Sering “Parno” Bisa Menandakan Gangguan Kepribadian Paranoid

Orang yang paranoid sulit percaya dengan orang lain, dan cenderung sering marah-marah.
Paranoid adalah gangguan kepribadian yang membuat pengidapnya menjadi sulit percaya dengan orang lain.

Pernah punya teman yang sering curiga ke orang lain tanpa dasar yang jelas? Atau, mungkin sangat sensitif dan tidak bisa menerima kritik? Maka ada kemungkinan, teman Anda termasuk golongan orang yang paranoid.

Paranoid atau “parno” sering diucapkan secara lepas dalam kehidupan sehari-hari. Padahal sebenarnya, kondisi ini lebih serius dari keliatannya, karena termasuk sebagai salah satu gangguan mental. Ya, gangguan kepribadian paranoid, nyata adanya.

Mengenal gangguan kepribadian paranoid lebih dalam

Gangguan kepribadian paranoid atau paranoid personality disorder, masuk ke dalam tipe kepribadian eksentrik. Artinya, perilaku orang yang paranoid seringkali dianggap aneh atau tidak biasa oleh orang lain.

Orang-orang yang paranoid, sangat sering merasa curiga. Mereka percaya, ada orang lain yang ingin menyakitinya dan selalu mempertanyakan latar belakang di balik tindakan yang orang lain lakukan padanya, meski tindakan tersebut sangat sederhana dan tidak berbahaya.

Seringkali muncul saat usia dewasa muda, kondisi ini ternyata lebih banyak dialami laki-laki daripada perempuan. Mereka biasanya tidak “bersentuhan” dengan dunia nyata dan merasa bahwa yang mereka pikirkan adalah hal yang biasa saja.

Mereka selalu menganggap ada orang lain yang akan mengancam, mengkhianati, memanfaatkan, dan membahayakan. Akibatnya, mereka pun tidak akan mendiskusikan perasaannya atau curhat ke orang lain. Mereka akan memendam kecurigaannya seorang diri, dalam jangka waktu yang sangat lama.

Apa yang membuat seseorang menjadi paranoid?

Hingga saat ini, penyebab gangguan kepribadian paranoid belum diketahui secara pasti. Namun, ada kemungkinan faktor biologis dan psikologis berperan di dalamnya.

Orang yang mengidap gangguan ini juga umumnya memiliki keluarga yang pernah mengidap skizofrenia dan gangguan delusi. Sehingga, kondisi genetik juga dianggap berperan sebagai faktor risiko paranoid.

Terakhir, riwayat kekerasan fisik maupun emosional juga dinilai dapat memicu munculnya gangguan kepribadian paranoid.

Ini tanda dan gejala orang paranoid

Orang-orang yang paranoid, akan selalu membangun “benteng” tinggi di sekitarnya. Sebab, mereka percaya akan selalu ada orang lain yang mencoba menyakiti dan mengancam mereka. Tentu, kecurigaan tersebut umumnya tidak berdasar.

Karena kecurigaan yang berlebih ini, orang yang paranoid akan sulit untuk dekat dengan orang di sekitarnya, baik di lingkungan pertemanan maupun pekerjaan. Lebih lanjut, berikut ini ciri-ciri orang paranoid yang bisa Anda kenali.

  • Meragukan komitmen, loyalitas, maupun kepercayaan orang lain dan percaya bahwa orang lain memanfaatkan dan menipu mereka
  • Ragu untuk memberikan suatu informasi kepada orang lain karena mereka takut suatu saat informasi tersebut akan digunakan untuk “menghancurkan” mereka
  • Umumnya memiliki kepribadian yang dingin, tidak memiliki hubungan dekat dengan orang lain, dan cenderung pencemburu dan posesif, karena merasa takut dikhianati
  • Tidak bisa memaafkan orang lain dan pendendam
  • Cenderung keras kepala, punya banyak musuh, dan tidak mau kalah
  • Perasaannya terlalu sensitif dan tidak bisa menerima kritik dari orang lain
  • Selalu mencari maksud tersembunyi pada hal yang dilakukan orang lain
  • Tidak percaya bahwa pasangan mereka setia, dan sering menuduh mereka telah selingkuh
  • Tidak dapat melihat dampak yang mereka lakukan di suatu permasalahan, karena mereka percaya bahwa mereka selalu benar
  • Sulit untuk merasa rileks.
  • Sering menghakimi orang lain dan menilai orang lain buruk
  • Merasa orang lain menyerang karakter mereka, meski hal tersebut tidak terlihat dan sering membalasnya dengan marah-marah dan membalas perkataan orang lain

Paranoid masih bisa disembuhkan

Cukup melelahkan membaca ciri-ciri orang paranoid di atas, bukan? Namun, gangguan kepribadian ini, meski terlihat sulit, masih bisa disembuhkan.

Menyembuhkan orang-orang yang paranoid memang bisa jadi tantangan tersendiri bagi para ahli. Sebab, kepribadian yang mereka miliki akan membuat mereka cenderung menghindar, dan tidak mau menerima perawatan, karena mereka tidak merasa ada yang salah dalam dirinya.

Baru saat mereka mau menerima bahwa memang ada yang salah di dalam dirinya lah, perawatan bisa berjalan. Perawatan dapat dilakukan melalui terapi wicara atau psikoterapi, dengan menggunakan metode.

  • Membantu pengidap gangguan kepribadian paranoid untuk menghadapi kondisinya
  • Belajar berkomunikasi dengan orang lain di situasi sosial yang lain
  • Membantu mengurangi rasa paranoia yang mereka rasakan

Pada beberapa kasus, pemberian obat juga dilakukan, terutama pada penderita paranoid yang juga memiliki riwayat depresi dan gangguan kecemasan. Jenis obat yang diberikan bisa beragam, antara lain antidepresan, benzodiazepin, dan antipsikotik.

Untuk mendapatkan hasil perawatan terbaik, gabungan antara psikoterapi dan pemberian obat-obatan dianggap sebagai langkah yang paling efektif.

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/paranoid-personality-disorder#1
Diakses pada 7 November 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9784-paranoid-personality-disorder
Diakses pada 7 November 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/paranoid-personality-disorder
Diakses pada 7 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/paranoid-personality-disorder
Diakses pada 7 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed