Setelah Vaksin Covid Kedua Tetap Perlukah Pakai Masker?


Setelah vaksin Covid kedua Anda komplit tetap perlu pakai masker. Melepas masker meski sudah dua kali vaksin hanya akan merisikokan diri sendiri dan orang lain.

0,0
Setelah vaksin Covid kedua pakai masker tetap perlu dilakukanSetelah vaksin Covid kedua pakai masker agar melindungi tubuh dengan optimal
Setelah vaksin Covid kedua pakai masker apakah masih diperlukan? Pertanyaan ini kerap muncul, mengingat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sudah memperbolehkan orang-orang di Amerika Serikat yang vaksinnya komplit untuk beraktivitas di luar rumah tanpa masker.Lantas, apakah di Indonesia bisa menerapkan hal yang sama?

Alasan harus tetap pakai masker meski sudah vaksinasi lengkap

Penggunaan masker tetap diperlukan meski sudah vaksin 2 kali
Penggunaan masker tetap diperlukan meski sudah vaksin 2 kali
Memakai masker serta melanjutkan protokol kesehatan setelah vaksin Covid kedua tetap diperlukan. Alasannya adalah:

1. Vaksin butuh waktu untuk membentuk kekebalan

Meski sudah vaksin dua kali, ternyata kekebalan penuh tidak langsung didapatkan. Faktanya, Anda memerlukan waktu selama 2 minggu agar tubuh bisa membangun kekebalan penuh. Jadi, Anda tetap bisa terpapar virus Covid atau menyebarkan virusnya dalam jangka waktu tersebut.Untuk memutus rantai penyebaran virus corona di Indonesia, tetap perlu setelah vaksin covid kedua pakai masker.

2. Jumlah penerima vaksin dosis penuh di Indonesia masih terbatas

Vaksinasi adalah salah satu cara untuk mengurangi penularan virus Corona dengan jangkauan yang luas. Jumlah vaksinasi yang merata di suatu negara pun diperlukan untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap suatu virus. Di Amerika Serikat, para ahli medis memperkirakan sebanyak 70 sampai 90 persen penduduk di Amerika serikat perlu divaksinasi untuk mencapai herd immunity.Akan tetapi, persentase tersebut bergantung pada seberapa menularnya virus dan bagaimana orang saling berinteraksi.Semakin menular dan semakin sering orang berinteraksi langsung (apalagi bila melonggarkan prokes), semakin besar pula persentase herd immunity yang harus diraih.Sementara, dikutip dari situs Kawal COVID-19 pada 9 Juli 2021, vaksinasi dosis 2 yang telah diberikan di Indonesia baru sebanyak sebanyak 36,85 % dari 40.349.049 orang yang telah divaksin. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, maka persentase orang yang sudah divaksin dua kali pun lebih kecil.Artinya, persentasenya masih jauh untuk meraih herd immunity. Untuk itu, setelah vaksin Covid kedua pakai masker pun tetap diperlukan.

3. Anda tetap berpeluang membawa virus

Ada kemungkinan orang yang sudah vaksin penuh tetap menyebarkan virus
Ada kemungkinan orang yang sudah vaksin penuh tetap menyebarkan virus
Vaksin terbukti mampu mencegah Covid dan mengurangi gejala. Namun, untuk mencegah penularan, butuh penelitian lebih lanjut.Artinya, ada kekhawatiran bahwa orang yang sudah divaksin Covid sebanyak dua kali bisa saja terinfeksi Covid tanpa gejala. Tentu, hal ini bisa menularkan orang lain yang belum divaksin atau yang tidak bisa divaksin karena kondisi medis tertentu.Jadi, untuk menghindari sebagai pembawa virus carrier, maka setelah vaksin Covid kedua pakai masker tetap dibutuhkan.

4. Melindungi orang lain

Orang yang memiliki penyakit kronis lebih rentan terkena Covid dengan gejala yang parah. Terlebih, kelompok orang dengan kondisi medis kronis tidak tergabung dalam uji vaksinasi klinis. Hal inilah yang membuat mereka tidak bisa divaksin.Selain itu, orang yang memiliki reaksi alergi pada bahan vaksin pun juga tidak boleh mendapatkannya. Bila Anda sudah mendapatkan dosis vaksin pertama kemudian mengalami reaksi alergi, Anda juga tidak boleh mendapat dosis vaksin kedua.Karena kondisi tersebut, mereka tidak mendapatkan perlindungan optimal dari vaksinasi Covid-19 sehingga risiko penularan masih tinggi.Maka itu, setelah vaksin Covid kedua Anda tetap perlu pakai masker untuk menghentikan rantai penyebaran virus dan melindungi kelompok yang tidak bisa divaksin.

5. Vaksin tidak melindungi tubuh hingga seratus persen

Agar perlindungan tetap optimal meski sudah vaksin dua kali, penggunaan masker pun tetap diperlukan 
Agar perlindungan tetap optimal meski sudah vaksin dua kali, penggunaan masker pun tetap diperlukan 
Kemanjuran vaksinasi yang diuji pada laboratorium (efikasi) maupun di dunia nyata (efektivitas) sudah terbukti mampu melindungi tubuh dari virus Corona.Bahkan, riset yang diterbitkan LitCovid menemukan bahwa efikasi vaksin Astrazeneca dengan jarak 12 minggu antara dosis pertama dan dosis kedua sebesar 81,3%.Sementara, hasil temuan terbitan JAMA Network menunjukkan, efikasi vaksin dosis kedua vaksin Sinopharm adalah sebesar 72,8-78,1% ampuh mencegah Covid yang bergejala.Sementara, temuan yang diterbitkan pada jurnal medRxiv menemukan bahwa efektivitas vaksin Sinovac di dunia nyata setelah 2 minggu vaksin adalah 50,7 persen. Persentase akan meningkat hingga 73,8 persen pada minggu kelima.Hanya saja, baik efikasi maupun efektivitas vaksin dalam melindungi tubuh tidak mencapai seratus persen. Jadi, tetap terdapat kemungkinan Anda terpapar dan membawa virus corona sehingga rentan menularkannya kepada orang lain.Oleh karena itu, setelah vaksin Covid kedua pakai masker maupun prokes lainnya tetap harus dijalankan.

Waktu yang tepat untuk pakai masker setelah vaksin Covid kedua

Kenakan masker ketika berada di luar rumah dan bertemu dengan orang yang tidak serumah
Kenakan masker ketika berada di luar rumah dan bertemu dengan orang yang tidak serumah
Berdasarkan berbagai penelitian di atas, vaksin memang mampu meningkatkan perlindungan tubuh terhadap virus Corona. Namun, bukan berarti Anda harus mengendorkan protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker saat keluar. Hal ini justru membahayakan Anda dan orang sekitar, bahkan menghambat proses herd immunity. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk memakai masker setelah vaksin kedua?WHO pun telah menentukan tempat dan waktu yang tepat untuk menggunakan masker untuk masyarakat umum, yakni:
  • Saat berada di dalam ruangan dengan sirkulasi udara buruk, seperti toko, sekolah, tempat ibadah, angkutan umum.
  • Ketika di dalam ruangan dengan ventilasi memadai, tetapi tidak bisa menerapkan jaga jarak minimal 1 meter, seperti tamu atau orang selain anggota yang berada di rumah yang datang ke rumah.
  • Di luar ruangan yang tidak memungkinkan jaga jarak, seperti pasar, antrean di luar gedung, unjuk rasa.
  • Berada di tempat yang tidak memungkinkan jaga jarak dan kerap dikunjungi orang berusia 60 tahun ke atas atau memiliki penyakit kronis.

Catatan dari SehatQ

Setelah vaksin Covid kedua pakai masker tetap diperlukan. Tentu, hal ini berguna untuk melindungi Anda dari paparan virus dan menekan penyebaran terhadap orang lain. Saat memakai masker, pastikan Anda menggunakan sekali pakai yang dilapis dengan masker kain. Hal ini berguna untuk meningkatkan perlindungan maupun penyebaran virus Corona.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait vaksin Covid-19 maupun tentang perawatan serta pencegahan COVID-19 lainnya, hubungi dokter secara gratis melalui  aplikasi kesehatan keluarga SehatQDownload aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
masker wajahcoronavirusvaksin corona
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/fully-vaccinated.html
Diakses pada 9 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-long-after-the-second-dose-of-the-covid-vaccine-are-you-immune
Diakses pada 9 Juli 2021
Ireland Health Services. https://www2.hse.ie/screening-and-vaccinations/covid-19-vaccine/astrazeneca/immunity/
Diakses pada 9 Juli 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/already-vaccinated-heres-why-you-shouldnt-stop-wearing-your-face-mask-yet/
Diakses pada 9 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/how-vaccine-hesitancy-could-prolong-the-pandemic
Diakses pada 9 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/im-fully-vaccinated-when-where-and-why-should-i-still-mask-up
Diakses pada 9 Juli 2021
WHO. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/herd-immunity-lockdowns-and-covid-19?gclid=Cj0KCQjwxJqHBhC4ARIsAChq4asyWQBdp9_3I77-A8mCF-ML46oBqsSybjCFAh1qLcpAJ-afiEMHc7saAsdeEALw_wcB#
Diakses pada 9 Juli 2021
Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. https://www.jhsph.edu/covid-19/articles/achieving-herd-immunity-with-covid19.html
Diakses pada 9 Juli 2021
Mayo Clinic. mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/herd-immunity-and-coronavirus/art-20486808
Diakses pada 9 Juli 2021
Kawal COVID-19. https://kawalcovid19.id/
Diakses pada 9 Juli 2021
LitCovid. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/research/coronavirus/publication/33617777
Diakses pada 9 Juli 2021
JAMA Network. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2780562
Diakses pada 9 Juli 2021
medRxiv. https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2021.04.12.21255308v1.full.pdf
Diakses pada 9 Juli 2021
WHO. https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/penggunaan-masker-dalam-konteks-covid-19.pdf?sfvrsn=9cfbcc1f_5
Diakses pada 9 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait