Serotonin Syndrome, Saat Sang Senyawa Kebahagiaan Terlalu Tinggi di Tubuh

(0)
10 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Serotonin syndrome dapat ditandai dengan disorientasi yang dialami penderitanyaSerotonin syndrome dapat memmicu disorientasi dan kebingungan
Serotonin dikenal sebagai senyawa kebahagiaan karena dilaporkan berpengaruh positif terhadap mood seseorang. Secara logis, kita mungkin mengira jika serotonin semakin tinggi, maka akan semakin baik. Sayangnya, tubuh tidak menyetujui pernyataan tersebut. Kadar serotonin yang terlalu tinggi sebenarnya malah dapat berakibat buruk dan memicu gangguan yang disebut serotonin syndrome. Seperti apa gejala serotonin syndrome?

Apa itu serotonin syndrome?

Serotonin syndrome atau sindrom serotonin adalah kondisi yang terjadi ketika kadar serotonin terlalu tinggi. Penumpukan senyawa kebahagiaan tersebut dapat memicu beragam gejala, termasuk gejala berat pada beberapa kasus.Serotonin memang menjadi senyawa yang vital untuk tubuh. Senyawa yang dapat bertindak sebagai neurotransmitter dan hormon ini terlibat dalam aktivitas tidur, nafsu makan, pencernaan, kemampuan belajar, hingga daya ingat. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, penumpukan serotonin di tubuh tersebut dapat menjadi bumerang yang membahayakan.Serotonin syndrome biasanya terjadi akibat kombinasi konsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat dapat berefek pada peningkatan serotonin, mulai dari antidepresan hingga golongan narkotika.

Gejala serotonin syndrome

Serotonin syndrome dapat menimbulkan gejala yang ringan maupun berat.

1. Gejala serotonin syndrome yang umum dirasakan pasien

Gejala serotonin syndrome dapat terjadi beberapa menit atau jam setelah pasien mengonsumsi obat penyebab sindrom ini. Gejala juga berisiko terjadi apabila ada peningkatan dosis obat yang dikonsumsi.Beberapa gejala serotonin syndrome, yaitu:
  • Kebingungan
  • Disorientasi, yakni ketidakmampuan seseorang untuk merespons lingkungan di sekitarnya
  • Mudah marah
  • Gelisah
  • Kejang otot
  • Kaku otot
  • Tremor
  • Tubuh gemetar
  • Diare
  • Takikardia atau detak jantung yang cepat
  • Tekanan darah tinggi
  • Mual
  • Halusinasi
  • Hiperrefleksia atau refleks yang terlalu aktif
  • Dilatasi pupil atau pembesaran pupil

2. Gejala serotonin syndrome pada tingkat yang parah

Pada kasus yang lebih parah, sindrom serotonin dapat menimbulkan gejala berikut ini:
  • Pasien yang tidak responsif
  • Koma
  • Kejang
  • Detak jantung tidak teratur

Ragam penyebab serotonin syndrome

Serotonin syndrome umumnya terjadi saat kombinasi obat-obatan dan herbal yang meningkatkan kadar serotonin di tubuh, misalnya:

1. Antidepresan

Antidepresan adalah obat yang diresepkan dokter untuk menangani depresi. Beberapa golongan antidepresan yang berisiko memicu penumpukan serotonin, yaitu:
Obat-obatan
Antidepresan berisiko memicu sindrom serotonin

2. Obat migrain kategori triptan

Obat-obatan kelas triptan untuk mengatasi migrain juga dikaitkan dengan serotonin syndrome atau sindrom serotonin. Obat dalam kelas triptan tersebut, termasuk:

3. Narkotika dan psikotropika

Obat ilegal dapat menimbulkan banyak efek yang berbahaya, termasuk sindrom serotonin. Beberapa obat-obatan terlarang tersebut, yaitu:
  • Lysergic acid diethylamide (LSD)
  • Ekstasi
  • Kokain
  • Amfetamin

4. Obat batuk dan pilek

Beberapa kandungan obat batuk dan pilek juga dapat memicu sindrom serotonin, seperti dextromethorphan.

5. Suplemen herbal

Beberapa suplemen herbal dengan kandungan tertentu dikaitkan dengan serotonin syndrome, misalnya:
  • John’s Wort
  • Ginseng

Penanganan serotonin syndrome dari dokter

Pada pasien yang mengalami sindrom serotonin ringan, dokter mungkin hanya meminta untuk menghentikan konsumsi obat di atas yang dicurigai memicu sindrom ini.Namun, pada kasus yang parah, pasien mungkin akan perlu dipantau lebih mendalam oleh dokter terkait kondisinya. Dokter juga akan memberikan penanganan berikut ini pada pasien yang mengalami sindrom serotonin berat:
  • Penghentian konsumsi obat yang memicu serotonin syndrome
  • Pemberian cairan secara intravena untuk mengatasi dehidrasi dan demam
  • Pemberian obat-obatan untuk menangani kaku otot dan agitasi
  • Pemberian obat-obatan yang menghambat serotonin
  • Pemberian obat-obatan untuk mengendalikan detak jantung dan tekanan darah, seperti esmolol dan nitroprusside
  • Apabila tekanan darah pasien terlalu rendah, dokter mungkin akan memberikan fenilefrin dan epinefrin

Catatan dari SehatQ

Serotonin syndrome adalah gangguan yang terjadi jika kadar serotonin terlalu tinggi. Kasus serotonin syndrome yang ringan dapat diatasi dengan penyetopan obat-obatan di atas dengan segera. Namun, pada kasus yang berat, intervensi dari dokter mungkin akan diperlukan.
gangguan mentalkesehatan mental
Healthline. https://www.healthline.com/health/serotonin-syndrome
Diakses pada 24 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/happy-hormone
Diakses pada 24 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/serotonin-syndrome
Diakses pada 24 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait