Sering Mimpi Buruk Membuat Tidur Menjadi Menakutkan, Apa Penyebabnya?

Depresi dapat memicu terjadinya mimpi buruk saat tidur
Sering mimpi buruk dapat membuat orang takut untuk tidur.

Pada saat tidur, kita seringkali bermimpi. Mimpi terjadi karena kinerja otak yang tetap aktif saat tertidur. Mimpi yang datang kadang menyenangkan, tetapi tak jarang yang muncul adalah mimpi buruk. Mimpi buruk dapat membekas pada ingatan bahkan saat terbangun dan terasa sangat nyata.

Penyebab Sering Mimpi Buruk

Mimpi buruk dapat disebabkan berbagai hal. Namun, terkadang mimpi buruk dapat terjadi secara spontan. Jika Anda sering mengalami mimpi buruk, beberapa kondisi di bawah ini mungkin menjadi penyebabnya:

1. Kurang Tidur

Manusia memerlukan waktu sekitar 7 sampai 9 jam dalam sehari untuk tidur. Kurang tidur menjadi salah satu penyebab utama terjadinya mimpi buruk pada orang dewasa. Ini diduga akibat adanya siklus tidur yang terlewat yang menyebabkan mimpi buruk. Kondisi insomnia juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang sering mimpi buruk.

2. Gangguan Cemas

Gangguan cemas menyebabkan Anda berada dalam keadaan stres sepanjang hari. Akibatnya, Anda dapat mengalami kesulitan membedakan antara kenyataan dan kekhawatiran diri sendiri. Cemas dapat disebabkan berbagai masalah di sekolah, kantor, maupun masalah keluarga. Hal ini memicu terjadinya mimpi buruk yang intens dan menganggu.

3. Depresi

Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang serius. Depresi memengaruhi perasaan, pikiran, dan tindakan yang dilakukan. Seseorang dengan depresi akan mengalami perasaan sedih, kehilangan minat dan energi. Depresi dapat disebabkan oleh masalah dengan lingkungan sekitar. Faktor keturunan, biokimia di otak, dan kepribadian juga memengaruhi terjadinya depresi.

4. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Kondisi stres pascatrauma ini merupakan gangguan mental yang diakibatkan kejadian buruk yang dialaminya. Contohnya, seorang yang pernah mengalami kecelakaan lalu lintas sampai terluka parah menjadi takut untuk mengendarai mobil lagi. PTSD dapat menyebabkan mimpi buruk yang berulang. Kondisi ini dapat berlangsung dalam jangka panjang dan mengganggu aktivitas yang dilakukannya.

5. Obat-obatan

Beberapa jenis obat yang umumnya dikonsumsi diketahui memiliki pengaruh terhadap terjadinya mimpi buruk. Obat yang memengaruhi komposisi zat kimia di otak, seperti antidepresi dan narkotik, meningkatkan risiko seseorang sering mimpi buruk. Selain itu, obat penurun tekanan darah tinggi, beta blocker, dan obat penyakit Parkinson juga dapat menyebabkan mimpi buruk.

Bahaya Sering Mimpi Buruk

Penting bagi Anda untuk menemukan penyebab seringnya mimpi buruk untuk segera mengatasi kondisi ini. Mimpi buruk yang terus menerus berulang dapat mengindikasikan penyakit gangguan mimpi buruk. Seseorang dengan gangguan mimpi buruk akan mengalami beberapa gejala berikut:

  • Rasa kantuk berlebihan di siang hari. Hal ini dapat mengganggu konsentrasi di sekolah, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari, seperti menyetir mobil atau mandi. Tugas yang sederhana dapat menjadi berbahaya saat pikiran terganggu akibat mimpi buruk.
  • Masalah mood, seperti depresi dan cemas. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan mimpi buruk. Mimpi buruk juga memperparah gangguan depresi dan cemas yang Anda alami bila tidak teratasi.
  • Tidak ingin tidur karena rasa takut yang menghantui. Ketakutan akan mimpi buruk yang terulang saat tidur dapat terjadi baik disadari maupun tanpa disadari.
  • Pikiran ingin bunuh diri atau percobaan bunuh diri. Hal ini dapat berakibat fatal apabila tidak dilakukan pendampingan.

Sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter apabila mimpi buruk dialami berulang kali dan sering terjadi. Mimpi buruk yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan perasaan takut untuk tidur juga merupakan pertanda Anda perlu berkonsultasi ke dokter.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nightmare-disorder/symptoms-causes/syc-20353515
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/nightmares-in-adults
Diakses pada Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/vivid-dreams-causes
Diakses pada Mei 2019

Psychiatry.org. https://www.psychiatry.org/patients-families/depression/what-is-depression
Diakses pada Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/post-traumatic-stress-disorder/symptoms-causes/syc-20355967
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed