Setelah Berhubungan Keluar Darah Seperti Haid, Pertanda Apa?

(0)
Setelah berhubungan keluar darah seperti haid padahal belum waktunya menstruasi, mungkin membuat Anda merasa bingungSetelah berhubungan keluar darah seperti haid bisa jadi karena adanya cedera pada vagina
“Setelah berhubungan keluar darah seperti haid, kira-kira pertanda apa ya?” Pertanyaan ini mungkin muncul di benak Anda sesaat menemukan noda darah di seprai setelah melakukan hubungan intim dengan pasangan.Padahal, Anda mungkin sedang tidak menstruasi atau akan haid dalam waktu dekat. Lantas, apa penyebab keluar darah seperti haid setelah berhubungan seks?

Setelah berhubungan keluar darah seperti haid, normal atau berbahaya?

Setelah berhubungan keluar darah seperti haid padahal belum waktunya menstruasi, mungkin membuat Anda merasa bingung, bahkan khawatir.Dalam dunia medis, keluar darah setelah berhubungan seks dikenal dengan istilah postcoital bleeding. Kondisi ini dapat dialami oleh perempuan dari berbagai rentang usia.Pada perempuan yang belum mengalami menopause, sumber perdarahan biasanya berasal dari serviks (leher rahim).Selain dari leher rahim, sumber keluarnya darah setelah berhubungan bisa berasal dari rahim (uterus), bibir vagina (labia), dan uretra (saluran kencing).
Setelah berhubungan keluar darah seperti haid adalah hal yang normal tapi tetap diwaspadai
Keluar darah seperti haid setelah berhubungan seks tidak boleh disepelekan
Pada dasarnya, keluar darah seperti haid setelah berhubungan seks adalah hal yang lazim ditemukan. Namun, Anda tidak boleh menyepelekannya karena bisa saja ini adalah tanda atau gejala kondisi medis lain yang lebih serius.Pada kasus yang normal, sebanyak 9 persen perempuan yang belum menopause di dunia pernah mengalami kondisi vagina berdarah setelah berhubungan seks.Risiko keluar darah setelah berhubungan juga meningkat pada perempuan yang sudah menopause.Menurut sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Menopausal Medicine, ada sekitar 63 persen perempuan menopause yang mengalami vagina kering dan vagina berdarah saat berhubungan intim.Meski umumnya keluar darah seperti haid setelah berhubungan seks merupakan hal yang normal dan tidak membahayakan, sekali lagi Anda tetap perlu waspada.Pasalnya, bisa jadi vagina berdarah setelah berhubungan seks adalah tanda infeksi penyakit atau pada kasus yang jarang terjadi merupakan gejala kanker serviks (leher rahim).

Penyebab keluar darah setelah berhubungan seks

Beberapa penyebab keluar darah setelah berhubungan seks baik yang normal dan tergolong membahayakan adalah sebagai berikut:

1. Efek penggunaan alat kontrasepsi

Setelah berhubungan keluar darah seperti haid bisa jadi karena efek penggunaan kontrasepsi
Penggunaan KB spiral bisa menyebabkan perdarahan setelah berhubungan seks
Salah satu penyebab keluar darah setelah berhubungan seks adalah efek penggunaan alat kontrasepsi.Seorang dokter spesialis kandungan mengatakan bahwa beberapa kontrasepsi hormonal jenis apa pun bisa menjadi penyebab keluar darah setelah berhubungan seks.Umumnya, Anda akan menyadarinya ketika baru saja mengonsumsi pil kontrasepsi. Hal ini karena tubuh membutuhkan penyesuaian waktu selama beberapa bulan terhadap kontrasepsi hormonal.Alat kontrasepsi dalam rahim atau KB spiral (IUD) juga dapat mengakibatkan perdarahan, terutama bila terjadi pergeseran posisi akibat hubungan seksual.Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal juga dapat membuat vagina kering sehingga aktivitas seksual jadi terasa menyakitkan sehingga timbul perdarahan.

2. Vagina kering

Penyebab keluar darah setelah berhubungan seks yang paling utama adalah kondisi vagina kering.Jika vagina kekurangan pelumas saat melakukan hubungan seks, maka besar kemungkinan Anda akan mengalami perdarahan. Tak hanya itu, Anda juga akan mengalami rasa nyeri saat berhubungan intim.Selain kekurangan pelumas, beberapa penyebab vagina kering di antaranya:
  • Riwayat pengangkatan ovarium atau adanya masalah pada ovarium.
  • Setelah melahirkan atau sedang menyusui, sehingga membuat kadar estrogen dalam tubuh menurun.
  • Konsumsi obat-obatan yang bisa mengganggu produksi hormon estrogen. Misalnya, obat antiestrogen, obat flu atau pilek, obat penenang, obat steroid, beberapa jenis obat antidepresan, dan obat beta channel blocker.
  • Sedang melakukan pengobatan kanker.
  • Alergi bahan kimia dan zat iritan lain yang berasal dari deterjen, pelumas dengan wewangian, atau kondom.
  • Douching yang bisa menyebabkan iritasi dan vagina kering.
  • Melakukan hubungan seksual padahal Anda belum benar-benar terangsang atau mencapai klimaks.
Apabila Anda mencurigai setelah berhubungan keluar darah seperti haid disebabkan oleh vagina kering, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter.Dokter mungkin akan memberikan rekomendasi pelumas atau penanganan lainnya tergantung pada penyebab vagina kering yang Anda alami.

3. Cedera pada vagina

Penyebab setelah berhubungan keluar darah seperti haid bisa karena vagina gatal
Cedera pada vagina bisa disebabkan oleh aktivitas seks terlalu keras
Cedera pada vagina bisa jadi penyebab keluar darah setelah berhubungan seks. Umumnya, cedera vagina dapat muncul akibat karena aktivitas seks yang terlalu keras.Hal ini juga bisa terjadi apabila muncul luka kecil atau lecet pada area vagina akibat vagina kering yang disebabkan oleh Anda sedang menyusui, menopause, atau faktor risiko lainnya.Perempuan yang baru kali pertama melakukan hubungan intim juga mungkin mengalami perdarahan dari vagina. Ini karena lipatan kecil kulit vagina yang dikenal dengan selaput dara meregang dan putus.Anda tak perlu khawatir karena perdarahan kecil ini hanya berlangsung selama 1-2 hari.

4. Radang serviks atau servisitis

Penyebab keluar darah setelah berhubungan seks yang umum terjadi adalah kondisi radang serviks atau servisitis. Kondisi ini dapat muncul apabila darah yang keluar berasal dari leher rahim.Radang serviks atau servisitis umumnya bukan kondisi setelah berhubungan keluar darah seperti haid yang berpotensi membahayakan.

5. Polip serviks

Polip serviks bisa jadi penyebab setelah berhubungan keluar darah seperti haid
Polip serviks biasanya dialami wanita usia 40 tahun ke atas
Kemunculan polip serviks juga menjadi penyebab keluar darah setelah berhubungan seks. Polip serviks adalah tumor jinak dengan bentuk kecil dan panjang sekitar 1-2 sentimeter yang tumbuh pada leher rahim.Polip yang menggantung di serviks memiliki banyak pembuluh darah dan bisa menimbulkan perdarahan apabila tersenggol. Akibatnya, Anda mungkin akan melihat sedikit darah setelah melakukan hubungan seksual.Polip merupakan hal yang sering dialami pada perempuan usia 40 tahun ke atas.Jika Anda curiga polip serviks merupakan penyebab keluar darah setelah berhubungan seks, sebaiknya temui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

6. Ektropion serviks

Ektropion serviks adalah suatu kondisi di mana sel kelenjar dari dalam serviks menonjol ke luar.Meski dapat menjadi penyebab keluar darah setelah berhubungan seks, umumnya kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.

7. Displasia serviks

Displasia serviks adalah kondisi di mana sel-sel tumor prakanker yang tumbuh tidak terkendali pada lapisan leher rahim.Pertumbuhan sel-sel ini yang dapat menimbulkan iritasi sehingga merusak jaringan di sekitarnya, tak terkecuali menyebabkan keluar darah setelah berhubungan seks.

8. Penyakit menular seksual

Setelah berhubungan keluar darah seperti haid bisa jadi kondisi yang berbahaya apabila disebabkan oleh penyakit menular seksual. Misalnya, klamidia, gonore, atau trikomoniasis.Terkadang, tidak ada tanda-tanda atau gejala yang ditunjukkan saat mengidap salah satu jenis penyakit menular seksual tersebut.Namun, gejala yang umum ditemui adalah keluar darah setelah berhubungan seks, padahal Anda tidak sedang menstruasi.Jika setelah berhubungan keluar darah seperti haid disebabkan oleh penyakit menular seksual, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan penanganan medis yang tepat.

9. Kanker serviks

Pada kasus yang jarang terjadi, setelah berhubungan keluar darah seperti haid bisa menandakan kondisi kanker serviks. Gejala kanker serviks yang umum muncul adalah keluar darah setelah berhubungan intim.Jika mengalami gejala atau tanda kanker serviks, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.Biasanya dokter akan meminta Anda untuk menjalani beberapa tes kesehatan guna memastikan penyebabnya secara akurat.

Kapan harus menemui dokter?

Pada dasarnya, jika kondisi setelah berhubungan keluar darah seperti haid cenderung normal dan perdarahan ringan bisa hilang dengan sendirinya, Anda tidak perlu menemui dokter.Anda harus segera menemui dokter kandungan apabila keluar darah setelah berhubungan seks terjadi terus menerus, cenderung parah, dan terjadi beberapa jam setelah hubungan intim.Anda juga perlu menemui dokter apabila keluar darah setelah berhubungan seks disertai dengan tanda atau gejala lain, seperti:
  • Mual, muntah, hingga kehilangan nafsu makan
  • Vagina gatal
  • Sensasi rasa terbakar pada vagina
  • Keluar cairan tidak biasa dari vagina
  • Rasa nyeri yang parah pada perut
  • Sensasi rasa terbakar atau perih saat kencing atau berhubungan seks
  • Nyeri punggung bagian bawah
  • Merasa lelah dan lemas yang tidak diketahui penyebabnya
  • Sakit kepala atau kepala kliyengan
  • Kulit pucat
Dokter kandungan mungkin akan menanyakan riwayat aktivitas seksual Anda. Misalnya, apakah Anda menggunakan kondom secara rutin atau Anda pernah melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan.Tergantung pada gejala yang ditimbulkan dan riwayat seksual Anda, dokter mungkin akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik.Mulai dari tes darah, USG panggul, Pap smear, tes kehamilan, hingga tes kultur vagina untuk memeriksa kemungkinan penyakit infeksi menular seksual.

Adakah cara mencegah keluar darah setelah berhubungan seks?

Keluar darah setelah berhubungan seks sebenarnya tidak dapat dicegah. Akan tetapi, ada beberapa cara mencegah tingkat keparahan dan frekuensi keluar darah seperti haid setelah berhubungan intim. Misalnya:
  • Minum banyak air putih.
  • Gunakan pelumas berbasis air atau silikon selama aktivitas seksual berlangsung.
  • Jangan terlalu keras saat melakukan aktivitas seksual.
  • Hindari menggunakan produk kebersihan vagina yang mengandung wewangian tertentu.
  • Konsumsi makanan yang mengandung estrogen atau fitoestrogen guna mencegah vagina kering. Anda bisa menemukannya pada apel, anggur, wortel, oatmeal, kacang almond, minyak zaitun, biji wijen, biji bunga matahari, dan lainnya.
  • Bila menggunakan alat kontrasepsi IUD, periksakan ke dokter kandungan Anda untuk mengetahui posisi alat kontrasepsi tersebut.
Keluar darah setelah berhubungan seks dalam jumlah sedikit dan terjadi sesekali merupakan hal yang tergolong normal.Akan tetapi, jika setelah berhubungan keluar darah seperti haid berulang kali, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan guna mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.
sekshubungan seksualkesehatan wanitaperdarahan
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/bleeding-after-sex
Diakses pada 15 September 2020
Web Md. https://www.webmd.com/women/bleeding-after-sex#1
Diakses pada 15 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321032#takeaway
Diakses pada 15 September 2020
Health. https://www.health.com/condition/sexual-health/bleeding-after-sex
Diakses pada 15 September 2020
Journal of Menopausal Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4561742/
Diakses pada 15 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait