Sering Muncul di Gusi dan Kulit, Apa Itu Abses?

(0)
08 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Abses atau benjolan berisi nanah, bisa terjadi akibat adanya infeksi bakteriAbses kulit bisa terjadi akibat infeksi bakteri di bawah permukaan kulit
Abses adalah benjolan di tubuh yang berisi nanah dan nyeri jika disentuh. Benjolan ini bisa timbul akibat infeksi bakteri. Benjolan ini bisa muncul di berbagai lokasi di tubuh, mulai dari kulit, anus, hingga di antara organ dalam seperti tulang belakang dan otak.Meski merupakan infeksi bakteri, abses biasanya tidak akan langsung hilang dengan penggunaan antibiotik. Perawatan abses yang paling efektif adalah dengan mengeluarkan nanah yang ada di dalamnya hingga benar-benar kering. Pengeluaran nanah dari dalam abses ini disebut sebagai prosedur drainase.

Lebih jauh tentang penyebab dan gejala abses

Bakteri penyebab abses bisa masuk ke dalam tubuh saat ada celah terbuka yang bisa ia lewati. Saat Anda baru selesai bercukur rambut ketiak, misalnya, bakteri bisa masuk lewat goresan-goresan kecil yang tercipta akibat penggunaan pisau cukur yang kurang bersih dan menyebabkan abses di ketiak. Pada gigi, abses bisa masuk lewat gigi yang berlubang.Abses sebenarnya merupakan respons tubuh untuk menyingkirkan bakteri dari tubuh. Saat bakteri masuk untuk menginfeksi, sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem imun akan menyerang bakteri tersebut. Lalu, “peperangan” antara bakteri dan sel darah putih tersebut akan menghasilkan banyak kotoran, mulai dari bakteri yang sudah mati, hingga sisa-sisa sel, yang kemudian membentuk nanah. Bagi tubuh, nanah tersebut merupakan zat berbahaya yang harus dikeluarkan. Namun, nanah yang terbentuk di bawah kulit, gusi, atau di area lain di tubuh itu, tidak bisa dikeluarkan begitu saja, karena tidak ada jalannya. Tumpukan nanah ini kemudian akan terus mendorong, memaksa untuk keluar hingga membuat jaringan yang terkena abses terasa nyeri, bengkak, dan panas jika disentuh. Pada kulit, benjolan abses akan juga terlihat kemerahan, seperti bisul atau jerawat yang besar. Sementara itu pada abses yang terjadi di dalam tubuh, seperti abses gigi, benjolannya bisa saja tidak terlihat, namun rasa nyerinya tetap akan terasa oleh pengidapnya. Kondisi-kondisi inilah yang kemudian dikenal sebagai gejala abses.

Jenis-jenis abses

Abses bisa dibedakan menjadi berbagai jenis, tergantung dari lokasi kemunculannya, seperti:
  • Abses kulit atau bisul. Abses ini sering terjadi di wajah, ketiak, atau selangkangan.
  • Abses dental. Abses ini muncul di gusi, gigi, ataupun jaringan pendukung gigi yang lain.
  • Abses peritonsil. Abses yang muncul diantara tonsil dan dinding tenggorokan
  • Abses payudara. Jika tidak segera diobati, abses ini bisa berkembang menjadi mastitis atau radang pada payudara.
  • Abses otak. Kondisi abses ini berbahaya karena membuat otak dikelilingi oleh nanah.
  • Abses anus atau abses anorektal. Abses ini terbentuk di area anus atau rektum.
  • Abses vagina. Abses ini seringkali disebut juga sebagai kista bartholin.
  • Abses tulang belakang. Abses ini terbentuk di sela-sela antara tulang belakang.
Selain lokasi-lokasi di atas, abses juga masih bisa terbentuk di organ-organ lain, seperti ginjal maupun organ vital lainnya. Umumnya, abses di organ vital terbentuk sebagai komplikasi dari penyakit lain yang menyerang organ tersebut.

Siapa saja yang berisiko mengalami abses?

Semua orang bisa terkena abses, terutama jika jenis abses yang muncul adalah yang paling umum seperti abses kulit atau abses gigi. Namun, pada orang dengan riwayat penyakit tertentu, seperti gangguan imun, trauma, maupun penyakit lainnya, risiko terbentuknya abses di tubuh bisa lebih tinggi. Berikut ini beberapa kondisi yang membuat seseorang lebih mudah mengalami abses.
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Kanker
  • AIDS
  • Penyakit Crohn
  • Luka bakar yang parah
  • Benturan yang parah
  • Tidak menjaga kebersihan tubuh dengan baik
  • Kecanduan alkohol
  • Kemoterapi
  • Terapi atau perawatan dengan steroid dalam jangka panjang

Cara menyembuhkan abses

Pengobatan untuk abses bisa berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Pada abses kulit, penyembuhan sendiri menggunakan kompres air hangat dinilai cukup efektif. Namun tentu cara ini tidak bisa dipraktikkan pada abses lain seperti abses gigi atau abses otak.Segera periksakan diri ke doker apabila benjolan yang muncul di tubuh, membuat Anda merasakan beberapa gejala di bawah ini.
  • Abses semakin parah meski sudah coba diobati sendiri
  • Benjolan terus membesar, merah, dan terasa sangat nyeri
  • Demam
  • Tubuh terasa lemas
Untuk mengatasi abses, dokter akan melakukan prosedur insisi dan drainase. Prosedur ini dimulai dengan membuka sedikit jaringan yang mengalami abses, agar nanah di dalamnya bisa keluar. Dokter akan memastikan bahwa semua nanah sudah keluar sebelum membalutnya dengan perban dan kain kasa.Sebagai perawatan tambahan, dokter juga dapat memberikan obat antibiotik. Obat ini harus dipakai atau dikonsumsi hingga habis, meski kondisi sudah terasa membaik. Jika konsumsinya diputus di tengah jalan, maka bakteri bisa muncul lagi dan membuat abses kembali terbentuk.

Langkah pencegahan abses

Ada beberapa cara yang bisa menurunkan risiko Anda terkena abses, yaitu:
  • Menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir
  • Melakukan cara yang benar saat mencukur rambut-rambut di tubuh. Gunakan alat cukur yang bersih, langsung mandi, dan bersihkan area tersebut setelahnya.
  • Segera mencuci luka menggunakan antiseptik.
  • Jika luka yang dialami cukup parah, segera periksakan ke dokter.
  • Tidak menggunakan handuk bersama dengan orang lain.
Abses merupakan penyakit yang bisa dicegah selama Anda menjaga kebersihan tubuh dengan baik. Risiko terjadinya abses juga akan menurun jika kondisi tubuh selalu sehat. Sehingga, jangan lupa untuk selalu menjalani pola hidup yang sehat.
abses gigiabses hati piogenikabses otakabses gusiabses bartholinabses payudara
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/abscess#1
Diakses pada 23 Juni 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/abscess.html
Diakses pada 23 Juni 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/abscess.html
Diakses pada 23 Juni 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/abscess/
Diakses pada 23 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait