Sering Menunda Pekerjaan? Kenali Pemicu Prokrastinasi Anda

Hindari prokrastinasi agar pekerjaan tidak menumpuk
Prokrastinasi dapat menyebabkan pekerjaan menumpuk

Pernah merasa malas mengerjakan sesuatu padahal tenggat waktunya sudah dekat? Hati Anda terasa cemas karena pekerjaan belum selesai, tapi di sisi lain Anda tetap tidak tergerak untuk mengerjakannya? Jika pernah, Anda tidak sendirian. Hal ini pernah dialami oleh hampir setiap orang. Paling tidak sekali seumur hidup. Istilah untuk perilaku ini adalah prokrastinasi.

Meski sebenarnya hal yang wajah, bila dibiasakan, prokrastinasi bisa menjadi kebiasaan yang buruk, lho. Pekerjaan tertunda, kesehatan pun bisa terganggu. Anda bisa menunda pekerjaan, menunda untuk makan atau mandi, bahkan menunda janji bertemu dengan orang lain.

Beberapa orang bisa memiliki sikap prokrastinasi yang lebih parah dibandingkan dengan orang lainnya sehingga sering kali membuat pekerjaan, kehidupan pribadi, dan hubungan dengan orang lain jadi berantakan. Namun sebenarnya apa sih penyebab di balik perilaku ini?

Penyebab Prokrastinasi

Prokrastinasi terjadi bukan terjadi karena Anda malas, tetapi lebih kepada pola pikiran. Karena itu sumbernya bermacam-macam. Untuk tiap sumber ada, cara yang bisa Anda gunakan untuk menangkal kebiasan menunda-nunda pekerjaan. Apa saja penyebabnya? Ini dia:

  • Meremehkan pekerjaan yang akan dilakukan

Seringkali Anda meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan dan cenderung menunda pekerjaan tersebut karena merasa bahwa pekerjaan yang akan dilakukan bisa diselesaikan dengan cepat. Padahal, pekerjaan yang harus dilakukan ternyata cukup sulit dan memerlukan waktu yang lama untuk diselesaikan.

Untuk mengatasi menunda pekerjaan, Anda bisa memulai pekerjaan lebih awal. Ketika pekerjaan selesai berikan hadiah untuk diri Anda karena telah berhasil menyelesaikan pekerjaan lebih awal.

  • Menunggu hingga ‘kondisi yang tepat’

Selain meremehkan pekerjaan yang perlu dilakukan, prokrastinasi selalu dibenarkan karena Anda merasa bahwa saat sekarang belum ideal untuk melakukan pekerjaan yang perlu dilakukan.

Sebenarnya tidak ada ‘kondisi ideal’ yang sesuai untuk melakukan pekerjaan Anda, karenanya menunda pekerjaan karena Anda merasa sedang tidak termotivasi atau tidak dalam kondisi yang tepat hanya merupakan alasan untuk melakukan prokrastinasi saja.

  • Tidak percaya diri

Rasa tidak percaya diri dapat berpengaruh pada prokrastinasi. Anda tidak percaya diri karena merasa kurang mampu menyelesaikan tugas sehingga akhirnya menunda pekerjaan karena khawatir tidak bisa memberikan hasil yang memuaskan.

Anda tidak perlu rendah diri, bila Anda merasa kesulitan dengan pekerjaan yang harus dilakukan, mintalah bantuan teman atau orang yang bisa memberikan Anda dukungan dan saran untuk pekerjaan yang perlu dilakukan.

  • Merasa pekerjaan sulit dilakukan

Prokrastinasi dapat terjadi karena Anda merasa bahwa pekerjaan yang dilakukan sangat sulit. Anda akhirnya menunda pekerjaan tersebut dan malah melakukan pekerjaan lain yang memiliki batas waktu yang lebih lama.

Jika Anda merasa pekerjaan tersebut lebih sulit dari yang lainnya dan membuat Anda tidak nyaman, jadikan pekerjaan tersebut sebagai tantangan yang harus diselesaikan untuk menjadi lebih baik.

  • Belajar dari orang lain

Jangan salah, prokrastinasi adalah perilaku yang bisa dicontoh dari orang lain. Anda bisa saja mempelajari tindakan menunda pekerjaan dari orang lain dan merasa bahwa kebiasaan tersebut adalah sesuatu yang akan membuat Anda terlihat keren dan disegani orang-orang.

Terkadang perilaku prokrastinasi dapat diikuti dari sosok saudara ataupun orangtua yang terlihat tidak mempedulikan apapun. Namun, Anda harus ingat bahwa menunda pekerjaan dapat memberikan berbagai konsekuensi negatif bagi Anda.

Faktanya, tidak semua hal akan berujung negatif. Anda hanya perlu mengubah pola pikir Anda dan yakinkan diri Anda bahwa tidak semua hal akan berujung negatif.

  • Lebih fokus ke masa sekarang

Jika Anda adalah tipe orang yang lebih fokus ke masa sekarang, terkadang Anda mungkin lupa untuk mempertimbangkan konsekuensi atau pencapaian yang bisa didapatkan di masa yang akan datang.

Anda perlu mengingat bahwa hal menyenangkan seperti prokrastinasi, justru akan memberikan Anda konsekuensi buruk nantinya.

  • Terlalu perfeksionis

Segala sesuatu yang berlebih tidaklah baik, begitupun juga dengan sikap terlalu perfeksionis. Keyakinan pada semuanya harus sempurna membuat Anda memberikan standar yang terlalu tinggi untuk dicapai.

Pada akhirnya Anda akan melakukan prokrastinasi karena standar tinggi yang Anda tetapkan sendiri. Cobalah untuk fokus menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya daripada terlalu terpusat untuk menciptakan hasil pekerjaan yang sempurna.

Untuk menangani prokrastinasi, Anda harus bisa mengenali sumber yang menyebabkan Anda menunda pekerjaan. Jika sudah menemukan akar masalahnya, gunakanlah pola pikir yang tepat untuk mengatasinya.

Apabila Anda masih merasa kesulitan dalam mengatasi kebiasaan prokrastinasi yang dilakukan atau perilaku menunda pekerjaan yang dilakukan telah mengganggu kehidupan sehari-hari, Anda bisa berkonsultasi dengan konselor atau psikolog.

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/fearless-you/201506/9-reasons-you-procrastinate-and-9-ways-stop
Diakses pada 28 November 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/in-the-age-anxiety/201103/why-do-you-procrastinate
Diakses pada 28 November 2019

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-psychology-of-procrastination-2795944
Diakses pada 28 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed