Berkenalan dengan Shatavari, Jenis Asparagus yang Multikhasiat


Shatavari merupakan jenis asparagus yang biasa dimanfaatkan dalam pengobatan Ayurveda di India. Salah satu khasiatnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh.

(0)
19 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Shatavari adalah sejenis asparagus dengan berbagai manfaat untuk tubuhShatavari merupakan jenis asparagus yang menawarkan bermacam-macam khasiat
Shatavari adalah spesies asparagus yang populer sebagai bagian dari pengobatan Ayurveda di India. Disebut juga dengan satavari atau satavar, shatavari menawarkan beragam manfaat dan khasiat. Apa saja manfaatnya bagi kesehatan?

Ragam manfaat shatavari untuk kesehatan

Shatavari dapat membantu mengendalikan gula darah
Populer dalam pengobatan Ayurveda, ini dia manfaat shatavari.

1. Mengatasi masalah reproduksi wanita

Salah satu klaim manfaat shatavari yang populer adalah potensi untuk mengatasi masalah reproduksi wanita. Berdasarkan penelitian, shatavari berpotensi untuk mengatasi masalah khas wanita seperti ketidakseimbangan hormon maupun sindrom ovarium polikistik (PCOS).

2. Meredakan ketidaknyamanan saat menopause

Masih berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita, shatavari juga dilaporkan dapat meredakan gejala dan ketidaknyaman bagi wanita yang memasuki fase menopause.Dalam sebuah riset, konsumsi shatavari dan tiga herbal lain selama 12 minggu terbukti dapat menurunkan hot flashes dan keringat di malam hari. Hanya saja, riset ini tidak melaporkan adanya perubahan level hormon dan kesehatan lain secara umum.

3. Menangkal radikal bebas

Shatavari mengandung tinggi zat antioksidan yang disebut saponin. Antioksidan seperti saponin membantu mencegah kerusakan sel akibat aktivitas radikal bebas dan stres oksidatif.Selain saponin, akar shatavari juga mengandung zat antioksidan lain seperti racemofuran, asparagamine A, dan racemosol.

4. Mengurangi peradangan

Selain memiliki efek antioksidan, racemofuran dalam shatavari juga menghadirkan sifat anti-peradangan. Racemofuran bahkan dipercata bekerja mirip dengan obat-obatan antiradang seperti penghambat COX-2.

5. Meningkatkan daya tahan tubuh

Dalam praktik pengobatan Ayurveda, shatavari dimanfaatkan untuk menguatkan sistem imun. Penelitian pada hewan juga menemukan bahwa ekstrak akar shatavari dapat meningkatkan antibodi tubuh terhadap jenis batuk rejan.Hewan yang diberikan shatavari juga pulih lebih cepat dengan peningkatan kualitas secara umum. Riset pada manusia tentu masih diperlukan untuk menguatkan manfaat shatavari ini.

6. Memiliki efek diuretik

Shatavari memiliki efek diuretik sehingga dapat merangsang penyingkiran cairan berlebih dari dalam tubuh. Bahkan, riset yang mendalami efek ini menyebutkan bahwa tidak ada efek samping akut dari penggunaan shatavari untuk menyingkirkan cairan.Meski demikian, penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk memastikan keamanan shatavari sebagai diuretik.

7. Memulihkan luka pada organ pencernaan

Organ pencernaan seperti lambung, usus halus, dan kerongkongan rentan mengalami ulkus atau luka. Luka tersebut dapat menimbulkan gejala yang menyiksa serta risiko komplikasi seperti perdarahan.Shatavari berpotensi untuk memulihkan luka di saluran pencernaan. Namun, penelitian yang ada masih dilakukan pada hewan sehingga riset pada manusia masih sangat diperlukan.

8. Mengendalikan gula darah

Shatavari berpotensi untuk mengendalikan kadar gula darah. Kandungan dalam shatavari juga berpotensi untuk merangsang produksi insulin, tapi belum jelas mekanismenya. Walau berpeluang menjadi penanganan baru untuk diabetes, riset lanjutan masih dibutuhkan.

9. Membantu mengatasi batu ginjal

Batu ginjal dapat terbentuk karena penumpukan zat dan mineral tertentu. Jenis batu ginjal yang paling sering dialami yaitu deposit zat yang disebut oksalat.Akar shatavari berpotensi untuk mencegah pembentukan batu dari oksalat, berdasarkan suatu riset pada hewan. Akar tanaman ini juga meningkatkan konsentrasi magnesium di urine, yang juga membantu mencegah pembentukan kristal batu ginjal.

10. Meringankan gejala depresi

Depresi merupakan gangguan psikologis yang cukup rentan dialami masyarakat. Shatavari pun berpotensi untuk meredakan gejala depresi. Antioksidan dalam shatavari memiliki efek antidepresan alami. Kandungan shatavari juga dapat memengaruhi aktivitas neurotransmiter di dalam otak.

Adakah efek samping penggunaan shatavari?

Hati-hati, shatavari berisiko timbulkan alergi
Shatavari umumnya aman dikonsumsi. Shatavari tersedia dalam bentuk suplemen kapsul maupun bubuk. Bila Anda ingin mengonsumsi suplemennya pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menghindari risiko efek samping.Beberapa individu berisiko mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi shatavari. Bila Anda memiliki alergi terhadap asparagus, hindarilah shatavari.Shatavari juga berpotensi berinteraksi dengan obat diuretik dan diabetes. Bila sedang mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek diuretik dan efek penurunan gula darah, Anda pun tak bisa mencoba shatavari.Bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?Belum banyak riset yang memastikan keamanan shatavari untuk ibu hamil dan menyusui. Dengan demikian, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi herbal shatavari maupun suplemennya jika sedang mengandung maupun dalam masa menyusui.

Catatan dari SehatQ

Apabila masih memiliki pertanyaan terkait shatavari, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di App Store dan Play Store yang berikan informasi kesehatan tepercaya.
makanan sehatdiet sehatherbal
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/shatavari
Diakses pada 6 Januari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322043
Diakses pada 6 Januari 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S2210803318300010
Diakses pada 6 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait