Shaken Baby Syndrome, Kondisi Serius pada Bayi yang Harus Diwaspadai Orangtua

(0)
27 Jan 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Shaken baby syndrome adalah penyakit serius yang dapat mengancam nyawa bayi.Shaken baby syndrome dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan bahkan kematian.
Sebagian orangtua mungkin pernah mengguncang-guncangkan tubuh bayi secara kasar, baik itu saat bermain atau ketika Si Kecil tidak berhenti menangis. Namun hati-hati, Anda harus tahu kalau kebiasaan tersebut dapat menyebabkan shaken baby syndrome, yaitu suatu kondisi serius yang mengancam kesehatan bayi.

Apa itu shaken baby syndrome?

Shaken baby syndrome adalah cedera otak serius yang bisa terjadi akibat menggoyang-goyangkan badan bayi secara paksa.Shaken baby syndrome dapat merusak sel otak bayi sehingga otak tidak mampu mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian.

Penyebab shaken baby syndrome

Beberapa orangtua mungkin bertanya, mengapa mengguncang-guncangkan badan bayi dapat merusak bagian otaknya?Otot leher bayi masih terlalu lemah untuk menopang kepalanya yang berat. Jika tubuhnya diguncangkan secara paksa, bagian otaknya yang masih lemah dapat bergerak ke depan dan belakang di dalam tengkorak. Kondisi ini dapat menyebabkan memar, pembengkakan, hingga perdarahan.Biasanya, shaken baby syndrome terjadi akibat orangtua atau asisten rumah tangga (ART) merasa frustrasi atau tidak sabar ketika menangani bayi yang tidak mau berhenti menangis sehingga mereka meluapkan kekesalannya dengan mengguncangkan tubuh bayi secara paksa.

Gejala shaken baby syndrome yang harus diperhatikan

Shaken baby syndrome dapat menyebabkan berbagai gejala mengancam nyawa
Gejala shaken baby syndrome dapat mengancam kesehatan bayi
Jika bayi menderita shaken baby syndrome, berbagai gejala di bawah ini akan muncul:
  • Kesulitan untuk tetap terjaga (sulit bangun dari tidurnya)
  • Tubuhnya mengalami tremor
  • Sulit bernapas
  • Tidak mau menyusu
  • Muntah
  • Warna kulitnya berubah
  • Kejang
  • Koma
  • Lumpuh.
Jika berbagai gejala di atas muncul, panggil layanan medis darurat atau segera bawa Si Kecil ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat untuk diperiksa oleh dokter. Sebab, shaken head syndrome adalah penyakit yang bisa mengancam nyawa dan merusak otak secara permanen.

Komplikasi shaken baby syndrome

Kebanyakan bayi yang mengalami shaken baby syndrome akan mengalami kematian atau kerusakan otak permanen. Umumnya, bayi yang selamat dari shaken baby syndrome akan mengalami komplikasi yang bertahan lama, seperti:
  • Kebutaan total atau parsial
  • Keterlambatan perkembangan, seperti masalah belajar atau perilaku
  • Cacat intelektual
  • Kejang
  • Cerebral palsy (lumpuh otak).

Cara mendiagnosis shaken baby syndrome

Shaken baby syndrome dapat didiagnosis melalui CT scan, MRI scan, hingga skeletal X-ray
Dokter perlu mendiagnosis shaken baby syndrome
Untuk melakukan diagnosis, dokter akan melihat tiga kondisi yang biasanya mampu mengindikasikan shaken baby syndrome, di antaranya:
  • Ensefalopati atau pembengkakan otak
  • Perdarahan subdural atau perdarahan di otak
  • Perdarahan di bagian retina.
Setelah itu, dokter bisa melakukan berbagai prosedur pemeriksaan untuk melihat adanya kerusakan pada otak guna mengonfirmasi diagnosisnya. Beberapa tes itu meliputi:
  • MRI scan dengan menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar otak
  • CT scan untuk melihat gambar otak
  • Skeletal X-ray untuk memperlihatkan adanya patah pada tulang belakang, tulang rusuk, dan tengkorak
  • Pemeriksaan mata untuk melihat adanya cedera atau perdarahan.
Sebelum mengonfirmasi shaken baby syndrome, dokter juga bisa melakukan tes darah. Tes ini dilakukan karena beberapa gejala shaken baby syndrome sangat mirip dengan gangguan perdarahan dan beberapa gangguan genetik.

Bagaimana cara mencegah shaken baby syndrome?

Shaken baby syndrome adalah penyakit yang bisa dicegah. Salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan tidak mengguncangkan tubuh bayi secara paksa.Jika orangtua atau ART sedang merasa emosi atau kesal dengan bayi, janganlah sekali-kali menyakitinya, apalagi mengguncangkan tubuh bayi yang masih rapuh.Cobalah cari cara untuk meredakan rasa stres yang membuat Anda kesal sehingga bayi tidak dijadikan alat pelampiasan amarah.Jika Anda sedang menitipkan Si Kecil pada anggota keluarga lainnya, kerabat, atau ART, pastikan mereka tahu bahaya dari shaken baby syndrome!Perlu diingat juga, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hindari bermain terlalu kasar dengan bayi, apalagi sampai mengayunkan, mengguncang, hingga melempar tubuh bayi. Jika orangtua ingin meletakkan bayi pada ayunan, pilihlah ayunan khusus untuk bayi yang dapat bergerak secara perlahan.

Pengobatan shaken baby syndrome

Shaken baby syndrome adalah penyakit yang harus segera ditangani oleh dokter karena beberapa bayi bisa berhenti bernapas setelah tubuhnya diguncangkan terlalu kasar.Selain itu, bayi juga bisa membutuhkan alat bantu pernapasan dan menjalani prosedur operasi untuk menghentikan perdarahan di bagian otaknya.Shaken baby syndrome bukanlah penyakit yang boleh diremehkan. Segeralah bawa bayi Anda ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.Jika Anda ingin mengenal lebih jauh shaken baby syndrome, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
penyakit anaktips parentingbayiparenting stress
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shaken-baby-syndrome/symptoms-causes/syc-20366619
Diakses pada 12 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/shaken-baby-syndrome#diagnosis
Diakses pada 12 Januari 2021
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/shaken-baby-syndrome
Diakses pada 12 Januari 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait