logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Shaken Baby Syndrome, Kondisi Serius Akibat Sering Mengguncang Bayi

open-summary

Shaken baby syndrome adalah kondisi medis serius yang bisa terjadi ketika tubuh bayi sering diguncangkan. Gejalanya beragam, mulai dari tidak mau menyusu, muntah-muntah, warna kulit berubah, hingga koma. Dalam beberapa kasus, bayi dapat berhenti bernapas dan harus ditangani dokter segera.


close-summary

5

(1)

2 Feb 2022

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Shaken baby syndrome adalah penyakit serius yang dapat mengancam nyawa bayi.

Shaken baby syndrome dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan bahkan kematian.

Table of Content

  • Apa itu shaken baby syndrome?
  • Gejala shaken baby syndrome yang harus diwaspadai
  • Penyebab shaken baby syndrome
  • Siapa yang paling berisiko menderita shaken baby syndrome?
  • Komplikasi shaken baby syndrome
  • Komplikasi shaken baby syndrome
  • Cara mendiagnosis shaken baby syndrome
  • Pengobatan shaken baby syndrome
  • Bagaimana cara mencegah shaken baby syndrome?

Pernahkah Anda mengguncang-guncangkan tubuh bayi secara kasar? Hal ini kadang dilakukan saat si kecil sedang bermain atau tidak berhenti menangis. Namun, Anda perlu berhati-hati karena kebiasaan ini dapat menyebabkan shaken baby syndrome, yaitu suatu kondisi serius yang mengancam kesehatan bayi.

Advertisement

Apa itu shaken baby syndrome?

Shaken baby syndrome adalah cedera otak serius yang bisa terjadi akibat menggoyang-goyangkan badan bayi secara paksa.

Kondisi ini dapat merusak sel otak bayi sehingga otaknya tidak mampu mendapatkan cukup oksigen. Sebagai konsekuensinya, kerusakan otak permanen atau bahkan kematian bisa terjadi pada bayi.

Shaken baby syndrome paling sering terjadi pada anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun. Sebagian besar kasusnya terjadi pada anak bayi berusia 6-8 minggu, di mana mereka masih sering menangis.

Gejala shaken baby syndrome yang harus diwaspadai

Shaken baby syndrome dapat menyebabkan berbagai gejala mengancam nyawa
Gejala shaken baby syndrome dapat mengancam kesehatan bayi

Jika bayi menderita shaken baby syndrome, berikut adalah sejumlah kemungkinan gejala yang bisa muncul:

  • Kesulitan untuk tetap terjaga (sulit bangun dari tidurnya)
  • Tubuhnya mengalami tremor
  • Sulit bernapas
  • Tidak mau menyusu
  • Muntah
  • Warna kulitnya berubah
  • Kejang
  • Koma
  • Lumpuh.

Jika Anda mendapati ciri-ciri bayi terkena shaken baby syndrome di atas muncul, segera panggil layanan medis darurat atau bawa si kecil ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Sebab, shaken head syndrome adalah penyakit yang bisa mengancam nyawa dan merusak otak secara permanen.

Penyebab shaken baby syndrome

Salah satu pertanyaan yang kerap muncul seputar shaken baby syndrome adalah: mengapa mengguncang-guncangkan bayi dapat merusak bagian otaknya?

Otot leher bayi masih terlalu lemah untuk menopang kepalanya yang berat. Jika tubuhnya diguncangkan secara paksa, bagian otaknya yang masih lemah dapat bergerak ke depan dan belakang di dalam tengkorak. Kondisi ini dapat menyebabkan memar, pembengkakan, hingga perdarahan.

Shaken baby syndrome biasanya terjadi akibat orangtua atau asisten rumah tangga (ART) merasa frustrasi atau tidak sabar ketika menangani bayi yang tidak mau berhenti menangis sehingga mereka meluapkan kekesalannya dengan mengguncangkan tubuh bayi secara paksa.

Contoh mengguncang bayi yang terlalu keras ini sangat berbahaya bagi kesehatan anak. Oleh karena itu, orangtua atau ART diharapkan untuk bisa lebih berhati-hati ketika bermain dengan anak atau menahan emosi saat mengasuh anak.

Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang membuat orangtua atau ART mengguncang-guncangkan tubuh bayi, di antaranya:

  • Perasaan stres yang dirasakan orangtua atau ART
  • Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
  • Orangtua atau ART dalam pengaruh alkohol atau zat terlarang
  • Situasi keluarga yang tidak stabil
  • Mengalami depresi.

Siapa yang paling berisiko menderita shaken baby syndrome?

Dikutip dari My Cleveland Clinic, shaken baby syndrome dapat dialami oleh bayi berusia 1 tahun. Namun, anak bayi berusia 2 hingga 4 bulan paling berisiko mengalaminya.

Meski begitu, bukan berarti anak-anak yang lebih dewasa tidak bisa menderitanya. Anak berusia 5 atau 6 tahun juga bisa menderita shaken baby syndrome jika tubuhnya diguncang secara kasar atau berlebihan.

Komplikasi shaken baby syndrome

Kebanyakan bayi yang mengalami shaken baby syndrome akan mengalami kematian atau kerusakan otak permanen. Umumnya, bayi yang selamat dari kondisi ini akan mengalami komplikasi yang bertahan lama, seperti:

  • Kebutaan total atau parsial
  • Keterlambatan perkembangan, seperti masalah belajar atau perilaku
  • Cacat intelektual
  • Kejang
  • Cerebral palsy (lumpuh otak).

Komplikasi shaken baby syndrome

Kebanyakan bayi yang mengalami shaken baby syndrome akan mengalami kematian atau kerusakan otak permanen. Umumnya, bayi yang selamat dari shaken baby syndrome akan mengalami komplikasi yang bertahan lama, seperti:

  • Kebutaan total atau parsial
  • Keterlambatan perkembangan, seperti masalah belajar atau perilaku
  • Cacat intelektual
  • Kejang
  • Cerebral palsy (lumpuh otak).

Cara mendiagnosis shaken baby syndrome

Shaken baby syndrome dapat didiagnosis melalui CT scan, MRI scan, hingga skeletal X-ray
Dokter perlu mendiagnosis shaken baby syndrome

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan melihat tiga kondisi yang biasanya mampu mengindikasikan shaken baby syndrome, di antaranya:

  • Ensefalopati atau pembengkakan otak
  • Perdarahan subdural atau perdarahan di otak
  • Perdarahan di bagian retina.

Setelah itu, dokter bisa melakukan berbagai prosedur pemeriksaan untuk melihat adanya kerusakan pada otak guna mengonfirmasi diagnosisnya. Pemeriksaan tersebut umumnya meliputi:

  • MRI scan dengan menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar otak
  • CT scan untuk melihat gambar otak
  • Skeletal X-ray untuk memperlihatkan adanya patah pada tulang belakang, tulang rusuk, dan tengkorak
  • Pemeriksaan mata untuk melihat adanya cedera atau perdarahan.

Sebelum mengonfirmasi shaken baby syndrome, dokter juga bisa melakukan tes darah. Tes ini dilakukan karena beberapa gejala shaken baby syndrome sangat mirip dengan gangguan perdarahan dan beberapa gangguan genetik.

Pengobatan shaken baby syndrome

Shaken baby syndrome adalah penyakit yang harus segera ditangani oleh dokter karena beberapa bayi bisa berhenti bernapas setelah tubuhnya diguncangkan terlalu kasar. Pada bayi yang mengalami shaken baby syndrome dengan henti napas, maka resusitasi jantung paru atau CPR dapat dilakukan hingga tim medis datang.

Selain itu, bayi juga bisa membutuhkan alat bantu pernapasan dan menjalani prosedur operasi untuk menghentikan perdarahan di bagian otaknya.

Bagaimana cara mencegah shaken baby syndrome?

Shaken baby syndrome adalah penyakit yang bisa dicegah. Salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan tidak mengguncangkan tubuh bayi secara paksa.

Jika orangtua atau ART sedang merasa emosi atau kesal dengan bayi, janganlah sekali-kali menyakitinya, apalagi mengguncangkan tubuh bayi yang masih rapuh.

Cobalah cari cara untuk meredakan rasa stres yang membuat Anda kesal sehingga bayi tidak dijadikan alat pelampiasan amarah.

Jika Anda sedang menitipkan si kecil pada anggota keluarga lainnya, kerabat, atau ART, pastikan mereka tahu bahaya dari shaken baby syndrome.

Perlu diingat juga, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Baca Juga

Shaken baby syndrome bukanlah penyakit yang boleh diremehkan. Segeralah bawa bayi Anda ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Jika Anda ingin mengenal lebih jauh shaken baby syndrome, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!

Advertisement

penyakit anaktips parentingbayiparenting stress

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved