Serupa tapi Tak Sama, Fungal Acne dan Jerawat Ternyata Berbeda Penyebab Serta Cara Menanganinya

(0)
26 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fungal acne cenderung berukuran hampir sama satu sama lainFungal acne berbeda dari jerawat karena berukuran kecil dan berkelompok
Saat muncul benjolan kecil di kulit, kita cenderung langsung menganggapnya sebagai jerawat. Padahal, benjolan kecil tersebut bisa saja infeksi jamur yang berbeda dengan jerawat. Infeksi jamur yang mirip jerawat ini disebut dengan fungal acne dan butuh penanganan yang berbeda dengan jerawat. Bagaimana mengatasinya?

Mengenal apa itu fungal acne dan penyebabnya

Fungal acne adalah jenis infeksi jamur yang terjadi pada folikel rambut di kulit. Biasanya, “jerawat” ini muncul dalam bentuk benjolan kecil yang juga sering diiringi dengan rasa gatal. Fungal acne juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit. “Jerawat” ini biasanya muncul di lengan, dada, dan punggung – walau juga bisa timbul di wajah.Walau namanya “fungal” atau “jerawat jamur”, fungal acne sebenarnya berbeda dengan jerawat biasa yang kita kenal – yang memiliki istilah medis acne vulgaris. Acne vulgaris disebabkan oleh bakteri, berbeda dengan fungal acne yang disebabkan oleh jamur. Secara spesifik, fungal acne disebabkan oleh jamur Malassezia. Infeksi bisa terjadi apabila populasinya meningkat di kulit dan tidak terkontrol. Seperti bakteri, jamur Malassezia sebenarnya memang hidup normal di kulit dan populasinya juga bisa dikendalikan. Apabila keseimbangan ini terganggu, populasi jamur Malassezia dapat meningkat sehingga menginfeksi folikel rambut dan menimbulkan gejala mirip jerawat.Karena disebabkan oleh dua hal yang berbeda, fungal acne tidak akan bisa hilang jika Anda menggunakan krim jerawat biasa. Penggunaan krim jerawat malah akan dapat memperburuk fungal acne.Sebagai informasi, fungal acne dikenal juga dengan istilah Pityrosporum folliculitis atau Malassezia folliculitis.

Faktor risiko fungal acne

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko fungal acne, misalnya:

1. Kulit basah terlalu lama

Risiko fungal acne meningkat apabila kulit terlalu lembap. Misalnya, jika Anda mengenakan pakaian dengan keringat yang menempel dalam waktu yang cukup lama, pertumbuhan jamur pun akan meningkat. Menggunakan pakaian dengan keringat masih menempel (seperti baju setelah olahraga) tanpa mencucinya juga akan ‘memindahkan’ jamur dari baju ke kulit. 

2. Antibiotik

Antibiotik merupakan obat untuk memerangi infeksi bakteri. Penggunaan obat ini dapat mengurangi populasi bakteri di kulit – sehingga disebutkan dapat berefek pada peningkatan populasi jamur.

3. Sistem imun lemah

Orang-orang dengan sistem imun yang lemah berisiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi jamur. Sistem imun yang lemah bisa terjadi akibat bawaan sejak lahir atau karena penyakit yang baru diidap.

4. Diet tinggi karbohidrat

Karbohidrat menjadi makanan untuk jamur. Konsumsi tinggi karbohidrat berisiko meningkatkan risiko infeksi jamur. Dengan begitu, mengurangi konsumsi makanan manis dan makanan karbohidrat tinggi berpotensi untuk mengurangi pertumbuhan jamur. 

5. Pakaian terlalu ketat

Mengenakan pakaian yang ketat serta membuat kulit “sulit bernapas” mendorong kelembapan dan produksi keringat menjadi berlebih. Kondisi ini menjadi lingkungan yang nyaman untuk untuk pertumbuhan jamur.

6. Lingkungan yang lembap dan hangat

Orang-orang yang tinggal di iklim panas lebih sering berkeringat – sehingga berisiko lebih tinggi untuk mengalami fungal acne.

Ciri-ciri fungal acne

Menentukan “jerawat” di wajah benar-benar fungal acne memang cenderung sulit. Pasalnya, masalah kulit ini mirip dengan acne vulgaris atau jerawat. Berikut ini ciri-ciri fungal acne dan perbedaan karakteristiknya dengan jerawat yang disebabkan oleh bakteri:
  • Ukuran. Benjolan berisi nanah yang disebabkan oleh fungal acne cenderung berukuran hampir sama satu sama lain. Sementara itu, jerawat dapat bermunculan dengan berbagai ukuran.
  • Gatal. Fungal acne seringkali menyebabkan rasa gatal. Sementara itu, gatal pada jerawat cenderung jarang terjadi.
  • Klaster. Fungal acne sering muncul dalam bentuk komedo putih berukuran kecil yang berkelompok. Jerawat atau acne vulgaris cenderung lebih sedikit, lebih berjarak, dan cenderung tersebar.
Karena fungal acne disebabkan oleh pertumbuhan jamur, Anda mungkin juga mengalami masalah lain yang berkaitan dengan mikroorganisme ini – seperti psoriasis atau rambut berketombe. Memahami dua kondisi tersebut dapat menentukan apakah jerawat Anda termasuk fungal acne atau acne vulgaris.

Cara menangani fungal acne

Untuk menangani fungal acne, Anda utamanya harus mengembalikan keseimbangan bakteri dan jamur di kulit. Beberapa cara untuk mencapai keseimbangan tersebut yaitu:

1. Mandi lebih teratur

Mandi lebih teratur penting dilakukan terutama jika Anda berkeringat (seperti setelah berolahraga) atau memiliki pekerjaan yang membuat Anda banyak berkeringat. Cara ini krusial diterapkan untuk menghambat pertumbuhan jamur berlebih dari baju Anda yang berkeringat.

2. Menggunakan pakaian yang lebih longgar

Jika selama ini menggunakan pakaian yang ketat, Anda bisa mengurangi risiko pertumbuhan jamur dengan mengenakan pakaian yang lebih longgar. Pakaian yang lebih longgar membantu kulit bernapas lebih efektif -  sehingga juga akan mengendalikan populasi jamur.

3. Menggunakan sampo antiketombe

Penggunaan off-label sampo antiketombe sebagai sabun mandi disebutkan efektif untuk atasi masalah jamur di kulit. Bahan yang bisa dicari dalam produk sampo antiketombe yaitu zinc pyrithione dan selenium sulfida.

4. Menggunakan krim dan obat minum antijamur

Apabila cara-cara di atas tidak bekerja untuk mengatasi fungal acne, Anda sangat disarankan untuk menemui dokter. Obat untuk krim oles biasanya mengandung ketoconazole, butenafine, dan clotrimazole. Sementara itu, untuk obat minum, dokter mungkin memberikan itraconazole atau fluconazole.

Catatan dari SehatQ

Fungal acne adalah infeksi jamur yang terjadi pada folikel rambut di kulit. Walau menyandang istilah “acne”, masalah kulit ini bukanlah jerawat yang selama ini kita kenal. Fungal acne juga tidak disebabkan oleh bakteri - sehingga penanganan pada jerawat biasa tidak bisa diterapkan untuk fungal acne.
jerawatpengobatan jerawatinfeksi bakteriinfeksi jamurmasalah kulit
Healthline. https://www.healthline.com/health/all-about-fungal-acne
Diakses pada 11 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/immunodeficiency-disorders
Diakses pada 11 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pityrosporum-folliculitis
Diakses pada 11 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/acne-vulgaris
Diakses pada 11 September 2020
The Autism Community in Action. https://tacanow.org/family-resources/what-is-yeast-overgrowth
Diakses pada 11 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait