Sexless Marriage: Arti, Penyebab, dan Efeknya Bagi Kehidupan Rumah Tangga


Sexless marriage adalah hubungan pernikahan dengan frekuensi seks yang jarang atau kurang dari 10 kali setahun.. Penyebabnya mulai dari masalah kesehatan hingga trauma masa lalu.

(0)
Sexless marriage adalah hubungan pernikahan dengan frekuensi seks yang jarang atau kurang dari 10 kali setahunKonflik dapat membuat keintiman Anda dan pasangan menjadi renggang
Berhubungan seks adalah aktivitas yang wajar dilakukan setelah menikah. Dalam pernikahan, seks dapat  membuat hubungan Anda dengan pasangan menjadi semakin intim dan menjaga api cinta tetap menyala. Menariknya, ternyata ada sejumlah pasangan yang memilih untuk jarang berhubungan seks setelah menikah. Bahkan, tidak sedikit juga pasangan yang menjalani pernikahan tanpa seks. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah sexless marriage.

Apa itu sexless marriage?

Sexless marriage adalah hubungan pernikahan di mana pasangan yang terlibat di dalamnya jarang atau tidak pernah sama sekali berhubungan seks. Tidak ada patokan pasti mengenai jumlah seks setelah menikah yang masuk dalam kategori ini.Meski begitu, beberapa ahli mengatakan bahwa pasangan yang menjalani sexless marriage hanya berhubungan badan kurang dari 1 kali sebulan atau 10 kali setahun. Anda juga masuk dalam kategori ini apabila menjalani hubungan pernikahan tanpa seks.

Penyebab pasangan memilih untuk menjalani sexless marriage

Terdapat berbagai macam faktor yang menjadi penyebab pasangan memilih untuk menjalani sexless marriage. Kondisi ini dapat dipicu oleh pengalaman buruk di masa lalu hingga adanya masalah kesehatan tertentu.Berikut ini sejumlah faktor yang menjadi penyebab pasangan menjalani sexless marriage:

1. Masalah kesehatan

Masalah pada kesehatan fisik maupun mental dapat memengaruhi keinginan Anda untuk melakukan hubungan seks.Kondisi ini juga bisa mengganggu proses peningkatan gairah seksual dalam diri Anda dan pasangan.

2. Efek persalinan

Persalinan dapat membuat pasangan kehilangan gairah untuk berhubungan intim. Setelah melahirkan, dokter umumnya akan menyarankan agar Anda dan pasangan tidak bercinta selama 6 hingga 8 minggu. Selain itu, stres saat merawat bayi, perubahan tubuh, kelelahan, serta faktor hormonal turut berpengaruh terhadap libido Anda. 

3. Stres

Stres tidak hanya merusak kesehatan, melainkan juga gairah seks Anda dengan pasangan. Kondisi ini bisa memengaruhi fisik dan psikologis yang membuat Anda dan pasangan tidak mempunyai energi atau keinginan untuk melakukan hubungan suami-istri.

4. Masalah komunikasi

Konflik di dalam hubungan dapat membuat keintiman Anda dan pasangan menjadi renggang. Masalah tersebut mungkin menyebabkan Anda dan pasangan tidak mau berbicara satu sama lain, apalagi melakukan aktivitas seksual.

5. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi yang dialami oleh pasangan pria dapat membuat keinginan berhubungan seks berkurang atau bahkan hilang. Kondisi yang membuat penis tidak dapat ereksi secara maksimal ini seringkali memicu kecemasan, serta menurunkan kepercayaan diri maupun harga diri pria di depan wanita. Segera berkonsultasi dengan dokter apabila merasakan gejalanya.

6. Rendahnya gairah seks

Rendahnya gairah seks dapat memengaruhi keinginan pasangan untuk bercinta. Pada wanita, sejumlah kondisi yang bisa menurunkan dorongan untuk melakukan hubungan seks, meliputi siklus menstruasi, penggunaan kontrasepsi hormonal, persalinan, menyusui, histerektomi, dan menopause.

7. Efek pengobatan tertentu

Konsumsi obat-obatan tertentu dapat memberi pengaruh buruk terhadap keinginan Anda dan pasangan untuk melakukan hubungan seks. Beberapa obat yang berpotensi memicu disfungsi seksual, antara lain antihistamin, antidepresan, dan obat tekanan darah tinggi.

8. Pengalaman buruk di masa lalu

Pengalaman buruk yang terjadi di masa lalu, misalnya pelecehan seksual, dapat memicu trauma. Kondisi tersebut dapat berdampak serius pada kehidupan seks seseorang, bahkan membuat korban tidak mau melakukan hubungan intim seumur hidup.

Efek samping jarang atau tidak berhubungan seks setelah menikah

Sejumlah efek samping dapat dirasakan saat Anda dan pasangan memilih untuk jarang atau tidak berhubungan seks setelah menikah. Beberapa efek samping yang berpotensi muncul akibat menjalani sexless marriage, di antaranya:
  • Berkurangnya koneksi dan keterbukaan antara pasangan
  • Berkurangnya kesabaran dalam menghadapi satu sama lain
  • Berkurangnya keinginan untuk memperlakukan pasangan dengan baik
  • Perasaan negatif seperti kesepian, frustasi, hingga ketidakmampuan untuk memuaskan pasangan
Perlu diingat, efek tersebut hanya akan muncul jika salah satu pasangan merasa tidak bahagia saat menjalani sexless marriage. Namun, apabila keduanya bahagia, kondisi tersebut tak akan menyebabkan masalah pada kehidupan rumah tangga Anda dan pasangan.

Catatan dari SehatQ

Sexless marriage adalah hubungan pernikahan yang dijalani dengan frekuensi hubungan seks jarang atau tidak pernah sama sekali. Penyebabnya dapat dipicu oleh berbagai macam faktor, mulai dari masalah kesehatan, pengalaman buruk di masa lalu, hingga efek dari pengobatan tertentu.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai sexless marriage dan dampaknya terhadap kehidupan rumah tangga Anda dan pasangan, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ . Download sekarang di App Store dan Google Play.
hubungan seksualtips seksmempertahankan pernikahanpernikahan
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/sexual-health/are-sexless-marriages-and-relationships-normal.aspx
Diakses pada 22 Maret 2021
Mind Body Green. https://www.mindbodygreen.com/articles/sexless-relationships-causes-and-how-to-fix
Diakses pada 22 Maret 2021
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/sexless-marriages-2303254
Diakses pada 22 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait