Hindari Risiko Penyakit, Ini Pemanis Alami Pengganti Gula yang Lebih Menyehatkan

Stevia dapat dijadikan pengganti gula
Karena tingginya kalori gula, Anda dapat menggantikannya dengan beberapa pemanis alami lain yang lebih menyehatkan

Rasanya sulit untuk tidak menambahkan gula, dalam makanan dan minuman sehari-hari. Tanpa gula, kopi di pagi hari, atau kue manis, tentu me time maupun momen kebersamaan dengan keluarga, akan terasa hambar. Tahukah Anda, sebenarnya ada beberapa pemanis alami pengganti gula yang bisa Anda gunakan, lho!

Sudah bukan rahasia lagi, konsumsi gula dalam takaran yang berlebihan, tidak baik untuk kesehatan. Misalnya, terlalu banyak pemanis ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kondisi obesitas, bahkan berbagai jenis kanker. Selain itu, terlalu banyak gula juga bisa mempercepat penuaan kulit.

[[artikel-terkait]]

Beberapa pemanis alami pengganti gula yang menyehatkan

Idealnya, takaran gula yang bisa Anda konsumsi yakni 9 sendok teh untuk pria, dan 6 sendok teh gula untuk wanita, dalam satu hari. Namun, mungkin Anda sering lengah dengan membeli makanan dan minuman dalam kemasan, makanan cepat saji, atau berbagai jajanan melalui layanan antar ojek online.

Selain dengan mengurangi jajan dan makan di luar, memerhatikan asupan gula pada makanan dan minuman rumah, juga bisa Anda terapkan. Pemanis berikut ini menambah cita rasa manis di makanan Anda, dengan risiko penyakit jauh yang lebih kecil. Berikut ini beberapa pemanis alami pengganti gula yang bisa Anda pertimbangkan.

  • Stevia

Pemanis alami ini terbuat dari ekstrak daun tanaman Stevia rebaudiana, yang mulanya tumbuh di Brazil dan Paraguay. Stevia dikenal sebagai pemanis alami yang bebas kalori, karena jumlah kalorinya sangat rendah. Sehingga, pemanis yang satu ini tentu cocok bagi Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

Stevia dikenal memiliki sederatan manfaat kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko kanker pankreas, serta cocok untuk penderita diabetes. Sebuah studi juga melaporkan, stevia dapat membunuh sel kanker payudara.

Tak hanya lebih sehat, stevia juga ternyata lebih manis daripada gula pasir. Stevia memiliki tingkat kemanisan 200-300 kali, dibandingkan gula pasir di dapur rumah Anda.

  • Xylitol

Xylitol merupakan jenis gula alkohol, karena struktur kimianya merupakan kombinasi struktur kimia gula dengan struktur kimia alkohol. Walau begitu, Anda tak perlu khawatir. Sebab, gula alkohol tidak mengandung etanol, sehingga tidak memabukkan.

Pemanis alami ini banyak digunakan dalam produk permen mint, permen karet, produk makanan untuk penderita penyakit diabetes, serta produk kesehatan gigi. Rasanya manis seperti gula pasir, tapi mengandung 40% kalori lebih rendah.

Dengan kalori yang lebih sedikit dari gula, xylitol dipercaya bisa menjaga berat badan Anda. Tak sampai di situ, banyak studi membuktikan, xylitol menjadi alternatif pemanis alami pengganti gula untuk penderita diabetes, meningkatkan kesehatan gigi, serta mengurangi risiko infeksi pada telinga.

  • Eritritol

Layaknya xylitol, eritritol juga pemanis alami yang termasuk dalam jenis gula alkohol. Rasanya hampir sama dengan gula, namun jauh lebih menyehatkan, dengan kalori yang lebih sedikit.

Eritritol juga menjadi pemanis alami pengganti gula bagi penderita diabetes. Eritritol membantu mengurangi risiko penyakit jantung, serta tidak akan meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida di tubuh. Eritritol hanya memiliki 6% dari total kalori yang ada pada gula.

Walau begitu, beberapa orang mengalami masalah pencernaan, sebagai efek samping dari pengganti gula ini. Sehngga Anda disarankan untuk tidak berlebihan dalam konsumsi eritritol, yakni kurang dari 50 gram dalam satu sajian.

  • Yakon

Tumbuhan yakon, yang memiliki nama latin Smallanthus sonchifolius, telah banyak digunakan sebagai tanaman obat sejak dahulu di Amerika Selatan. Tumbuhan ini telah dikenal sebagai pemanis, yang dibuat dalam bentuk sirop.

Yakon dapat membantu penurunan berat badan. Sebuah studi membuktikan hal ini, melalui pemberian sirop yakon kepada 40 responden. Hasilnya, penurunan berat badan mereka mencapai rata-rata 15 kg.

Selain itu, yakon juga mengandung jenis karbohidrat yang disebut Fructooligosaccharides atau FOS. FOS dapat menjadi makanan untuk bakteri baik, yang hidup di usus manusia. Yakon memiliki sepertiga dari nilai total kalori gula atau sekitar 20 kalori per sendok makan

Walau begitu, yakon tetap memiliki efek samping, apabila dikonsumsi terlalu banyak. Yakon berisiko memicu kondisi diare dan sakit perut, bagi beberapa orang. Sehingga, Anda disarankan untuk tetap bijak saat mengonsumsinya.

Pemanis alami lain yang sedikit lebih sehat dari gula

Selain pemanis alami di atas, sebenarnya ada pemanis lain, yang dapat menjadi pengganti gula. Misalnya madu, gula kelapa, sirup mapel, dan molase (tetes tebu).

Walau sedikit lebih sehat, beberapa pemanis ini tetaplah tergolong sebagai gula. Sehingga sebaiknya jangan berlebihan dalam mengonsumsinya. Namun bagaimanapun juga, stevia, xylitol, eritritol, dan yakon tetap menjadi pilihan paling sehat dibanding pemanis lain.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/erythritol
Diakses pada 15 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/natural-sugar-substitutes
Diakses pada 15 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/stevia-side-effects
Diakses pada 15 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/too-much-sugar
Diakses pada 15 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/xylitol-101
Diakses pada 15 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/262978.php
Diakses pada 15 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/287251.php
Diakses pada 15 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19254816
Diakses pada 15 Juli 2019

NBCI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23061910
Diakses pada 15 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed