Setelah Melahirkan Belum Haid, Bolehkah KB?


Setelah melahirkan belum haid, bolehkah KB? Mungkin banyak ibu yang ingin menunda kehamilan kedua setelah melahirkan, jadi tidak ada salahnya untuk mengetahui kapan sebaiknya penggunaan KB dilakukan!

(0)
15 Oct 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Setelah melahirkan belum haid, bolehkah KB? Jawabannya tergantung dari jenis KB yang digunakan.Setelah melahirkan belum haid, bolehkah KB? Sah-sah saja, tapi ada beberapa peraturan yang dipatuhi!
Setelah melahirkan belum haid, bolehkah KB? Mungkin pertanyaan ini ada di benak oleh para ibu yang ingin menunda kehamilan kedua atau tidak ingin punya anak lagi.Sebelum mengetahui lebih jauh, Anda perlu tahu bahwa kehamilan bisa langsung terjadi lagi setelah melahirkan, bahkan sebelum masa haid tiba. Jadi, menggunakan KB dapat membantu Anda untuk menunda kehamilan kedua yang terlalu dini.

Setelah melahirkan belum haid, bolehkah KB?

Setelah melahirkan belum haid, bolehkan para ibu memasang KB? Jawabannya, boleh. Hampir semua jenis KB bahkan dianggap aman untuk digunakan oleh para ibu yang baru saja melahirkan.Misalnya alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) alias intrauterine device (dikenal juga dengan sebutan KB spiral). Jenis KB yang satu ini sangat aman untuk digunakan oleh ibu yang baru melahirkan, bahkan bisa dipasang sesaat setelah proses persalinan (normal atau caesar) selesai dilakukan.Meski begitu, terdapat beberapa jenis KB yang memerlukan perhatian lebih sebelum digunakan oleh para ibu yang baru saja melahirkan, yaitu:
  • Pil KB, cincin KB, dan koyo KB

Pil KB, cincin KB, dan koyo KB merupakan alat kontrasepsi yang sangat umum digunakan wanita untuk menunda kehamilan. Namun ingat, bagi ibu yang baru saja melahirkan, terdapat beberapa aturan yang harus dipatuhi sebelum menggunakan ketiga jenis KB di atas.Ketiga jenis KB tersebut mengandung estrogen. Hormon ini dapat berdampak pada produksi ASI. Jika Anda berencana untuk memberikan ASI pada bayi Anda yang baru lahir, sebaiknya tunggulah sekitar 4-6 minggu sebelum menggunakan ketiga jenis KB itu.
  • Cervical cap, diafragma, dan spons kontrasepsi

Sebelum menggunakan alat KB jenis cervical cap, diafragma, dan spons kontrasepsi, ada baiknya para ibu yang baru melahirkan menunggu hingga 6 minggu. Hal ini dilakukan guna memberikan waktu pada serviks untuk kembali ke ukuran normalnya.Sebelum memilih alat KB yang akan digunakan setelah melahirkan, ketahui dulu cara kerjanya. Jika memang alat KB yang dipilih dapat mengganggu produksi ASI (pil KB, cincin KB, dan koyo KB), sebaiknya tunggulah hingga 4-6 minggu sebelum menggunakannya.Begitu pula dengan cervical cap, diafragma, dan spons kontrasepsi. Ketiganya dapat dipakai sesaat setelah serviks kembali ke ukuran normalnya (sekitar 6 minggu).

Apakah efektivitas KB menurun setelah melahirkan?

setelah melahirkan belum haid bolehkah kb? semuanya tergantung jenis kb-nya
Setelah melahirkan belum haid, apakah boleh KB?
Sebagian besar alat KB dianggap tetap efektif dalam mencegah kehamilan setelah melahirkan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diingat:
  • Jika sebelumnya Anda pernah menggunakan KB diafragma dan cervical cap, mintalah pada dokter untuk memasangnya kembali setelah melahirkan
  • Efektivitas spons kontrasepsi dalam menunda kehamilan dianggap menurun dari 88 persen menjadi 76 persen setelah melahirkan
  • Begitu pula dengan cervical cap, yang efektivitasnya menurun dari 86 persen menjadi 71 persen setelah melahirkan.
Lebih baik Anda berkonsultasi pada dokter kandungan sebelum menggunakan alat KB. Mereka bisa memberikan rekomendasi alat KB yang efektivitasnya sangat tinggi atau hampir pasti menunda kehamilan.

Apakah aman menggunakan KB saat menyusui?

Kabar baiknya, semua jenis alat kontrasepsi aman digunakan saat ibu sedang menyusui bayi. Namun ingat, jika Anda ingin menggunakan KB, seperti pil KB, koyo KB, dan cincin KB, tunggulah sampai 4-6 minggu sebelum menggunakannya.Ketiga jenis KB tersebut mengandung hormon estrogen yang bisa menurunkan produksi ASI. Hal ini ditakutkan dapat mengganggu pasokan ASI pada bayi.Jika setelah 4-6 minggu ASI ibu telah lancar, barulah Anda boleh menggunakan ketiga jenis KB di atas. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi pada dokter sebelum menggunakannya.

Bisakah menyusui menjadi KB alami?

Setelah melahirkan belum haid bolehkah kb? Jawabannya tergantung dari jenis KB-nya
Alat KB spiral dianggap aman untuk digunakan setelah melahirkan
Sebagian ibu yang baru melahirkan mungkin ragu atau takut untuk menggunakan alat KB. Namun tenang, ada banyak pilihan KB alami yang bisa digunakan. Salah satunya adalah menyusui.Ya, menyusui bayi dengan ASI adalah KB alami yang bisa Anda coba. Menyusui akan mencegah proses ovulasi atau terlepasnya sel telur. Saat proses ovulasi tak terjadi, maka Anda tidak bisa hamil.Jika dilakukan dengan benar, jenis KB alami ini bisa mencegah kehamilan sampai 98 persen. Caranya, susui anak dengan ASI setiap 4 jam sekali. Untuk malam hari, cobalah susui anak setiap 6 jam sekali.Perlu diingat, KB alami ini hanya efektif selama 6 bulan saja. Jika masa haid kembali datang sebelum 6 bulan, maka metode KB alami ini tidak efektif lagi. Pada titik ini, Anda disarankan untuk memilih alat KB medis, seperti pil KB, cincin KB, atau alat kontrasepsi dalam rahim (spiral).Selain itu, jika memang Anda yakin untuk menunda kehamilan, menyusui bukanlah metode KB yang disarankan. Sebab, dalam beberapa kasus, proses ovulasi tetap bisa terjadi bahkan saat Anda sedang menyusui.

Catatan dari SehatQ:

Setelah melahirkan belum haid, bolehkah KB? Jawabannya, boleh. Namun ingat, berkonsultasilah dulu pada dokter kandungan agar mengetahui peraturan yang harus dipatuhi saat memasang atau menggunakan alat KB.Jika Anda masih ragu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuiproduksi asikehamilankontrasepsi
Healthline. https://www.healthline.com/health/birth-control/starting-birth-control-after-pregnancy#when-to-start
Diakses pada 1 Oktober 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/birth-control-after-pregnancy.aspx
Diakses pada 1 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait