Apabila diakibatkan oleh kondisi yang serius, muntah bisa membuat Anda mengalami dehidrasi.
Jika mengalami muntah ringan, Anda bisa meredakannya dengan mengonsumsi cairan elektrolit.

Muntah mungkin pernah dialami oleh hampir setiap orang, begitu pula dengan Anda. Muntah kerap kali terjadi karena berbagai alasan, baik menyangkut kesehatan maupun keadaan.

Muntah dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, karena kondisi tak mengenal usia. Lalu, apa saja penyebab muntah?

Muntah Bukanlah Penyakit

Muntah adalah pengeluaran isi perut melalui mulut. Saat muntah, isi perut seperti makanan atau minuman akan keluar lewat mulut Anda. Akan tetapi, muntah bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari kondisi kesehatan tertentu

Biasanya muntah akan diawali dengan rasa mual, yang membuat perut terasa tidak enak. Mual inilah yang mendorong Anda untuk muntah. Hati-hati, sebab muntah dapat menyebabkan dehidrasi yang berujung pada kematian jika tidak ditangani. 

Beberapa Penyebab Muntah Secara Umum

Muntah dapat terjadi hanya satu kali atau berulang kali tergantung pada penyebabnya. Berikut ini beberapa penyebab muntah yang biasanya terjadi,

  • Terlalu banyak makan atau minum
  • Mabuk perjalanan atau mabuk laut
  • Tanda kehamilan atau morning sickness
  • Efek obat tertentu
  • Anestesi
  • Kemoterapi
  • Rasa sakit yang hebat
  • Stres emosional seperti kecemasan, dan ketakutan
  • Gangguan pencernaan
  • Keracunan makanan
  • Infeksi
  • Reaksi terhadap bau tertentu
  • Serangan jantung
  • Gegar otak atau cedera otak
  • Bulimia
  • Tumor otak
  • Maag
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Radang usus buntu

1. Muntah ringan

Penyebab muntah memang bermacam-macam. Biasanya muntah yang terjadi hanyalah muntah ringan. Bila mengalami muntah ringan, Anda dapat meredakannya dengan mengonsumsi cairan elektrolit, menghindari makanan padat, meminum oralit jika muntah dan diare, mengonsumsi produk berbahan jahe, serta meminum obat yang dapat meredakan muntah pada penyakit tertentu.

2. Muntah akibat masalah serius

Akan tetapi, bila muntah disebabkan oleh infeksi virus, keracunan makanan, usus tersumbat atau masalah serius lainnya, maka hal tersebut sudah termasuk dalam keadaan yang berbahaya.

Bahkan, muntah dapat menyebabkan komplikasi seperti mulut kering, dehidrasi, urine gelap, kelelahan, sakit kepala, penurunan buang air kecil, dan kebingungan. Hubungi atau periksakan diri Anda ke dokter bila Anda mengalami kondisi berikut ini.

  • Muntah berlangsung lebih dari satu hari
  • Muntah darah
  • Curiga akan adanya keracunan makanan
  • Muncul dehidrasi
  • Terjadi sakit kepala dan leher kaku
  • Muntah disertai diare
  • Kelelahan dan penurunan kewaspadaan
  • Demam
  • Nyeri perut parah
  • Napas atau denyut nadi cepat

Muntah tentu akan membuat Anda merasa tidak sehat. Anda pun jadi sulit untuk beraktivitas karena merasa lemas.

Untuk menghindari hal tersebut, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah muntah, yaitu makan dalam porsi kecil, makan secara perlahan, dan menghindari makanan yang sulit dicerna, seperti makanan padat.

Selain itu, konsumsilah makanan yang dingin atau bersuhu ruangan, jika Anda mual oleh bau makanan panas atau hangat. Anda juga sebaiknya beristirahat  setelah makan, tidak mengonsumsi makanan yang pedas, serta minum cairan elektrolit di antara waktu makan.

Semua hal tersebut akan membantu mencegah terjadinya muntah. Muntah terkadang memang disepelekan. Namun bila sudah terjadi, muntah tentu akan membuat tubuh Anda terasa tidak enak.

Muntah juga dapat menimbulkan risiko-risiko yang lebih berbahaya, bahkan mungkin dapat mengancam jiwa Anda. Oleh sebab itu, janganlah menganggap enteng hal tersebut. Ingat! Periksakan diri ke dokter bila kondisi Anda tak kunjung membaik.

Web MD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-nausea-vomiting Diakses pada 16 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/vomiting
Diakses pada 16 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed