Sering Mengalami Acid Reflux Terus Menerus? Waspadai Efeknya


Ciri-ciri utama orang dengan GERD adalah merasakan acid reflux lebih dari dua kali dalam seminggu. Jika terjadi terus menerus bisa menyebabkan penyakit parah.

(0)
15 Nov 2020|Azelia Trifiana
Acid reflux membuat tenggorokan tak nyamanAcid reflux memberikan sensasi tak nyaman di tenggorokan
Bagi orang yang memiliki gastroesophageal reflux disease (GERD), tentu akrab dengan naiknya asam lambung. Ciri-ciri utama orang dengan GERD adalah merasakan acid reflux lebih dari dua kali dalam seminggu.Naiknya asam lambung ke esofagus biasanya disertai dengan sensasi terbakar di dada. Tak hanya terjadi usai makan, kondisi ini bisa menjadi lebih parah di malam hari.

Mengenal acid reflux

Normalnya ketika seseorang makan, apa yang dikonsumsi akan turun ke esofagus di belakang tenggorokan melalui otot yang disebut katup sfingter (lower esophageal sphincter). Setelah itu, barulah makanan akan masuk ke lambung.Namun ketika mengalami acid reflux, otot katup sfingter tidak menutup dengan  rapat. Padahal idealnya, otot harus menutup agar apapun yang ada di lambung tidak naik ke esofagus. Ketika yang terjadi justru sebaliknya, acid reflux dari lambung akan kembali naik ke esofagus.Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja. Namun apabila acid reflux adalah kondisi yang terus berulang dan parah, seseorang bisa didiagnosis menderita GERD.Apabila ini yang terjadi, penting untuk segera melakukan penanganan agar gejala yang tidak nyaman serta menyebabkan nyeri tak lagi terjadi. Tak hanya itu, penanganan juga penting untuk melindungi esofagus dan tenggorokan dari iritasi serta peradangan.

Mungkinkah acid reflux merusak esofagus?

pria sakit dada
Sensasi dada terbakar
Sensasi terbakar di dada yang muncul ketika merasakan heartburn terjadi karena asam lambung menyebabkan iritasi pada dinding esofagus. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka bisa terjadi esofagitis.Peradangan pada lapisan kerongkongan ini membuatnya rentan mengalami luka. Gejala dari esofagitis adalah rasa nyeri, kesulitan menelan, dan perasaan makanan atau asam lambung naik ke kerongkongan.Untuk bisa mengetahui apakah seseorang mengalami esofagitis atau tidak, perlu dilakukan kombinasi beberapa tes, termasuk endoskopi dan biopsi.Jika terdiagnosis ada esofagitis, maka penaganan medis harus diberikan sesegera mungkin. Ini penting untuk mencegah terjadinya komplikasi kesehatan.

Komplikasi GERD dan esofagitis

Apabila GERD dan esofagitis tidak ditangani, maka acid reflux akan terus menimbulkan kerusakan pada esofagus. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi dalam jangka panjang di antaranya:
  • Penyempitan esofagus

Disebut juga dengan esophageal stricture, ini terjadi karena tumbuhnya jaringan parut akibat GERD atau tumor. Gejala lain yang menyertai adalah kesulitan saat menelan atau sensasi makanan tersangkut di tenggorokan.
  • Munculnya cincin esofageal

Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah munculnya cincin atau lipatan jaringan abnormal di dinding bawah esofagus. Adanya cincin ini bisa membuat esofagus semakin sempit dan sulit untuk menelan.
  • Esofagus Barrett

Kondisi ketika sel di dinding esofagus rusak akibat terkena acid reflux sehingga berubah menjadi serupa dinding sel usus halus. Ini cukup langka terjadi dan bisa dialami tanpa gejala sama sekali. Namun, esofagus Barrett dapat meningkatkan risiko kanker esofageal.Ketiga risiko komplikasi di atas dapat dicegah dengan penanganan medis yang tepat bagi yang kerap mengalami heartburn atau GERD.

Risiko terjadi silent reflux

sakit tenggorokan
Reflux dapat terjadi tanpa gejala
Selain berpotensi merusak esofagus bagian bawah, heartburn dan GERD juga bisa merusak tenggorokan bagian atas. Ini terjadi apabila acid reflux naik hingga ke belakang tenggorokan atau jalan napas.Istilah medis untuk kondisi ini adalah laryngopharyngeal reflux atau LPR. Terkadang, tidak ada gejala yang muncul sehingga membuatnya dijuluki silent reflux. Beberapa gejala yang terjadi ketika LPR terjadi adalah:
  • Suara serak
  • Terus menerus berdeham
  • Merasa ada benjolan di tenggorokan
  • Batuk setelah makan
  • Tenggorokan terasa kering
  • Tersedak

Cara mencegah kerusakan akibat acid reflux

Ada beberapa perubahan yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih jauh akibat acid reflux, seperti:
  • Makan dengan porsi kecil
  • Hindari makan terlalu kenyang
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah
  • Tetap tegak setidaknya 1-2 jam setelah makan
  • Hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur
  • Hindari makanan pemicu acid reflux seperti makanan tinggi lemak, tinggi gula, alkohol, kafein, dan cokelat
  • Jaga berat badan ideal
  • Berhenti merokok
  • Tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi

Jika sudah dirasa sangat mengganggu, keluhan terkait acid reflux sebaiknya segera ditangani. Tujuannya agar tidak terjadi komplikasi yang berbahaya.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang cara pencegahan acid reflux yang efektif, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitasam lambunggerd
Healthline. https://www.healthline.com/health/gerd/and-your-throat
Diakses pada 30 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/understanding-gerd-basics
Diakses pada 30 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940
Diakses pada 30 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait