Sering Susah Bangun Pagi? Dysania Mungkin Sedang Mendera Anda

(0)
22 Dec 2019|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Lelah berlebihan dan sangat sulit bangun pagi bisa menjadi pertanda dysaniaDysania bisa menjadi salah satu alasan Anda sering kesulitan bangun pagi
Alarm telah berdering dan menandakan Anda harus segera beranjak dari tempat tidur untuk mandi dan berangkat kerja. Tapi apa daya, walau sudah terbangun, tubuh Anda terasa berat dan lebih suka menempel dengan kasur.Apa pengalaman di atas sering terjadi pada diri Anda? Jika iya, bukan mustahil Anda mengidap masalah dysania.

Apa itu dysania?

Ketika mengalami dysania, Anda akan benar-benar sulit dan lelah untuk beranjak dari kasur di pagi hari. Anda sebenarnya sudah terbangun sejak satu hingga dua jam lalu, tapi rasanya enggan untuk bergeser sejengkal pun dari tempat tidur.Ditambah lagi, kesulitan bangun tersebut bisa semakin parah dari hari ke hari, sehingga aktivitas Anda menjadi terhambat.

Dysania berbeda dengan malas

Jangan salah sangka, dysania bukanlah malas. Malas merujuk pada suatu sikap dan Anda punya pilihan untuk memperbaikinya . Sementara Anda tidak dapat memilih untuk memiliki dysania atau tidak.Meski belum disahkan sebagai kondisi medis, dysania merupakan kondisi yang serius yang tak boleh disepelekan. Pasalnya, dysania mungkin saja menjadi gejala dari gangguan kesehatan tertentu.

Berbagai penyebab dysania

Dysania sejatinya lebih tepat disebut sebagai gejala daripada penyakit. Berikut sederet gangguan medis yang dapat memicu kondisi ini:

1. Depresi

Ketika seseorang mengalami depresi, ia akan merasa lelah, mudah sedih, dan kehilangan semangat. Untuk melakukan hobi yang dulunya sangat disukai saja, akan terasa sangat berat. Hal-hal inilah yang membuat aktivitas sesederhana bangun dari kasur pun menjadi amat sulit.

2. Sindrom kelelahan kronis

Orang dengan sindrom kelelahan kronis sangat mungkin untuk mengalami dysania. Sindrom ini ditandai dengan rasa lelah yang teramat parah, dan tidak membaik meski telah istirahat.Tak heran jika penderita merasa tumbang pada pagi hari, dan tidak kuat untuk bangun dari kasur.

3. Sleep apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang membuat pernapasan terhenti selama beberapa detik, dan beberapa kali selama tidur. Penderita sering terbangun pada malam hari untuk menggapai atau menghirup udara.Alhasil, tidur pun menjadi tidak nyenyak dan muncul kelelahan serta dysania pada keesokan paginya.

4. Anemia

Anemia atau kekurangan sel darah merah dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan tingkat energi Anda. Saat pasokan energi menukik turun, tubuh pun otomatis menjadi lemas. Tak heran bila timbul dysania di pagi hari.

5. Penyakit jantung

Salah satu gejala dari penyakit jantung adalah rasa lelah yang membuat penderita tidak bisa berfungsi secara normal. Rasa selalu ingin tidur juga bagian dari keluhan gangguan medis ini.

6. Diabetes

Perubahan kadar gula darah, komplikasi diabetes, dan stres akibat komplikasi dapat berkontribusi terhadap rasa lelah. Kondisi ini kemudian dapat berujung pada dysania.Mengalami dysania tentu bisa mengacaukan rutinitas Anda. Karena itu, perlu langkah-langkah jitu untuk mengatasinya.

Apa sajakah cara menangani dysania?

Memperbaiki kebiasaan tidur merupakan langkah utama untuk mengendalikan gejala sulit bangun pagi atau dysania. Berikut hal-hal yang bisa Anda terapkan:
  • Mengatur jadwal tidur

Cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama tiap harinya. Langkah ini akan membantu tubuh Anda agar bisa tidur lebih nyenyak.
  • Membatasi waktu tidur siang

Terlalu lama tidur siang malah akan membuat Anda sulit tidur pada malam hari. Akibatnya, Anda kan kurang tidur dan merasa lemas ketika bangun tidur di pagi hari.Jika Anda memang sangat mengantuk dan ingin tidur siang, usahakan jangan tidur lebih dari 30 menit.
  • Menghindari konsumsi kafein

Kafein akan membangunkan otak, sehingga Anda jadi sulit tidur. Hati-hati juga dengan alkohol dan nikotin karena keduanya sama-sama dapat mengganggu waktu lelap Anda.
  • Menciptakan suasana kamar tidur yang nyaman

Buatlah lingkungan yang nyaman untuk tidur. Misalnya, Anda bisa meredupkan lampu, tidak menaruh televisi di kamar, memastikan suhu kamar tidak terlalu dingin maupun panas, serta menggunakan aromaterapi.
  • Menjauhi gawai

Singkirkan jauh-jauh semua gadget Anda setidaknya 30 menit sebelum tidur. Jika tidak, alat-alat tersebut akan membuat Anda terjaga dan sulit untuk mengantuk.
  • Rutin berolahraga

Tak hanya membuat Anda lebih berenergi, olahraga secara teratur juga bisa membuat Anda tidur lebih nyenyak. Tapi ingat, jangan berolahraga terlalu dekat dengan jam tidur malam karena justru dapat mengganggu kualitas tidur Anda.
  • Mengatasi stres

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres. Mulai dari melakukan hobi yang Anda sukai, menuangkan uneg-uneg pada teman atau keluarga untuk mendapatkan dukungan, berlibur, atau sekadar mandi dengan air hangat.Anda juga tidak perlu malu untuk mengunjungi psikolog atau psikiater guna mengatasi kegelisahan Anda.Apabila cara-cara tersebut tidak efektif, saatnya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mencari bantuan medis. Dokter bisa memberikan serangkaian pemeriksaan guna mendeteksi penyebabnya, sehingga penanganan yang tepat bisa diberikan.
insomniakurang tidurdepresikelelahantidur siang
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/what-is-dysania#1
Diakses pada 22 Desember 2019
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/key-symptoms-of-heart-disease-1745915
Diakses pada 22 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait