinogen yang dikandung asap shisha
  • Walaupun asap shisha harus melewati air sebelum terhisap oleh penggunanya, bahan kimia berbahaya dan zat adiktif dari tembakau tidaklah hilang.
  • Pembakaran arang yang digunakan untuk membakar tembakau dapat menimbulkan risiko kesehatan lainnya, karena proses pembakaran ini menghasilkan zat berbahaya seperti karbon monoksida, logam, dan bahan kimia lainnya.

Ketiga fakta tentang kandungan shisha di atas menjelaskan bahwa shisha bukanlah pengganti rokok yang aman. Informasi yang menyebut bahwa shisha tidak menimbulkan risiko kesehatan juga tidak benar.

Bahaya mengisap shisha

Shisha
Shisha sangat berbahaya bagi kesehatan

Merokok shisha membuat penggunanya terpapar dengan asap tembakau. Kalaupun Anda tidak menghirupnya langsung, Anda tetap berisiko terpapar asap tembakau hasil pembakaran shisha jika berada di dekatnya.
Berikut ini adalah bahaya merokok shisha yang berbahaya untuk Anda:

  • Komplikasi pada organ paru

Bahaya merokok shisha ternyata berpotensi menyebabkan komplikasi pada organ paru, seperti menimbulkan penyakit paru obstruktif kronis dan bronkitis.

  • Meningkatkan risiko penyakit jantung

Tidak hanya paru-paru, ternyata jantung juga bisa menjadi organ vital lain yang terluka akibat mengisap shisha.

Disebutkan, penyakit jantung dan serangan jantung termasuk ke dalam bahaya merokok shisha.

  • Meningkatkan risiko kanker

Karena tidak berbeda dari rokok pada umumnya, bahaya merokok shisha juga bisa meningkatkan risiko kanker, terutama kanker paru-paru, tenggorokan, dan mulut.

  • Penuaan dini pada kulit

Merokok apapun itu, dapat menurunkan oksigenasi ke kulit. Akibatnya, kulit berisiko mengalami penuaan dini.

  • Meningkatkan risiko penyakit menular

Seperti yang diketahui, merokok shisha bisa dilakukan bersama-sama menggunakan satu tabung. Hal ini dianggap berpotensi meningkatkan risiko penyakit menular seperti herpes oral hingga mononukleosis.

Shisha disebut lebih aman dari rokok, apa benar?

Shisha
Shisha vs rokok, mana yang lebih bahaya?

Banyak yang menyangka bahwa shisha lebih aman dibandingkan rokok. Nyatanya, kedua hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan Anda disarankan untuk menghindarinya.

Bayangkan saja, asap shisha yang Anda isap mengandung 36 kali lebih banyak tar dan 15 kali lebih banyak karbon monoksida dari rokok. Selain itu, jumlah nikotinnya 70% lebih besar dibandingkan dengan satu batang rokok.

Merokok shisha satu jam sama dengan merokok 40-400 rokok biasa, tergantung dari seberapa sering Anda mengisap shisha dalam satu sesi, dalamnya tarikan isapan, dan lama sesi shisha berlangsung.

Perbedaan shisha dan vape

Selain shisha, ada lagi alternatif rokok lain yang digadang-gadang aman, yaitu vape atau rokok elektronik. Keduanya jelas berbeda, shisha digunakan dengan cara membakar arang yang kemudian akan membakar campuran tembakau, serta memanaskan air yang ada di dalam tabung.

Sementara itu, vape memanaskan nikotin (yang diekstrak dari tembakau), perisa, dan beberapa bahan kimia lainnya untuk menciptakan uap, yang kemudian diisap oleh penggunanya.

Keduanya sama-sama memiliki risiko kesehatan, yang sampai saat ini masih ditelaah oleh banyak peneliti di dunia.

Catatan dari SehatQ:

Beberapa orang percaya bahwa shisha adalah alternatif rokok yang aman. Nyatanya, shisha bisa lebih bahaya dari rokok dan meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit mengerikan.

Tidak hanya penggunanya saja yang terpapar risiko ini, tapi orang-orang di sekitarnya yang juga terkena asap pembakaran shisha. Maka dari itu, bagi Anda yang sudah kecanduan shisha, ada baiknya menghentikan kebiasaan mengisapnya dan mulailah gaya hidup sehat.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322982.php
Diakses pada 6 Februari 2020

Lung. https://www.lung.org/stop-smoking/smoking-facts/facts-about-hookah.html
Diakses pada 6 Februari 2020

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/hookahs_vs_cigarettes_addiction_and_health_dangers/article.htm#are_hookahs_safer_than_smoking_cigarettes
Diakses pada 6 Februari 2020

Hopkins Medicine. https://www.medicinenet.com/hookahs_vs_cigarettes_addiction_and_health_dangers/article.htm#are_hookahs_safer_than_smoking_cigarettes
Diakses pada 6 Februari 2020

 

Artikel Terkait