Sesak Napas Malam Hari: Penyebab dan Cara Mengatasinya

(0)
16 Sep 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sesak napas malam hari dapat muncul sebelum Anda tidurSesak napas malam hari bisa terjadi sebelum tidur
Sulit napas ditandai dengan susah atau rasa tidak nyaman ketika bernapas. Kondisi bisa terjadi kapan saja, termasuk menjelang waktu tidur atau disebut sesak napas malam hari.Dalam bahasa medis, sesak napas dikenal dengan istilah dyspnea. Kesulitan bernapas merupakan gejala yang dapat menandakan berbagai kondisi medis. Mulai dari gagal jantung, obesitas, dan gangguan pada sistem pernapasan.Sesak napas disebut kronis bila berlangsung lebih dari sebulan. Kondisi kronis biasanya terkait dengan masalah pada paru-paru, jantung, atau kesehatan mental.

Jenis sesak napas malam hari

Sesak napas yang dirasakan pada malam hari dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni orthopnea dan paroxysmal nocturnal dyspnea.Sesak napas yang muncul ketika pasien dalam posisi berbaring dikenal dengan orthopnea. Sedangkan paroxysmal nocturnal dyspnea merupakan kesulitan bernapas yang muncul dalam beberapa jam setelah seseorang tidur.

Penyebab sesak napas di malam hari

Sesak napas saat malam dapat terjadi akibat berbagai macam kondisi medis. Apa sajakah itu?

1. Gangguan pada paru-paru

Penyakit paru-paru dapat menyebabkan sesak napas yang muncul di malam hari. Beberapa kondisi medis ini meliputi:
  • Asma

Asma yang terjadi pada malam hari disebut nocturnal asthma. Selain sesak napas, penderita bisa mengalami batuk, mengi, serta sulit tidur. Akibatnya, pengidap akan merasa lelah pada keesokan harinya.Asma juga dapat dicetuskan oleh kondisi medis lain, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD).
  • Emboli paru

Emboli paru merupakan kondisi terbentuknya gumpalan darah pada paru-paru. Selain sesak napas, pasien juga dapat mengalami nyeri dada, batuk, dan bengkak. Kondisi ini merupakan keadaan gawat darurat yang memerlukan penanganan medis segera.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit yang disebabkan oleh paparan rokok maupun bahan kimia berbahaya ini menyebabkan sumbatan atau penyempitan saluran napas yang menyebabkan pasien sulit bernapas. Selain sesak napas, gejala lain berupa suara napas mengi, batuk berdahak, dan sensasi sesak pada dada.
  • Pneumonia

Pneumonia merupakan peradangan pada paru-paru yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Pasien perlu segera mencari pertolongan medis bila mengalami sesak napas disertai dengan batuk dan demam.

2. Gangguan pada jantung

Sesak napas dapat terjadi ketika pasien mengalami gagal jantung atau penyakit jantung koroner.Gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah dalam jumlah yang cukup ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, dan berat badan berlebih.Sementara penyakit jantung koroner yang ditandai dengan gejala lain yaitu nyeri dada merupakan kondisi yang menyebabkan serangan jantung, sehingga pertolongan segera diperlukan bagi pasien dengan kondisi ini.

3. Alergi

Alergi dapat memberat pada malam hari dan menyebabkan sesak napas. Alergi ini disebabkan oleh adanya debu, bulu binatang, jamur, maupun serbuk sari yang memicu alergi selama tidur.

4. Sleep apnea

Sleep apnea ditandai dengan adanya penyempitan saluran napas dan kadar oksigen yang rendah selama tidur.Pasien terbangun pada malam hari untuk mengambil napas dalam sehingga kualitas tidur pasien akan terganggu. Ketika bangun, pasien dapat merasa lelah dan mengalami nyeri kepala.

5. Obesitas

Pasien dengan berat badan berlebih (obesitas) dapat mengalami sesak napas saat berbaring atau tidur. Kondisi ini disebabkan oleh perut yang menekan paru-paru pasien sehingga paru-paru yang tidak bisa mengembang dengan sempurna selama tidur.

6. Gangguan kejiwaan

Gangguan kecemasan dan serangan panik dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas dan mual yang dapat terjadi pada malam hari.

Bagaimana cara mengatasi dan mencegah sesak napas malam hari?

Pengobatan dan pencegahan sesak napas malam hari bervariasi tergantung pada kondisi medis yang mendasarinya.
  • Pada asma

Pasien dengan asma perlu mengikuti rencana terapi yang disarankan oleh dokter, menghindari faktor pencetus asma, dan menggunakan bantal ketika tidur yang dapat membuka saluran napas yang mengalami penyempitan.
  • Pada PPOK

Penanganan PPOK meliputi pemberian terapi oksigen, obat-obatan, dan inhaler. Pasien disarankan untuk berhenti merokok dan menghindari paparan bahan kimia yang berbahaya.
  • Pada pneumonia

Pneumonia akan diobati dengan antibiotik, obat-obatan untuk meredakan nyeri, batuk, dan demam. Pasien juga akan diistirahatkan untuk mempercepat pemulihan.
  • Pada gagal jantung

Dokter akan menyarankan obat-obatan, perbaikan gaya hidup, dan alat-alat khusus lain untuk menjaga jantung agar tetap dapat bekerja dengan baik.
  • Pada alergi

Pastikan kamar pasien dalam kondisi bersih untuk menghilangkan debu dan bahan pemicu alergi lainnya ketika tidur.
  • Pada sleep apnea

Pasien akan disarankan untuk memperbaiki pola hidup dengan cara mengurangi berat badan dan berhentu merokok. Pasien juga mungkin akan diberikan alat khusus untuk memastikan saluran napas tetap terbuka selama tidur.
  • Pada gangguan kecemasan dan serangan panik

Menghindari pencetus, latihan pernapasan, dan terapi khusus dari dokter spesialis jiwa dapat membantu mengurangi gejala cemas dan mencegah terjadinya serangan panik.
  • Pada obesitas

Pasien akan disarankan untuk mengurangi berat badan dengan cara berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang.Terdapat berbagai penyebab di balik sesak napas malam hari. Mulai dari penyakit paru, gangguan jantung, gangguan tidur, hingga masalah kejiwaan.Apabila Anda mengalami kesulitan bernapas menjelang tidur malam, konsultasikanlah ke dokter. Dengan ini, dokter bisa memastikan pemicunya dan memberikan langkah penanganan maupun pencegahan yang sesuai.
alergiasmasesak napasgangguan kecemasansleep apneappok
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325539
Diakses pada 16 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/sleep/shortness-of-breath-at-night
Diakses pada 16 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/asthma/guide/nocturnal-asthma-nighttime-asthma#1
Diakses pada 16 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait