Setelah Menikah, Payudara Sering Diremas Semakin Besar? Itu Mitos!


Payudara sering diremas semakin besar adalah mitos. Ukuran payudara dipengaruhi oleh faktor kehamilan, menstruasi hingga obat.

(0)
14 Jan 2021|Azelia Trifiana
Payudara Sering Diremas Semakin Besar adalah mitosPayudara tidak akan tambah besar jika semakin sering diremas
Sudah saatnya membuang jauh-jauh mitos tentang payudara sering diremas semakin besar. Rata-rata ukuran payudara perempuan Indonesia adalah 32-34 dengan rentang cup A-C. Namun, ada banyak faktor yang bisa mengubah ukuran buah dada, dan sentuhan bukan salah satu di antaranya.Justru faktor yang berpengaruh adalah hal lain seperti kehamilan, menyusui, hingga mengonsumsi obat tertentu. Hal yang seharusnya menjadi perhatian adalah apabila muncul benjolan atau keluhan yang membuat payudara terasa berbeda.

Faktor yang mengubah ukuran payudara

payudara wanita
Remasan tak akan membuat payudara membesar
Mitos lain juga kerap menghubungkan pernikahan membuat payudara seorang perempuan menjadi semakin besar. Lagi-lagi, ini adalah mitos yang menuai popularitas luar biasa sejak berabad silam.Artinya, apabila aktivitas seksual suami istri seperti merangsang payudara menjadi salah satu yang Anda sukai, tak usah ragu ini bisa membuat baju yang semula cukup menjadi sesak. Itu mitos yang tidak ada hubungannya dengan ukuran payudara.Lantas, apa saja faktor yang dapat berpengaruh terhadap ukuran buah dada?

1. Kehamilan

Siklus seorang perempuan bisa mengubah ukuran buah dada cukup drastis, bahkan naik beberapa tingkat baik cup maupun lingkarnya. Saat mengandung, perubahan hormon juga turut andil dalam tertahannya volume air dan darah di payudara.Tak hanya itu, di fase yang terjadi selama 9 bulan ini tubuh sedang bersiap untuk menyusui. Itulah mengapa ibu hamil bisa memiliki ukuran payudara yang lebih besar. Perhitungkan pula melebarnya tulang rusuk demi memberi ruang untuk janin.

2. Menyusui

Setelah melahirkan, ibu akan memasuki fase berikutnya yaitu menyusui. Dalam sehari, ukuran payudara bisa berubah-ubah tergantung pada ASI yang dihasilkan. Selain itu, apakah ASI sudah diberikan secara langsung kepada bayi atau diperah juga berpengaruh terhadap ukurannya.

3. Menstruasi

Pernah merasa payudara lebih sensitif ketika menjelang menstruasi? Ini wajar karena pada saat PMS, hormon estrogen meningkat dan mencapai puncaknya selama 14 hari dalam siklus menstruasi.Sekitar 7 hari kemudian, level hormon progesteron juga mencapai puncaknya. Ini berpengaruh terhadap kelenjar yang ada di payudara. Konsekuensinya, payudara terasa lebih lunak sekaligus membengkak.

4. Konsumsi obat

Mengonsumsi beberapa jenis obat juga dapat mengubah seberapa besar payudara seseorang. Contohnya obat yang diberikan dalam terapi pengganti estrogen serta pil KB. Alasannya karena dalam pil KB, terdapat hormon yang efeknya mirip seperti perubahan payudara saat menstruasi.Tak hanya itu, mengonsumsi pil KB juga bisa membuat seseorang menahan lebih banyak air. Akibatnya, payudara bisa tampak sedikit lebih besar.Namun ketika tubuh telah beradaptasi dengan bertambahnya hormon saat mengonsumsi pil KB, ukuran buah dada bisa kembali seperti semula.

5. Kenaikan berat badan

Mengingat sebagian besar komposisi payudara adalah lemak, kenaikan berat badan pun bisa berdampak pada ukurannya. Faktor utama yang berpengaruh adalah seberapa besar indeks massa tubuh seseorang. Semakin tinggi indeks ini, ukuran payudara pun cenderung lebih besar.Selain itu, beberapa orang juga bisa merasakan payudaranya membesar paling awal ketika berat badannya bertambah. Sama seperti orang yang melihat pipinya menjadi semakin chubby saat timbangan mengarah ke kanan.

6. Pertumbuhan jaringan abnormal

Di dalam payudara, terdapat jaringan lemak dan fibrosa. Apabila ada pertumbuhan abnormal jaringan seperti fibrosis, payudara bisa tampak lebih besar. Namun, ini bukan masalah besar.Lebih jauh lagi, seseorang juga bisa memiliki kista di payudara. Umumnya, kista terasa seperti benjolan bulat yang bisa berisi cairan atau benda padat. Ini bisa terjadi pada perempuan berusia berapa pun, namun paling sering dialami di usia 40 tahunan.Jadi, tak perlu lagi khawatir bahwa menikah akan membuat baju yang semula muat menjadi harus teronggok di dalam lemari. Tidak ada hubungan antara payudara sering diremas semakin besar ukurannya. Itu mitos yang tidak terbukti sama sekali.

Apapun ukurannya, seharusnya bukan masalah. Ini membawa pula pada kesimpulan bahwa mengonsumsi suplemen untuk membesarkan payudara pun sia-sia belaka.Suplemen selama ini biasanya mengandung zat yang memicu produksi estrogen. Namun lagi-lagi, ini termasuk mitos yang tidak terbukti benar.Jika ingin berdiskusi lebih lanjut seputar payudara dan bagaimana mengantisipasi adanya kista, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan wanitapayudaraorgan intim wanita
Healthline. https://www.healthline.com/health/breast-size-increase-after-marriage
Diakses pada 31 Desember 2020
Scientific Reports. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5775321/
Diakses pada 31 Desember 2020
Bustle. https://www.bustle.com/articles/161246-can-you-make-breasts-grow-5-myths-facts-about-increasing-cup-size
Diakses pada 31 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait